Jumat, 29 April 2011

Amplop Hasil Khutbah Jumat

Tanya:
Sudah menjadi tradisi di
negeri kita, terutama di
kalangan menengah ke atas.
Bila seusai khutbah, khatib
mendapatkan amplop
sekedar untuk transportasi.
Apakah bagi khatib
diperbolehkan
memanfaatkan uang hasil
ceramahnya ini?
Jawab:
Lajnah Daimah mengatakan,
“ Orang-orang yang
mengurusi masjid
diperbolehkan mengambil
insentif karena berbagai
kewajiban berkaitan dengan
masjid yang mereka lakukan
baik sebagai Imam tetap,
khatib, muadzin tetap, dan
marbut – penjaga dan
pengurus masjid – karena
mereka telah rela dengan
melakukan kewajiban Islam
yang bersifat umum dan
mereka tersibukkan diri
dengan urusan yang
berkaitan dengan
kepentingan
umum. ” (Fatawa Lajnah
Daimah 8/237)

Minggu, 24 April 2011

Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!!

Sebel nggak sih ketika ada
beberapa teman kamu yang
pacaran di sekolah bahkan di
dalam kelas? Banget jawabnya.
Tenang, rasa sebal tadi bukan
karena sok ngiri tanda tak
mampu atau tak laku. Sebagai
perempuan muslimah yang
berusaha menjaga izzah (harga
diri), pacaran sama sekali bukan
menjadi pilihan untuk
menghabiskan masa muda. Betul
tidak? Lagipula memang kamu
kan gak jualan barang, jadi gak
butuh laku donk.
Sobat remaja, jangan pernah
tersepona (eh.. terpesona)
dengan aktivitas pacaran yang
menjurus pada zina. Ingat kan
batasan yang diberikan Allah di
QS. Al-Isra: 32, wa laa taqrabuz-
zina. Janganlah berdekatan
dengan zina. Berdekatan saja tak
boleh apalagi sampai melalukan.
Na’udzubillah min dzalik.
Jangan khawatir kehabisan stok
jodoh bila alasan remaja pacaran
adalah agar mudah mendapat
jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan
di Lauhil Mahfudz sejak awal
mula tuh ditiupkan bersamaan
dengan risky dan mati kita.
Tinggal bagaimana menjemput
jodoh itu merupakan pilihan
manusia, apakah jalan halal atau
haram yang akan ditempuh. Dan
inilah yang nantinya bakal
dihisab di hari perhitungan kelak.
Senyampang kamu masih muda,
sangat muda bahkan, jangan sia-
siakan waktumu dengan
memikirkan dan beraktivitas
pacaran saja. Jalanmu masih
panjang. Fokuskan dirimu untuk
meraih cita-cita setinggi-
tingginya. Karena masa depanmu
sangat berkaitan erat dengan
ikhtiyar yang kamu lakukan hari
ini.
Tak perlu beralasan macam-
macam kalau gaya pacaran yang
dilakukan tak macam-macam.
Siapa bisa menjamin kalau ada
dua anak Adam yang berlainan
jenis berdua-duaan, maka setan
tak akan menggoda? Tak ada
jaminan itu sama sekali, sobat!
Jadi jangan bermain api deh
kalau tak terbakar.
....Pacaran itu aktivitas
orang jahiliyah yaitu orang-
orang yang masih bodoh
karena belum mendapat
cahaya Islam. Hanya saja
jahiliyah yang ada
terbungkus dengan istilah
modern....
Pacaran itu aktivitas orang
jahiliyah yaitu orang-orang yang
masih bodoh karena belum
mendapat cahaya Islam. Hanya
saja jahiliyah yang ada
terbungkus dengan istilah
modern padahal intinya mah
sama saja yaitu kemaksiatan.
Pacaran ini hanya pantas
dilakukan oleh orang zaman
purba ketika mereka masih
belum mengenal peradaban.
Nah, bagi kamu-kamu yang
merasa sudah jadi orang
beradab, maka udah nggak
zamannya lagi main pacaran
deh.
Muslimah shalihah pasti ogah
banget dengan aktivitas pacaran
ini. Sudah gak produktif, maksiat
lagi. Bisa sih dikatakan produktif
yaitu ketika perut si cewek
bertambah besar alias MBA
(Married By Accident) alias hamil
akibat berzina. Hii…
astaghfirullah, na’udzubillah.
Memproduksi calon jabang bayi
yang tak tahu-menahu
perbuatan dosa besar yang
dilakukan oleh dua anak
manusia ini. Asli, gak level
banget kamu berada di posisi ini.
....Muslimah shalihah pasti
ogah banget dengan
aktivitas pacaran ini. Sudah
gak produktif, maksiat
lagi....
Tak ada asap bila tak ada api,
kata pepatah. Tak ada perzinaan
selama tak ada aktifitas
mendekati zina. Dan pacaran
adalah ajang yang pas bagi bagi
kedua insan berlainan jenis
untuk baku syahwat. Jadi kalo
kamu tak mau terjebak dalam
bujuk rayu syaitan dalam hal ini,
maka JAUHI pacaran! Jauhi
berdua-duaan tanpa mahrom,
jauhi hal-hal yang bisa
mengundang fitnah dan jauhi
juga segala berbau dosa. Kalo
kamu mengaku remaja muslim
yang keren dan cerdas, pasti deh
gak bakal memilih pacaran
sebagai aktivitas masa muda
kamu. So, hari gini pacaran? Gak
level banget tuh! [ria fariana/
voa-islam.com]

