Senin, 11 Juli 2011

Surat Dari Gaza Untuk Umat Islam di Indonesia

Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya
harus menulis dan mengirim surat
ini untuk kalian di Indonesia,
Namun jika kalian tetap bertanya
kepadaku, kenapa? Mungkin
satu-satunya jawaban yang saya
miliki Adalah karena Negeri kalian
berpenduduk muslim terbanyak
di punggung bumi ini, bukan
demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam, ketika
pulang dari melempar jumrah,
saya sempat berkenalan dengan
salah seorang aktivis da'wah dari
Jama'ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku, setiap
tahun musim haji ada sekitar 205
ribu jama'ah haji berasal dari
Indonesia datang ke Baitullah ini.
Wah, sungguh jumlah angka yang
sangat fantastis dan membuat
saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya,
saudaraku, jika jumlah jama'ah
Haji asal GAZA sejak tahun 1987
Sampai sekarang digabung, itu
belum bisa menyamai jumlah
jama'ah haji dari negeri kalian
dalam satu musim haji saja.
Padahal jarak tempat kami ke
Baitullah lebih dekat dibanding
kalian yah?. wah, pasti uang
kalian sangat banyak yah?,
apalagi menurut sahabatku itu
ada 5% dari rombongan tersebut
yang menunaikan ibadah haji
untuk yang kedua kalinya,
Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam
hati, kenapa saya dan kami yang
ada di GAZA ini, tidak dilahirkan
di negeri kalian saja. Wah, pasti
sangat indah dan mengagumkan
yah?. Negeri kalian aman, kaya
dan subur, setidaknya itu yang
saya ketahui Tentang negeri
kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat
mudah menyusui bayi-bayinya,
susu formula bayi pasti dengan
mudah kalian dapatkan di toko-
toko dan para wanita hamil kalian
mungkin dengan mudah bersalin
di rumah sakit yang mereka
inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu
saudaraku tidak seperti di negeri
kami ini, saudaraku, anak-anak
bayi kami lahir di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang
tentara Israel menahan mobil
ambulance yang akan
mengantarkan istri kami
Melahirkan di rumah sakit yang
lebih lengkap alatnya di daerah
Rafah, Sehingga istri-istri kami
terpaksa melahirkan diatas mobil,
yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang
yang langka di GAZA sejak kami di
blokade 2tahun lalu, namun isteri
kami tetap menyusui bayi-bayinya
dan menyapihnya hingga dua
tahun lamanya, walau terkadang
untuk memperlancar ASI mereka,
isteri kami rela minum air
rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri
kalian, katanya tidak sedikit kasus
pembuangan bayi yang tidak jelas
siapa ayah dan ibunya, terkadang
ditemukan mati di parit-parit, di
selokan-selokan dan di tempat
sampah, itu yang kami dapat dari
informasi televisi.
Dan yang membuat saya terkejut
dan merinding, ternyata negeri
kalian adalah negeri yang
tertinggi kasus Abortusnya untuk
wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada
apa dengan kalian? Apakah
karena di negeri kalian tidak ada
konflik bersenjata seperti kami
disini, sehingga orang bisa
melakukan hal hina tersebut?,
sepertinya kalian belum
menghargai arti sebuah nyawa
bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di
GAZA sejak penyerangan Israel,
kami menyaksikan bayi-bayi kami
mati, Namun, bukanlah
diselokan-selokan, atau got-got
apalagi ditempat sampah?
saudaraku! Mereka mati syahid,
saudaraku! mati syahid, karena
serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak
bernyawa lagi dipangkuan ibunya,
di bawah puing-puing bangunan
rumah kami yang hancur oleh
serangan roket tentara Zionis
Israel, Saudaraku, bagi kami nilai
seorang bayi adalah Aset
perjuangan perlawanan kami
terhadap penjajah Yahudi.