Beauty and the Beast:Bedakan Cantik Asli denganCantik Imitasi

Beauty and the beast, kali ini
bukan untuk membahas lagu
atau film dari negeri barat sono
yang sudah kondang gulindang.
Tapi kali ini kita akan membahas
kecantikan versus keburukan.
Why? Supaya kita bisa
membedakan mana cantik
betulan dan mana yang palsu
atau beast yang dibungkus
sedemikian rupa sehingga
kehilangan bentuk aslinya dan
terlihat cantik semu.
Beauty, perempuan mana yang
gak mau disebut beautiful? Pasti
deh hidungmu bakal kembang
kempis kalo ada yang bilang how
beautiful you are. Apalagi kalo
bodimu menunjang dengan
tubuh yang semampai (bukan
semester tak sampai), langsing,
putih dan rambut lurus indah
terurai. Walah...persis iklan-iklan
di TV. Kamu pun jadi percaya
seratus persen bila ada yang
memuji bahwa kamu terlihat
cantik dengan modal sedemikian
rupa. Sudah gak keingat lagi
kalo itu semua cuma rayuan
gombal yang basi dan pasti ada
maunya.
Sedangkan bagi kamu yang gak
punya cirri-ciri di atas, pasti cuma
manyun karena merasa diri gak
cantik. Udah tubuh kalo gak
kelewat kurus pastilah kelewat
gemuk, kulit coklat kusam plus
rambut yang keriting. Duh…
seakan-akan kelahiranmu di
dunia menjadi sebuah kutukan
dengan penampilan seperti ini.
Kamu merasa menjadi
perempuan merana sedunia
karena tak ada sedikit pun
criteria cantik yang bisa
dibanggakan. Tapi apa iya sih,
definisi cantik cuma yang kayak
gini aja? Kita cari tahu yuk!
Cantik, bagaimanakah?
Beauty is in the eye of the
beholder. Kecantikan itu
tergantung siapa yang melihat
dan menilai. Di jaman Kaisar
Romawi dulu, perempuan cantik
adalah yang bertubuh gendut
dan subur. Kalo gak percaya,
coba lihat buku komik
koleksimu. Yang jadi primadona
kebanyakan perempuan
bertubuh subur dan bukannya si
kurus kering. Perempuan kurus
dianggap kurang gizi dan tidak
menarik.
....Kecantikan itu
tergantung siapa yang
melihat dan menilai.....
Seiring perkembangan waktu,
criteria cantik menjadi berubah.
Karena manusia terutama
perempuan mempunyai
kecenderungan mudah menjadi
gemuk daripada kurus, maka
ada pihak-pihak tertentu melihat
peluang ini. Diciptakanlah
stereotip perempuan cantik itu
dengan tubuh yang langsing
cenderung kurus. Model-model
iklan dan peragawati adalah icon
untuk mengopinikan bagaimana
menjadi perempuan cantik.
Berlomba-lombalah perempuan
seluruh dunia meniru icon itu.
Obat pencahar dengan berbagai
merk laris manis diserbu
perempuan supaya dirinya bisa
menjadi langsing dan kurus.
Barbie adalah gambaran
sempurna tentang sosok
perempuan ideal dalam bentuk
boneka. Tubuh ramping bak
gitar baik bemper depan dan
belakang (hihi, emangnya mobil
pake bemper), hidung mancung,
mata biru, bibir tipis, kulit putih
dan rambut pirang. Perempuan
seluruh dunia pun berlomba-
lomba meniru sosok ini tak
peduli dengan cara apa pun.
Jadilah laris manis obat pelurus
rambut, pemutih kulit,
pelangsing tubuh hingga dokter
bedah untuk kecantikan.
Perempuan gendut dengan kulit
coklat atau hitam dicitrakan
sebagai perempuan jelek di
banyak film-film produksi dalam
dan luar negeri. Diopinikan
dengan gencar agar para
perempuan merasa malu
menjadi gendut dan berkulit
yang tidak putih. Jadilah para
perempuan bukan lagi sibuk
mengurusi akhlak, up grade
otak, dan iman tapi malah
pusing mikirin berat badan,
kosmetik terbaru apa yang lagi
in, atau baju model apa yang lagi
musim. Bagi yang berduit operasi
plastic memancungkan hidung,
sedot lemak, menghilangkan
kerut wajah hingga (maaf)
payudara pun dipermak disana
sini.
Bulimia dan stress berat menjadi
hal yang biasa. Jangankan
bersyukur, yang ada malah iri
hati dan jelas dengan kelebihan
fisik yang dipunyai oleh
perempuan lain. Saling benci
dan menjatuhkan satu sama lain
menjadi pemandangan sehari-
hari. Kecantikan fisik sama sekali
gak berbanding lurus dengan
kecantikan akhlak dan sikap.
Seperti inikah gambaran cantik
yang kita inginkan?
....Si cantik atau the beauty
adalah seseorang yang
padanya terpancar
kecantikan alami dan
sejati....
Siapakah si cantik beauty?
Si cantik atau the beauty adalah
seseorang yang padanya
terpancar kecantikan alami dan
sejati. Bukan cantik yang pura-
pura dengan memakai topeng
atau pun kesemuan yang pasti
akan luntur.
Si cantik ini adalah yang
mempunyai beauty luar dalam
dengan bukti akhlak yang baik,
otak yang cerdas dan paling
utama adalah iman yang
mantap. Kamu bakal bisa
merasakan seseorang itu cantik
ketika kamu merasa damai di
dekatnya. Kamu gak bakal
terlukai karena pedasnya
perkataan. Sebaliknya, kamu
akan merasa selalu bisa
introspeksi bila berinteraksi
dengannya.
Kulit si cantik selalu terlindung di
balik kain kerudung dan
jilbabnya. Hanya laki-laki yang
bertanggung jawab saja yang
mampu menyibak pesona
kecantikan alami di baliknya.
Bukan tropi kuningan, segepok
rupiah atau pun secarik kertas
penghargaan. Tapi nilai
kecantikan perempuan ini adalah
dunia akhirat. Tak ada harta
dunia yang mampu membelinya.
Biar kata secara fisik tidak cantik
menurut pendapat orang lain,
perempuan jenis ini tak pernah
ambil pusing. Kurus atau pun
gendut bukan masalah besar lagi
asalkan pola hidup sehat telah
dijalankan. Karena tak dipungkiri
ada perempuan yang membawa
gen keluarga yang memang
bertubuh gendut meski pola
makannya sedikit. Begitu
sebaliknya, ada perempuan yang
sulit gemuk meski sudah
berusaha makan banyak.
Kulit tak harus putih asal selalu
ditutup dengan sempurna sesuai
perintah Allah. Hidung pesek,
bibir yang tak setipis Cindy
Crawford, dan dagu yang
sederhana tidak seseksi dagu
Nadine Candrawinata, itu semua
gak masalah sama sekali. Bahkan
Maha Sempurna Allah Yang
Maha Tahu proporsi ideal wajah
perempuan. Meski pesek tapi
masih terlihat manis apalagi
dengan ghodul bashornya
(menundukkan pandangan)
mata karena takwa. Bibir meski
tak tipis tapi selalu basah dengan
dzikrullah dan kalimat yang baik
menjadikannya terlihat indah.
....Kulit tak harus putih asal
selalu ditutup dengan
sempurna sesuai perintah
Allah. Bibir meski tak tipis
tapi selalu basah dengan
dzikrullah dan kalimat yang
baik menjadikannya terlihat
indah....
Sungguh, kecantikan alami akan
terpancar dari perempuan
semacam ini. Bila ada senyum
terukir, bukan demi gelar acara
beauty pageant. Tapi semata-
mata keramahan tulus yang
hadir bernilai sedekah dan
menuai pahala. Pancaran
matanya bening bukan genit.
Ayunan langkahnya ringan ke
majelis-majelis ilmu dan dakwah.
Cantik jenis ini tak akan pernah
lekang dimakan usia dan zaman.
Jadi meskipun satu ketika nanti
masa muda pergi dan digantikan
oleh masa tua, perempuan ini
akan tetap terlihat cantik di mata
siapa pun yang memandang.
Yang begini ini neh yang pantas
disebut inner beauty sejati.
Siapakah si jelek (the beast)?
Si jelek atau the beast adalah
mereka yang mempunyai
kecantikan semu dan penuh
kepura-puraan. Kecantikan yang
terpancar darinya cuma sebatas
permukaan dan penuh dengan
polesan di sana-sini. Semua yang
ada di dirinya serba palsu, ya
senyumnya, ya ketulusannya,
dan lain-lain deh. Mereka ini
ibarat mannequin yang bisa
berjalan. Tahu kan apa itu
manekin? Boneka cantik yang
biasa dipajang di took-toko baju,
diam tak bergerak, tak punya
otak. Namanya juga benda mati.
Kecantikan jenis ini sangat suka
dengan kilatan kamera dan
rekaman video. Setiap inci
senyumnya ada yang nge-shoot.
Tanpa itu semua gak bakal dia
mau senyum atau pun berbuat
baik pada sesama. Demi sekedar
mendapat pengakuan cantik,
cewek-cewek seperti ini merasa
perlu mengikuti berbagai jenis
beauty pageant untuk mendapat
pengakuan dari para juri.
Kasihan banget kan, hanya
sekedar untuk mendapat
predikat putri tercantik, para
cewek ini kudu obral harga diri.
Aurat diumbar ke mana-mana,
rasa malu sudah tergadaikan
karena gepokan rupiah dan
iming-iming ketenaran nama.
....Kasihan banget, hanya
sekedar untuk mendapat
predikat putri tercantik,
para cewek ini kudu obral
harga diri. Aurat diumbar
ke mana-mana, rasa malu
sudah tergadaikan....
Jadi kamu jangan terkecoh
dengan kecantikan jenis yang ini.
Selain gak riil, kecantikan ini juga
gak bakal tahan lama. Berapa sih
usia seseorang mampu bertahan
dengan kulit mulus dan
kencang? Beberapa tahun ke
depan, kulit luar yang selalu
dibangga-banggakan itu akan
kendor dan keriput. Biar kata
krim awet muda merek apa pun
yang dipakai, gak pernah ada
krim yang mampu melawan
kodrat alam atau sunnatullah.
Menjadi tua adalah satu
kepastian yang tak mungkin
ditolak siapa pun juga, kecuali
kematian.
Kalo udah ngomongin kematian,
yang namanya kulit semulus apa
pun ia hanyalah onggokan
benda mati yang segera menjadi
santapan cacing tanah. Secantik
dan semolek apa pun seorang
perempuan, semulus dan
sehalus apa pun kulitnya, itu
semua tak ada gunanya bila ajal
telah menjemput. Bahkan di
akhirat kelak, kulit cantik yang
kerjaannya umbar aurat ini akan
menjadi kulit terjelek yang
pernah ada. Kulit itu akan
dibakar di api neraka karena
suka dipamerkan kepada laki-
laki yang tak berhak untuk
menikmatinya. Hiii…
Siapa di balik beauty and the
beast?
Sesuatu di balik beauty sudah
jelas dong. Islam sebagai
ideology alias the way of life
menciptakan perempuan-
perempuan cantik luar dalam.
Islam mampu menghasilkan
perempuan berkualitas dalam
posisinya sebagai manusia
sesungguhnya, bukan boneka
pun bukan makhluk jadi-jadian.
Maksudnya jadi-jadian adalah
sosok yang tak mengenal dirinya
sendiri dan bahkan merasa asing
dengan kepribadiannya sendiri.
Itu semua bisa terjadi karena tak
pernah ada keraguan lagi bahwa
Islam berasal dari Yang Maha
Menciptakan dan Mengetahui
kapasitas manusia dalam
kedudukannya sebagai hamba.
Seluruh aturan hidup yang
diberikannya untuk manusia
termasuk hamba berjenis
perempuan semuanya pas dan
klop dengan kebutuhan
perempuan sendiri. Sebagai
missal perintah menutup aurat
ternyata selaras dengan
kebutuhan perempuan untuk
melindungi kulit lembutya dari
sengatan matahari. Tak perlu lagi
berbagai jenis krim tabir surya
dibeli yang itu semua ujung-
ujungnya adalah
menguntungkan pengusaha
kapitalis. Tapi ingat, ketika kamu
menutup aurat bukan karena
supaya kulit menjadi sehat loh.
Tapi itu semua dijalankan sebagai
bukti kepatuhan kita pada Allah
SWT. Setuju kan?
Sedangkan sesuatu di balik the
beast adalah semua ideology
yang tidak sesuai dengan fitroh
kemanusiaan, tidak memuaskan
akal dan menggelisahkan jiwa. Ini
semua dipenuhi oleh dua
ideology besar dunia yaitu
kapitalisme dan sosialisme.
Karena sosialisme telah ambruk
sebelum genap satu abad
usianya, maka untuk sementara
topik ini kita lewati dulu. Fokus
kita tujukan pada kapitalisme
yang saat ini seakan-akan telah
menguasai dunia dengan akidah
sekulerisme yaitu memisahkan
agama dari kehidupan.
....Kapitalisme inilah biang
kerok semua kerusakan di
bumi termasuk hadirnya
perempuan-perempuan
sebagai the beast alias
korban keserakahan para
borjuis capital....
Kapitalisme inilah biang kerok
semua kerusakan di bumi
termasuk hadirnya perempuan-
perempuan sebagai the beast
alias korban keserakahan para
borjuis capital. Ideology inilah
yang menyulap perempuan lugu
menjadi boneka-boneka
manekin yang diberinya pakaian
tapi telanjang. Tubuh
perempuan yang seharusnya
dilindungi diumbar auratnya ke
mana-mana demi menangguk
untung materi. Wajah
perempuan juga tak ubahnya
badut dan topeng karena
tebalnya lapisan kosmetik
membelit kulit. Dari ujung
rambut yang penuh semprotan
hair spray hingga ujung kaki
yang penuh coretan kuteks,
menjadikan perempuan tak beda
dengan seonggok benda mati.
Kejamnya perlakuan kapitalisme
terhadap perempuan sepeti
gambaran di atas, tidakkah
menggugah hati nurani dan akal
kita untuk berontak? cuma
mayat hidup saja yang rela
dirinya dan ketinggian
martabatnya sebagai manusia
diinjak-injak sedemikian rupa. So,
bila sudah tahu dampak buruk
kapitalisme terhadap kehidupan,
ayo kita sama-sama campakkan
ideologi ini ke tong sampah
peradaban. Kita ganti ideologi
yang ada dengan sesuatu yang
lebih baik dan menempatkan
perempuan sesuai dengan
harkat kemanusiannya semula.
Yup, Islam saja jawabannya.
Kesimpulannya, ayo kita
perjuangan Islam sebagai
ideologi mengganyang
kapitalisme yang sudah sekarat.
AYO! [ria fariana/voa-islam.com]