Mereka adalah mata rantai yang
akan menyambung perjuangan
kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak
serangan Israel tanggal 27
desember (2009) kemarin,
Saudara-saudara kami yang
syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak
kami, namun sejak penyerangan
itu pula sampai hari ini, kami
menyambut lahirnya 3000 bayi
baru Dijalur Gaza, dan
Subhanallah kebanyakan mereka
adalah anak laki-laki dan banyak
yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur,
tanaman apa saja yang kalian
tanam akan tumbuh dan
berbuah, namun kenapa di negeri
kalian masih ada bayi yang
kekurangan gizi, menderita
busung lapar. Apa karena kalian
sulit mencari rezki disana? apa
negeri kalian sedang di blokade
juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku,
tidak ada satupun bayi di Gaza
yang menderita kekurangan gizi
apalagi sampai mati kelaparan,
walau sudah lama kami
diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah
pegawai Tata Usaha di kantor
pemerintahan Hamas Sudah 7
bulan ini, gaji bulanan belum saya
terima, tapi Allah SWT yang akan
mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan
ini saja ada sekitar 300 pasang
pemuda baru saja
melangsungkan pernikahan. Yah,
mereka menikah di sela-sela
serangan agresi Israel, Mereka
mengucapkan akad nikah,
diantara bunyi letupan bom dan
peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu
Ust Isma'il Haniya memberikan
santunan awal pernikahan bagi
semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri,
seandainya saya bisa merasakan
pengajian atau halaqoh
pembinaan Di Negeri antum,
seperti yang diceritakan teman
saya tersebut, program pengajian
kalian pasti bagus bukan, banyak
kitab mungkin yang telah kalian
baca, dan buku-buku pasti kalian
telah lahap, kalian pun sangat
bersemangat bukan, itu karena
kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang
banyak disini wahai saudaraku.
Satu jam, yah satu jam itu adalah
waktu yang dipatok untuk kami
disini untuk halaqoh, setelah itu
kami harus terjun langsung ke
lapanagn jihad, sesuai dengan
tugas yang Telah diberikan
kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-
nantikan hari halaqoh tersebut
walau cuma satu jam saudaraku,
tentu kalian lebih bersyukur,
kalian lebih punya waktu untuk
menegakkan rukun-rukun
halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum
dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak
dari kami, Semua pegawai dan
pejuang Hamas di sini wajib
menghapal surat al anfaal sebagai
nyanyian perang kami, saya
menghapal di sela-sela waktu
istirahat perang, bagaimana
Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya
menghadiri acara wisuda
penamatan hafalan 30 juz anakku
yang pertama, ia diantara 1000
anak yang tahun ini menghapal
al-qur'an, umurnya baru 10
tahun, saya yakin anak-anak
kalian jauh lebih cepat
menghapal al-quran ketimbang
anak-anak kami disini, di Gaza
tidak ada SDIT seperti di tempat
kalian, yang menyebar seperti
jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-
puing reruntuhan gedung yang
hancur, yang tanahnya sudah
diratakan, diatasnya diberi
beberapa helai daun pohon
kurma, yah di tempat itulah
mereka belajar saudaraku, bunyi
suara setoran hafalan al-quran
mereka bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara
Israel? Ayat-ayat Jihad paling
cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka
tafsirnya. Langsung Mereka
rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima
kasih kepada kalian semua,
melihat aksi solidaritas yang kalian
perlihatkan kepada masyarakat
dunia, kami menyaksikan demo-
demo kalian disini. Subhanallah,
kami sangat terhibur, karena
kalian juga merasakan apa yang
kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat
dunia yang menangisi kami di sini,
termasuk kalian di Indonesia.
Namun, bukan tangisan kalian
yang kami butuhkan saudaraku
biarlah butiran air matamu
adalah catatan bukti nanti di
akhirat yang dicatat Allah sebagai
bukti ukhuwah kalian kepada
kami. Doa-doa kalian dan dana
kalian telah kami rasakan
manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran saya
Untuk menjaga kantor, tugasku
untuk menunggu jika ada telepon
dan fax yang masuk Insya Allah,
nanti saya ingin sambung dengan
surat yang lain lagi Salam untuk
semua pejuang-pejuang islam di
Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza
City ..1430 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkatalah dengan sopan santun..:D