Hanya dengan Islam Kita Bisa ''From Zero to Hero''

Kamu pernah nonton film
Spiderman? Dikisahkan di sana
tentang tokoh bernama Peter
Parker yang cenderung culun,
lemah, dan cenderung tak bisa
apa-apa. Jelas saja tipe seperti ini
tidak popular dan dijauhi cewek
mana pun. Namun ketika
akhirnya ia menjadi Spiderman,
berubahlah si Peter menjadi
sosok ‘hero’ yang membela
orang lemah dan tertindas.
Cewek incarannya pun takluk
dengan pesona dirinya, apalagi
ketika ia tahu bahwa yang
menjadi tokoh Hero adalah
cowok yang dulunya culun.
Kita tak akan ngobrolin tentang
Peter Parker dan Spiderman.
Yang akan kita bicarakan adalah
perubahan si tokoh dari semula
zero menjadi hero, dari nothing
menjadi something. Atau dengan
kata lain seseorang yang semula
bukan siapa-siapa tiba-tiba
menjadi sosok yang popular dan
disukai banyak orang.
Tidak harus menjadi Spiderman
untuk menjadi hero. Sedangkan
posisi zero alias tak punya apa-
apa, mungkin kita semua pernah
merasakannya. Nah, untuk
menjadi sosok hero tak harus
juga terkena sengatan lebah
supaya bisa menjadi manusia
sakti mandraguna. Karena
sesungguhnya dalam diri kita,
potensi untuk menjadi hero itu
sudah ada dari ‘sono’nya.
Tinggal bagaimana kita
memaksimalkan potensi itu agar
muncul dan menjadi hero bagi
diri sendiri maupun orang lain.
....Kamu bisa kok menjadi
sosok yang semula zero
menjadi hero. Potensi akal
adalah bekal utamanya.
Akal inilah yang akan
menuntun kita untuk
memahami diri dan
potensinya....
Kamu bisa kok menjadi sosok
yang semula zero menjadi hero.
Jadilah dirimu sendiri, itu
kuncinya. Yang kayak gimana sih
menjadi diri sendiri itu? Menjadi
diri sendiri adalah menjadi
seseorang yang memahami siapa
dirinya dan apa potensi yang
terkandung di dalamnya. Potensi
akal adalah bekal utama yang
menjadikan kita sebagai manusia
berbeda dari makhluk lainnya.
Akal inilah yang akan menuntun
kita untuk memahami diri dan
potensinya.
Akal akan menunjukkan tentang
siapa pencipta kita dan apa tugas
manusia di bumi ini
sesungguhnya. Dengan akal pula
manusia hitam legam bernama
Bilal bin Robbah yang semula
budak belian (zero) menjadi
pembela Islam yang tangguh
(hero). Keimanan dalam diri
adalah kuncinya. Bukan hanya
Bilal yang bisa begitu. Semua
manusia mempunyai kesempatan
yang sama untuk merubah
dirinya menjadi hero yang akan
dikenang zaman sepanjang
masa. Tapi sebelum ke arah
sana, langkah kecil meniti jalan
menuju hero harus dilakukan
donk.
Bagi kamu para muslimah,
langkah perubahan semisal dari
gaya berbusana jahiliyah menuju
gaya berbusana Islami, adalah
sebuah gerak perubahan yang
berarti. Satu langkah besar
perubahan diri menuju sosok
hero yang sejati. Berbusana
muslimah harus yang syar’i,
jangan cuma asal ikut-ikutan
para selebriti yang hari ini
tertutup rapat, esok hari umbar
aurat. Na’udzubillah.
Gaya busana, adalah salah satu
identitas diri yang mudah
terlihat. Masih banyak identitas
diri lainnya bagi sosok bermental
hero untuk diyakini dan
diamalkan. Amanah, jujur,
bertanggung jawab, menghargai
waktu, dan banyak lagi sifat
lainnya yang seharusnya dipunyai
oleh kamu yang merubah diri
dari zero menuju hero. Tapi dari
semua hal tersebut, kembali ke
niat semula bahwa apa pun itu
bentuknya, hanya satu tujuan
yang ingin diraih yaitu ridha
Allah SWT. Karena
sesungguhnya, sosok hero
adalah mereka yang berjuang
atau beramal tanpa pamrih
kecuali demi ridha Allah semata.
....Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real
hero....
Selamat menjadi hero ya dari
kamu yang semula cuma zero.
Dan ini semua terjadi karena
Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real hero.
Tetap semangat! ^_^ [ria
fariana/voa-islam.com]

Sabtu, 23 April 2011

Ketika Justin Bieber Jadi Idola

Siapa tak kenal
penyanyi idola
asal Kanada,
Justin Bieber.
Penyanyi ini
masih berusia remaja, namun
sudah bisa sejajar dengan para
penyanyi senior lainnya. Bagi
kalangan anak remaja anak baru
gede (ABG) khususnya puteri,
nama Justin Bieber sudah pasti
tidak asing di telinga mereka.
Pada tanggal 23 April ini, Justin
dikabarkan menghentak Jakarta
dengan tembang-tembangnya.
Gara-gara kedatangannya di
sebagian tempat seperti di salah
satu mal di Jakarta terjadi
antrean yang mengular demi
mendapatkan tiket konser Justin.
Padahal harga tiket yang dijual
termasuk mahal. Untuk kelas
festival, harga tiket dipatok Rp 1
juta. Bahkan dikabarkan untuk
ngantri saja, ada yang sudah
ngantri sejak shuhuh, padahal
loket pembelian tiket baru
dibuka pukul 09.00 WIB.
Menyayangkan Kondisi ABG
Yang kami ingin angkat dalam
bahasan ini adalah mengenai
keadaan remaja saat ini, yang
sudah semakin jauh dari agama
mereka. Pergaulan kebanyakan
mereka sudah semakin rusak.
Yang jadi idola pun bukanlah
seorang muslim. Mereka lebih
mengenal Justin Bieber, mungkin
dikenal pula tanggal lahir sampai
pada hobinya. Mereka lebih
mengenalnya dari Nabi panutan
mereka sendiri. Coba tanyakan
saja pada para remaja, banyak
yang tidak tahu di mana Nabi
mereka lahir, di Makkah atau di
Madinah. Mungkin bisa jadi ada
yang beri jawaban yang ngawur
kalau Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir
di Palestina karena saking
jahilnya. Sungguh prihatin. Ini
baru mengenal Nabi mereka
saja. Belum lagi mengenal seluk
beluk lainnya tentang Islam.
Coba tanyakan kembali, “Tahu
gak jika di malam hari mimpi
basah harus mandi junub ?”
Barangkali jawaban baliknya,
“ Bagaimana cara mandi junub?
Saya gak tahu”. Subhanallah ...
Padahal kondisi seperti ini akan
ia temui di saat ia dewasa. Lantas
kenapa sampai hal yang wajib
diilmui seperti ini tidak diketahui?
Dalam masalah lainnya pun kita
bisa turut sedih. Banyak remaja
yang saat ini yang tidak bisa baca
Al Qur ’an, atau mungkin baru
bisa sampai pelajaran iqro’ jilid 2.
Sejak kecil hanya tahu
bagaimana bisa pintar ngomong
Inggris. Al Qur ’an jadi nomor
1000 untuk dikuasai karena mesti
les Inggris, bela diri, les piano, les
tari, dan lainnya. Wallahul
musta ’an.
Kondisi para remaja saat ini tidak
jauh dari yang Allah sebutkan
dalam ayat,
ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﻇﺎﻫﺮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻫﻢ ﻋﻦ
ﺍﻟﺂﺧﺮﺓ ﻫﻢ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ
“Mereka hanya mengetahui yang
lahir (saja) dari kehidupan dunia;
sedang mereka tentang
(kehidupan) akhirat adalah
lalai. ” (QS. Ar Ruum: 7)
Pasti di masa tua remaja-remaja
seperti ini akan penuh
penyesalan dan menyesali
hidupnya di masa muda. Remaja
yang selalu menjaga hak Allah
dengan mentauhidkan-Nya, rajin
menjaga shalat dan kewajiban
lainnya, serta selalu
memperhatikan agamanya, pasti
Allah akan menjaga dirinya
(kondisi fisiknya dan
rohaniahnya) di masa tuanya.
Lihat yang dikisahkan oleh Ibnu
Rajab berikut ini.
Ibnu Rajab rahimahullah pernah
menceritakan bahwa sebagian
ulama ada yang sudah berusia di
atas 100 tahun. Namun ketika
itu, mereka masih diberi
kekuatan dan kecerdasan. Coba
bayangkan bagaimana dengan
keadaan orang-orang saat ini
yang berusia seperti itu?
Diceritakan bahwa di antara
ulama tersebut pernah
melompat dengan lompatan
yang amat jauh. Kenapa bisa
seperti itu? Ulama tersebut
mengatakan, “Anggota badan ini
selalu aku jaga agar jangan
sampai berbuat maksiat di kala
aku muda. Balasannya, Allah
menjaga anggota badanku ini di
waktu tuaku. ”Namun ada orang
yang sebaliknya, sudah berusia
senja, jompo dan biasa
mengemis pada manusia. Para
ulama pun mengatakan tentang
orang tersebut, “Inilah orang
yang selalu melalaikan hak Allah
di waktu mudanya, maka Allah
pun melalaikan dirinya di waktu
tuanya. ”[1]
Tunggu saja balasannya di masa
tua bagi remaja yang penuh
kelalaian, hidup hanya ingin
foya-foya, lalai akan kewajiban
shalat dan lainnya atau yang
punya prinsip “mumpung masih
muda, foya-foya sajalah dulu”.
Lihat saja nanti ketika kondisinya
sudah lemah dan jompo, baru ia
sesali masa mudanya.
Ingatlah selalu nasehat nabi kita
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Manfaatkanlah masa muda kita
sebelum datang masa tua kita
nanti. Dalam hadits riwayat Al
Hakim dalam Mustadroknya
disebutkan,
ﺍﻏﺘﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻗﺒﻞ ﺧﻤﺲ : ﺷﺒﺎﺑﻚ ﻗﺒﻞ
ﻫﺮﻣﻚ ﻭ ﺻﺤﺘﻚ ﻗﺒﻞ ﺳﻘﻤﻚ ﻭ ﻏﻨﺎﻙ ﻗﺒﻞ
ﻓﻘﺮﻙ ﻭ ﻓﺮﺍﻏﻚ ﻗﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ﻭ ﺣﻴﺎﺗﻚ ﻗﺒﻞ
ﻣﻮﺗﻚ
“Manfaatkan lima perkara
sebelum lima perkara: (1) Waktu
mudamu sebelum datang waktu
tuamu, (2) Waktu sehatmu
sebelum datang waktu sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum
datang masa kefakiranmu, (4)
Masa luangmu sebelum datang
masa sibukmu, (5) Hidupmu
sebelum datang kematianmu. ”[2]
Ketika Justin Lebih Jadi Idola
Justin benar-benar jadi idola
yang luar biasa. Padahal Justin
hanyalah seorang remaja. Coba
saja lihat sampai mesti ngantri
untuk dapat tiketnya meskipun
harus menunggu berjam-jam.
Padahal jika kita perhatikan
Justin sendiri bukanlah muslim.
Yang patut kita ingat, kita
diperintahkan oleh Allah Ta ’ala
untuk punya rasa benci pada
musuh Allah dari kalangan
orang kafir (non muslim). Allah
Ta ’ala berfirman,
ﻻ ﺗﺠﺪ ﻗﻮﻣﺎ ﻳﺆﻣﻨﻮﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ
ﻳﻮﺍﺩﻭﻥ ﻣﻦ ﺣﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ
“Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari akhirat,
saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya ” (QS. Al
Mujadilah: 22).
Tidakkah kita renungkan pula
bahwa seseorang akan
dikumpulkan dengan orang yang
ia cintai dan yang dijadikan idola.
Dalam hadits riwayat Ath
Thobroni, dari ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻟﺎ ﻳﺤﺐ ﺃﺣﺪ ﻗﻮﻣﺎ ﺇﻟﺎ ﺣﺸﺮ ﻣﻌﻬﻢ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ
“Tidaklah seseorang mencintai
suatu kaum melainkan dia akan
dikumpulkan bersama mereka
pada hari kiamat nanti. ”[3]
Bagaimana jika yang dicintai dan
diidolakan adalah seorang
penyanyi dan itu non muslim?!
Semoga bisa jadi renungan!
Seharusnya yang jadi idola dan
yang dicintai adalah para Nabi,
para sahabat dan orang sholih,
maka engkau akan bahagia
berkumpul bersama mereka.
Dalam riwayat dalam Shohih
Bukhari, Anas mengatakan,
ﻓﻤﺎ ﻓﺮﺣﻨﺎ ﺑﺸﻰﺀ ﻓﺮﺣﻨﺎ ﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻰ -
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ » - ﺃﻧﺖ ﻣﻊ ﻣﻦ
ﺃﺣﺒﺒﺖ . « ﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻨﺒﻰ -
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻭﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ،
ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻌﻬﻢ ﺑﺤﺒﻰ ﺇﻳﺎﻫﻢ ، ﻭﺇﻥ
ﻟﻢ ﺃﻋﻤﻞ ﺑﻤﺜﻞ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ
“Kami tidaklah pernah merasa
gembira sebagaimana rasa
gembira kami ketika mendengar
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam: Anta ma’a man ahbabta
(Engkau akan bersama dengan
orang yang engkau cintai). ”
Anas pun mengatakan,
ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻨﺒﻰ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -
ﻭﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ، ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻌﻬﻢ
ﺑﺤﺒﻰ ﺇﻳﺎﻫﻢ ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺃﻋﻤﻞ ﺑﻤﺜﻞ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ
“Kalau begitu aku mencintai
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar.
Aku berharap bisa bersama
dengan mereka karena
kecintaanku pada mereka,
walaupun aku tidak bisa beramal
seperti amalan mereka. ”[4]
Orang Tua yang Sudah Tidak
Ambil Peduli
Remaja-remaja bisa jadi rusak
seperti ini, itu pun karena sikap
orang tua mereka yang tidak
ambil peduli. Tidak sedikit orang
tua yang tidak lagi
memperhatikan shalat anaknya.
Ketika ada acara TV atau ada
acara konser, tidak pernah ortu
mengajak anaknya untuk
melaksanakan shalat lima waktu.
Orang tua tidak lagi peduli
anaknya bisa baca Al Qur ’an
atau tidak. Ortu lebih senang jika
anaknya ikut les bahasa Inggris,
les piano daripada tiap sore
mesti ke masjid untuk ikut TPA
mempelajari kitab suci Al Qur ’an.
Ortu pun tidak punya rasa
peduli, terserah saja anaknya
ingin digandeng oleh lelaki siapa
saja. Nantinya ketika sudah
terjadi perzinaan barulah datang
penyesalan.
Padahal selaku orang tua
diperintahkan untuk menjaga diri
dan anak-anak dari jilatan
neraka. Allah Ta ’ala berfirman,
ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻗﻮﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺃﻫﻠﻴﻜﻢ
ﻧﺎﺭﺍ
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api
neraka. ” (QS. At Tahrim: 6). ‘Ali
bin Abi Tholib menjelaskan
maksud ayat ini, “Ajarkanlah
kebaikan untuk dirimu dan
keluargamu. ” Ibnu ‘Abbas
menjelaskan, “Beramallah
dengan melakukan ketaatan
pada Allah dan jauhilah berbuat
maksiat pada-Nya.
Perintahkanlah pula keluargamu
untuk berdzikir (banyak
mengingat Allah) sehingga Allah
menyelamatkan kalian dari
neraka. ”[5]
Kepala rumah tangga (ayah)
yang membiarkan perbuatan
maksiat pada keluarganya itulah
yang disebutkan dalam hadits
sebagai ad dayyuts. Dalam hadits
riwayat An Nasai, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺛﻠﺎﺛﺔ ﻟﺎ ﻳﻨﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺍﻟﻌﺎﻕ ﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺘﺮﺟﻠﺔ
ﻭﺍﻟﺪﻳﻮﺙ
“Tiga orang yang tidak akan
dilihat oleh Allah ‘azza wa jalla
pada hari kiamat yaitu: (1) orang
yang durhaka pada orang tua,
(2) wanita yang menyerupai laki-
laki, (3) ad dayyuts. ”[6]Ad
dayyuts adalah seorang suami
atau bapak yang membiarkan
terjadinya perbuatan buruk
dalam keluarganya. [7]
Apalagi jika kita menilik
tembang-tembang itu sendiri
termasuk perbuatan mungkar
dan maksiat sebagaimana
disepakati oleh para ulama
madzhab. Ibnu Taimiyah
rahimahullah mengatakan,
“ Tidak ada satu pun dari empat
ulama madzhab yang berselisih
pendapat mengenai haramnya
alat musik. ”[8] Ibnu Mas’ud
mengatakan, “Nyanyian
menumbuhkan kemunafikan
dalam hati sebagaimana air
menumbuhkan sayuran. ”[9]
Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata,
“Nyanyian adalah suatu hal yang
sia-sia yang tidak kusukai karena
nyanyian itu adalah seperti
kebatilan. Siapa saja yang sudah
kecanduan mendengarkan
nyanyian, maka persaksiannya
tertolak. ”[10]
Semoga Allah memperbaiki
keadaan remaja saat ini untuk
kembali taat pada Allah dan juga
memberi taufik pada setiap
orang tua untuk memperhatikan
anak-anak mereka dalam
ketaatan.
Wallahu waliyyut taufiq.
My best friend request
(Amrullah), finished @
Panggang-Gunung Kidul, 20
Jumadal Ula 1432 H (23/04/2011)
Artikel www.remajaislam.com
[1] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal
Hikam, hal. 225.
[2] HR. Al Hakim dalam Al
Mustadroknya, dikatakan oleh
Adz Dzahabiy dalam At Talkhish
berdasarkan syarat Bukhari-
Muslim. Hadits ini dikatakan
shohih oleh Syaikh Al Albani
dalam Al Jami ’ Ash Shogir
[3] HR. Thobroni dalam Ash
Shogir dan Al Awsath. Perowinya
adalah perowi yang shahih
kecuali Muhammad bin Maimun
Al Khiyath, namun ia
ditsiqohkan. Lihat Majma ’ Az
Zawaid no. 18021.
[4] HR. Bukhari no. 3688.
[5] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,
14/58.
[6] HR. An Nasai no. 2562 dan
Ahmad 2/134. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini
hasan shahih. Syaikh Syu ’aib Al
Arnuth mengatakan bahwa
sanad hadits ini hasan.
[7] Fathul Bari, 10/406.
[8] Majmu’ Al Fatawa,
11/576-577.
[9] Lihat Talbis Iblis, Ibnul Jauzi,
hal. 289, Darul Kutub Al ‘Arobi,
cetakan pertama, 1405 H
[10] Lihat Talbis Iblis, 283.

Pilih Ganteng atau Taqwa,,??

By: Ria Fariana
Irfan Bachdim, Justin Beiber,
Keanu Reeves, Tom Cruise,
Leonardo de Caprio, Dude
Herlino, dan masih banyak
deretan nama cowok lainnya.
Kata banyak orang, mereka
cakep, ganteng, tampan bin
kasep. Kok kata orang? Karena
apa yang menurut kata orang
banyak, belum tentu saya
sependapat dengan mereka.
Suka-suka donk!
Semua nama tersebut adalah
deretan selebritis yang terkenal
di bidangnya masing-masing.
Dari semua nama tersebut,
hanya Irfan Bachdim saja yang
background-nya adalah sepak
bola. Selebihnya adalah
kalangan artis dan bintang
sinetron/film. Tak heran, karena
bidang ini (baca: entertainment)
memang mengharuskan wajah
cakep sebagai modal utama bila
ingin terkenal.
Kalau yang tak punya wajah
cakep, gimana donk? Kalau
nekad pingin terkenal di dunia
selebritis, tanpa modal cakep
dan body seksi maka kamu
harus punya kebalikannya.
Apaan tuh? Sorry, gak tega
bener sebetulnya mau bilang
kalo kebalikan wajah cakep
adalah wajah (maaf) ancur. Coba
aja kamu perhatikan nama-nama
semisal Mandra dan Tukul.
Mereka selalu mentertawakan
diri sendiri dengan banyolan
yang intinya pengakuan bahwa
wajah mereka sendiri jauh dari
harapan (akhirnya bisa nemu
padanan kata yg sopan untuk
istilah wajah ancur hehehe).
Tapi ngemeng-ngemeng (baca:
ngomong-ngomong), apakah
wajah cakep atau ganteng itu
segitu pentingnya sih buat
manusia terutama remaja seusia
kamu? Apakah tak ada faktor
lain yang bisa dilihat dari seorang
cowok selain tampilan fisiknya
semata?
Ganteng, penting nggak sih?
Bisa dipastikan hampir 100% dari
kamu menjawab PENTING. Biar
bagaimanapun, hal pertama
yang bakal diperhatikan orang
adalah wajah dan penampilan.
So pasti, kamu bakal bangga
kalo berdampingan dengan
cowok cakep dibandingkan
dengan cowok jelek. Diajak
jalan-jalan oke, dikenalkan ke
teman-teman bangga, diajak
kondangan bisa nambah PD.
Kayaknya asyik banget punya
pendamping yang ganteng abis.
Masalahnya, definisi ganteng itu
yang kayak gimana sih? Apakah
yang kayak Kaenu Reeves? Atau
Tom Cruise, Irfan Bachdim,
Teuku Wisnu, atau siapa pun itu
yang biasa nongol di TV karena
modal tampangnya dianggap
oke punya?
Ternyata ganteng menurut kamu
belum tentu sama menurut
temanmu. Begitu juga ganteng
menurut saya, belum tentu
kamu sependapat juga. Jadi
sebetulnya, semua cowok itu
ganteng, sama kayak semua
cewek itu cantik. At least,
menurut ibu bapak masing-
masing. Coba mana ada ortu
yang nyesel punya anak karena
wajah anaknya jelek trus malah
muji-muji anak tetangga? Kalo
pun ada itu ortu yang menghina
diri sendiri namanya hehehe…
Back to topic, tentang ganteng
tidaknya seorang cowok. Tak ada
standar baku rumus
kegantengan seseorang itu.
Artinya, cakep itu relatif dan
jelek itu mutlak hehehe…just
kidding. Maksudnya, gak usah
jutek kalo pendapat kalian
berbeda satu sama lain untuk
menilai kegantengan seorang
cowok. Udah deh, yakin aja
bahwa cowok yang paling
ganteng saat ini adalah bapak
kamu. Hayoo…berani gak kamu
bilang bapak kamu gak ganteng?
Ibumu aja sampe kesengsem dan
mau nikah kok sama beliau.
Cowok ganteng berikutnya
adalah yang jadi suami kamu
kelak. Ya iyalah, gak mungkin
banget suami kamu cantik kan?
Jadi gak usah kurang kerjaan
sekarang ini dengan membikin
tabel kegantengan seseorang.
Biarpun ganteng, toh mereka
juga gak kenal sama kamu. Lebih
parah lagi adalah apabila
ganteng cuma wajah tapi
kelakuan naudzubillah. Idih…
enggak banget!
....Meskipun ganteng itu
penting tapi jangan sampai
kamu melupakan faktor
lain semisal kualitas otak
dan akhlak seseorang....
Jadi meskipun ganteng itu
penting tapi jangan sampai kamu
melupakan faktor lain semisal
kualitas otak dan akhlak
seseorang. Menjadi ganteng tak
bisa dipilih, tapi mempunyai otak
dan akhlak yang berkualitas itu
adalah pilihan yang harus
melalui proses tertentu untuk
mencapainya. Dan factor inilah
yang lebih pantas mendapat
apresiasi dibandingkan wajah
rupawan yang tak ada upaya
apa pun dilakukan untuk
meraihnya.
Ganteng bukan jaminan
Kamu tahu Mas Nunu alias
Keanu Reeves yang main film
Speed dan The Matrix? Cewek
mana yang gak kesengsem sama
kegantengan nih cowok? Tapi
tahukah kamu kalo Mas Nunu
ini ternyata hombreng alias
homo alias lagi dia suka dengan
sesama cowok dan melakukan
hubungan seksual juga dengan
cowok. Hiii….kucing cowok aja
juga males banget naksir sesama
kucing cowok. Lha ini manusia
yang punya akal, lha kok malah
jeruk makan jeruk!
Irfan Bachdim, seantero rakyat
Indonesia tersepona (baca:
terpesona) wajah gantengnya
yang kebetulan dikombinasikan
dengan skill pintar menggiring
bola. Tapi tahukan kamu selera
cewek yang menjadi pacar si
Irfan ini? Jennifer Kurniawan,
pacar si Irfan Bachdim ini
berprofesi sebagai model semi
telanjang yaitu hanya memakai
pakaian dalam.
Ganteng ternyata bukan jaminan
untuk melihat kualitas seseorang.
Ganteng adalah tampilan fisik
yang seringkali mengecoh
banyak orang untuk perbuatan
buruk di baliknya. Ganteng
adalah sebuah anugrah fisik
yang sudah ‘given’ alias takdir
dari Allah. Seseorang gak bakal
bisa memilih punya wajah cakep
seperti Nabi Yusuf misalnya.
Apapun kondisi fisik kita,
mancung tidaknya hidung kita,
memble tidaknya bibir kita, lentik
tidaknya bulu mata itu adalah
sesuatu yang tidak bisa dipinta.
Lagipula tak bakal ada hisab atas
diri manusia hanya karena
wajahnya nggak ganteng dan
hidungnya pesek.
....Ganteng ternyata bukan
jaminan untuk melihat
kualitas seseorang. Apalagi,
kegantengan seseorang itu
tidak abadi....
Masih banyak contoh kasus lain
yang menunjukkan bahwa
kegantengan seseorang itu tidak
abadi. Selayaknya harta yang
cuma barang titipan,
kegantengan seseorang itu Cuma
pinjaman dan amanah dari Allah
untuk dijaga dengan baik.
Karena Cuma barang pinjaman,
maka bila sewaktu-waktu yang
punya barang meminta hak-Nya
kembali maka kita semua harus
siap. Dan bila kegantengan ini
yang dijadikan acuan untuk
memilih pendamping maka siap-
siap saja kamu akan kecewa
selayaknya istri Gugun tersebut.
Namun bila kualitas diri dan
keimanan seseorang yang
dijadikan pilihan, maka ketika
ketampanan itu direnggut oleh
penyakit atau takdir yang lain,
maka tak akan mudah seseorang
itu berpaling.
Don’t judge a book by its cover,
kata orang bule. Jangan menilai
sesuatu hanya dari tampilan
luarnya saja, itu terjemahan
bebasnya. Orang bertampang
jauh dari ganteng, belum tentu
hati dan akhlaknya tidak
seganteng wajahnya. Begitu juga
sebaliknya. Betapa banyak di
luar sana, laki-laki yang
memanfaatkan kegantengannya
untuk menipu para gadis pemuja
fisik semata. Si gadis dirayu
dengan pesona fisik yang
dimilikinya kemudian dinodai dan
dicampakkan. So, berhati-hatilah
kamu dengan tampilan ganteng
namun kelakuan tak seganteng
wajahnya itu.
Takwa adalah utama
Waktu saya masih ABG dulu
(cie...serasa udah uzur nih
jadinya hehehe:P) saya sudah
punya standar ganteng
tersendiri. Biar kata semua
teman bilang si A ganteng, saya
bertahan dengan pendapat saya
bahwa si B lebih ganteng
daripada si A. Itu karena sedari
remaja saya tumbuh menjadi
sosok yang punya prinsip.
Ganteng menurut saya adalah
sosok cowok yang cerdas dan
luas wawasannya. Biar kata
kayak Keanu Reeves atau Tom
Cruise tapi kalo diajak ngomong
tulalit, dia jadi gak ganteng blas
di mata saya. Begitu sebaliknya,
biar kata dia wajahnya kayak
Tukul tapi kalo tuh cowok
cerdas, luas wawasan, aktif
organisasi, baik, suka menolong,
prilaku sopan dan terpuji, maka
cowok kayak gini yang jauh lebih
oke dibandingkan yang pertama
tadi. Seiring pemahaman Islam
yang makin bagus, saya punya
syarat mutlak bagi cowok untuk
dibilang ganteng. Apakah itu?
Yaitu nurut sama Allah dan
Rasul-Nya alias bertakwa.
Disebutkan dalam surat At-
Taubah 30-31 bahwa seorang
budak yang hitam legam tapi
beriman jauh lebih baik daripada
orang kafir meskipun wajahnya
rupawan. Udah deh, nurut sama
petunjuk Allah ini dijamin
bahagia dunia akhirat. Betapa
banyak mereka yang mempunyai
pendamping berwajah rupawan
tapi keluarganya malah hancur
berantakan. Inilah akibatnya
apabila sebuah amal tidak
dilandasi dengan ketakwaan tapi
hanya berdasar hawa nafsu
semata.
Nah, karena kamu-kamu
sekarang masih sibuk sekolah
gak usah sok sibuk mikirin cowok
ganteng. Belajar aja yang rajin
karena jodoh sudah ada yang
ngatur. Kalo untuk urusan
ngefans, pilih sosok yang emang
pantas untuk difans-i. Jangan
sembarangan karena
sesungguhnya seseorang itu
bersama dengan yang dicintai.
Males banget kan kalo ternyata
kamu salah memilih idola trus
idolamu itu masuk neraka dan
kamu ikut nyebur ke dalamnya.
Hiii..nggak keren jadinya!
....Takwa adalah standar
setiap muslim dan mukmin
yang memang peduli
terhadap urusan dirinya
baik dunia dan
akhiratnya....
Takwa adalah standar setiap
muslim dan mukmin yang
memang peduli terhadap urusan
dirinya baik dunia dan
akhiratnya. Gak asal ikut-ikutan
saja tanpa tahu kenapa ngefans
sama si ini dan si itu. Karena
sungguh, setiap amal baik itu
perbuatan ataupun perkataan
dan yang terbersit di dalam hati
manusia, semua akan dimintai
pertanggungjawaban nanti di
hadapan Allah.
Energi masa mudamu lebih baik
disalurkan untuk hal-hal yang
jauh lebih berguna daripada
ngefans sama sosok-sosok
ganteng tapi gak jelas kualitas
otak, akhlak apalagi imannya.
Misalnya saja, ngefans sama
pejuang di Palestina sana yang
berusaha mengusir Israel
penjajah. Ngefans dengan
mereka yang getol beramar
makruf nahi mungkar demi
tegaknya Islam di muka bumi.
Dan tentunya ngefans di atas
semua itu ditujukan pada
Rasulullah Muhammad SAW dan
seluruh keluarga dan para
sahabatnya. Dijamin surga semua
tuh. Gak rugi pokoknya kalo
kamu ngefans sama sosok yang
tepat seperti itu.
Jadi, mulai sekarang jatuhkan
pilihanmu pada pilihan yang
tepat ya. Lebih baik memilih
ganteng tapi bertakwa daripada
sudahlah tak ganteng tak
bertakwa lagi. Aduh…rugi
kuadrat tuh. Intinya, factor
takwa harus menjadi prioritas
dibandingkan kegantengan
ketika kamu ngefans pada
seseorang atau memilih
pendamping kelak. Muslimah
smart so pasti tak akan salah
pilih. Pasti itu! [voa-islam.com]

Jumat, 22 April 2011

Batasan Pergaulan Antara Pria dan Wanita

Al-Hamdulillah, segala puji bagi
Allah. Shalawat dan salam untuk
Rasulullah, beserta keluarga,
para sahabat dan orang yang
loyal kepadanya.
Islam menetapkan beberapa
kriteria syar'i pergaulan antara
laki-laki dan perempuan untuk
menjaga kehormatan,
melindungi harga diri dan
kesuciannya. Kriteria syar'i itu
juga berfungsi untuk mencegah
perzinahan dan sebagai tindakan
prefentif terjadinya kerusakan
masal. Di antaranya, Islam
mengharamkan ikhtilath
(bercampur laki-laki dan
perempuan dalam satu tempat)
dan khalwat (berduaan antara
laki-laki dan perempuan),
memerintahkan adanya sutrah
(pembatas) yang syar'i dan
menundukkan pandangan,
meminimalisir pembicaraan
dengan lawan jenis sesuai
dengan kebutuhan, tidak
memerdukukan dan
menghaluskan perkataan ketika
bercakap dengan mereka, dan
keriteria lainnya. Perkara-perkara
ini, menjadi kaidah yang penting
untuk kebaikan semuanya. Tidak
seperti ocehan para penyeru
ikhtilath, sesunguhnya perkara
ini berbeda antara satu dengan
lainnya, atau satu kebudayaan
dengan lainnya, dan pengakuan
lainnya yang tidak sesuai dengan
kenyataan dan realita.
Interaksi dan komunikasi antara
laki-laki dan perempuan
sebenarnya boleh-boleh saja,
dengan syarat wanitanya tetap
mengenakan hijabnya, tidak
memerdukan suaranya, dan
tidak berbicara di luar
kebutuhan. Adapun jika
wanitanya tidak menutup diri
serta melembutkan suaranya,
mendayu-dayukannya, bercanda,
bergurau, atau perbuatan lain
yang tidak layak, maka
diharamkan. Bahkan bisa
menjadi pintu bencana, kuburan
penyesalan, dan menjadi
penyebab terjadinya banyak
kerusakan dan keburukan.
Wajib berhati-hati, karena syetan
terkadang menipu seseorang
dengan merasa agamanya kuat
tidak terpengaruh dengan
percakapan itu. Padahal dia
sedang terjerumus pada jerat
kebinasaan dan berada di atas
jalan kesesatan. Realita adalah
saksi terbaik. Betapa banyak
orang menentang petunjuk Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam
dengan melanggar larangannya
akhirnya ia tercampak di atas
keburukan.
Barangsiapa yang tidak memiliki
hajat untuk berinteraksi dengan
lawan jenis, maka menjauhinya
lebih baik dan selamat. Jika ada
kebutuhan, wajib bagi semua
kaum muslimin untuk menetapi
ketentuan syar'i, di antaranya:
1. Ghadlul Bashar
(menundukkan pandangan)
berdasarkan firman Allah Ta'ala:
ﻗﻞ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﻐﻀﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ
ﻭﻳﺤﻔﻈﻮﺍ ﻓﺮﻭﺟﻬﻢ ﺫﻟﻚ ﺃﺯﻛﻰ ﻟﻬﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﺧﺒﻴﺮ ﺑﻤﺎ ﻳﺼﻨﻌﻮﻥ
"Katakanlah kepada orang laki-
laki yang beriman: "Hendaklah
mereka menahan
pandangannya, dan memelihara
kemaluannya; yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka
perbuat." (QS. An-Nuur: 30)
2. Tidak berduaan dengan
wanita asing (bukan mahram
dan bukan istrinya).
Dalam Shahihul Bukhari, dari
Ibnu Abbas radliyallah 'anhu,
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda:
ﻻ ﻳﺨﻠﻮﻥ ﺭﺟﻞ ﺑﺎﻣﺮﺃﺓ ﺇﻻ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﺫﻭ ﻣﺤﺮﻡ
"Tidak boleh seorang laki-laki
berduaan dengan seorang
wanita kecuali dia (wanita tadi)
ditemani mahramnya."
3. Berusaha agar tidak
ikhtilath dengan gadis yang
bisa menyebabkan fitnah.
Dari Abu Sa'id bin Musayyib'd al-
Khudri radliyallah 'anhu, bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
ﺇﻥ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﻠﻮﺓ ﺧﻀﺮﺓ، ﻭﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
ﻣﺴﺘﺨﻠﻔﻜﻢ ﻓﻴﻬﺎ، ﻓﻴﻨﻈﺮ ﻛﻴﻒ ﺗﻌﻤﻠﻮﻥ،
ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Sesungguhnya dunia itu manis
dan indah. Allah menjadikan
kalian berkuasa atasnya, untuk
melihat apa yang kalian perbuat.
Bertakwalah terhadap dunia
dan wanita." (HR. Muslim).
Dalam Shahihain, dari Usamah,
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda :
ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺖ ﺑﻌﺪﻱ ﻓﺘﻨﺔ ﺃﺿﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ
ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Tidak lah aku tinggalkan suatu
fitnah yang lebih berbahaya bagi
laki-laki daripada fitnah wanita."
4. Tidak bersalaman dengan
wanita yang bukan mahram,
karena diharamkan.
Dalam Al-Mu'jam Al-Kabir milik
Imam Ath-Thabrani, dari Ma'qil
bin Yasar berkata, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
bersbda:
ﻟﺄﻥ ﻳﻄﻌﻦ ﻓﻲ ﺭﺃﺱ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺑﻤﺨﻴﻂ ﻣﻦ
ﺣﺪﻳﺪ ﺧﻴﺮ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﺲ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻻ ﺗﺤﻞ
ﻟﻪ
“Andaikata kepala salah seorang
dari kalian ditusuk dengan jarum
besi, itu lebih baik baginya
daripada menyentuh wanita yang
tidak halal baginya. ”
5. Allah telah
memerintahkan beberapa
adab yang agung kepada para
istri Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam dan segenap wanita
umat ini masuk di dalamnya.
ﻓﻠﺎ ﺗﺨﻀﻌﻦ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻓﻴﻄﻤﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ
ﻣﺮﺽ ﻭﻗﻠﻦ ﻗﻮﻟﺎ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ
"Maka janganlah kamu tunduk
dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya, dan
ucapkanlah perkataan yang
baik."(QS. Al-Ahzab: 32)
Dalam ayat itu, Allah Ta'ala
mengabarkan bahwa hati yang
sakit tidak bisa bertahan dan
bersabar diri dari sebab kecil
yang mengundang keharaman,
walau hanya suara yang halus
dan lembut. Karena sudah
menjadi sarana keharaman maka
dilarang, mereka diwajibkan
untuk tidak melembutkan
perkataan ketika berbicara
dengan laki-laki. Karena sarana
memiliki hukum seperti tujuan.
(PurWD/islamway)
*Tulisan Syaikh Khalid Abdul
Mun'im Rifa'i

Umat Muslim Haram Merayakan Valentine's Day

Oleh: Ust. Zen Yusuf Al
Choodlry
Fenomena perayaan Valentine's
Day tidaklah terlalu asing di
beberapa kota besar di
Indonesia, seperti Jakarta,
Bandung, Surabaya, Yogyakarta,
dan kota-kota lainnya. Para
remaja, walau baru kelas satu
SMP, sudah mengenal budaya
setan ini. Mereka biasa
merayakannya dengan
mengadakan lomba saling
merayu antara lawan jenis, saling
memberikan bunga dan hadiah
kepada pacarnya, mengadakan
pesta musik yang terkadang
disertai minuman keras tanpa
mempedulikan terjadinya
percampuran pria dan wanita
non-mahram. Bahkan, acara ini
oleh mereka dijadikan ajang
untuk mengekspresikan hawa
nafsu kepada lawan jenis,
misalnya mencium pipi,
memegang tangan, sampai
melakukan perbuatan yang
kelewat batas, naudzu billahi min
dzalik. Lucunya, perayaan ini pun
rupanya tidak hanya dilakukan
oleh anak muda. Bapak-bapak,
Ibu-ibu, dan tante-tante pun
tidak ketinggalan 'bertaklid'
merayakan budaya sesat ini.
Lebih memprihatinkan lagi,
budaya ini telah menjarah
remaja Islam, remaja yang
diwanti-wanti oleh Nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam untuk selalu mengikat
perilakunya dengan ajaran Islam
dan tidak membebek kepada
cara hidup orang kafir, malah
larut dalam perayaan jahiliah ini
dengan meninggalkan akidah
Islam.
Budaya perayaan
Valentine's Day telah
menjarah remaja
Islam . . .membebek
kepada cara hidup orang
kafir dalam perayaan
jahiliah ini dengan
meninggalkan akidah Islam.
Mereka yang melakukan
perayaan ini berdalih dengan
kasih sayang. Padahal, pesta
semalam suntuk dalam rangka
ber-Valentine's Day diikuti
dengan perbuatan dan tindakan
yang bertentangan dengan
moral dan agama (khususnya
agama Islam) tidak akan
melahirkan kasih sayang yang
sejati. Kasih sayang yang
dilahirkannya hanyalah kasih
sayang semu dan palsu. Bukan
kasih sayang, mungkin lebih
tepat disebut hawa nafsu.
Ber-Valentine's Day
tidak akan melahirkan
kasih sayang yang sejati. . .
Bukan kasih sayang,
mungkin lebih tepat
disebut hawa nafsu.
Sejarah Singkat Valentine's
Day
Valentin, atau Valentinus yang di
Indonesia beberapa waktu
terakhir ini mulai dipopulerkan
secara luas dengan istilah
Valentin (tanpa e atau huruf s)
sebetulnya nama seorang martir
(orang Kristen yang terbunuh
karena mempertahankan ajaran
agama yang dianutnya). Valentin
yang sebenarnya adalah nama
seorang tokoh agama Kristen
yang karena kesalehan dan
kedermawanannya diberi gelar
Saint atau Santo disingkat
dengan St., yang mempunyai
tempat istimewa di dalam ajaran
agama ini. Panggilan atau gelar
ini dilekatkan pula kepada tokoh
Kristen yang lainnya, seperti St.
Paul, St. Peter, St. Agustine dan
sebagainya. St. hanya
dihubungkan dengan nama
seorang penganjur dan
pemimpin besar agama Kristen,
dan karena itu tidak dapat
diberikan kepada sembarang
pemeluk agama ini, yang tingkat
keagamaannya masih rendah.
St. Valentin ini karena
pertentangannya dengan Kaisar
CLAUDIUS II, penguasa Romawi
pada waktu itu, berakhir dengan
pembunuhan atas dirinya pada
abad ketiga, tepatnya pada
tanggal 14 Februari tahun 270
Masehi. Menurut kepercayaan
Kristen, kematian Valentin ini
dikategorikan martir membela
agamanya, sebagaimana orang
Islam menyebut syahid bagi
seorang muslim yang terbunuh
di medan jihad.
Kematian yang tragis, kesalehan,
dan kedermawanan Valentin ini
tidak dapat dilupakan oleh para
pengikutnya di belakang.
Valentine dijadikan simbol bagi
ketabahan, keberanian, dan
kepasrahan seorang Kristen
menghadapi kenyataan
hidupnya. Namanya dipuja dan
diagungkan dan hari
kematiannya diperingati oleh
pengikutnya dalam setiap
upacara keagamaan yang
dianggap sesuai dengan peristiwa
tragis itu. Upacara peringatan
yang pada mulanya bersifat
religius itu dimulai pada abad
ketujuh Masehi dan berlangsung
sampai abad keempat belas, dan
setelah abad itu signifikansi
keagamaannya mulai hilang dan
tertutup oleh upacara dan
ceremony yang non-agamis.
Hari Valentin, sebagaimana
dikatakan di atas, adalah hari
kematian Valentine yang
kemudian diperingati oleh para
pengikutnya setiap tanggal 14
Februari. Kemudian hari
Valentine ini dihubungkan pula
dengan pesta atau perjamuan
kasih sayang bangsa Romawi
kuno yang disebut supercalia
yang biasanya jatuh pada tanggal
15 Februari. Setelah orang
Romawi masuk Kristen, maka
pesta supercalia itu secara
religius dikaitkan dengan
kematian atau upacara kematian
St. Valentine.
Penerimaan Valentine sebagai
model kasih sayang tulus diduga
seperti berasal dari kepercayaan
orang Eropa, bahwa masa kasih
sayang mulai bersemi bagi
burung jantan dan burung
betina pada tanggal 14 Februari
setiap tahunnya. Perkiraannya
atau kepercayaannya ini lalu
berkembang menjadi pengertian
umum bahwa sebaiknya pihak
pemuda mencari seorang
pemudi (wanita) untuk
menjadikan pasangannya dan
sebaliknya pada tanggal
tersebut. Bersamaan dengan itu,
mereka menyarankan untuk
saling tukar tanda mata atau
cadeau (kado) sebagai lambang
terbinanya kasih sayang di antara
mereka. Namun, Valentine ini
lebih dipopularkan lagi oleh
orang-orang Amerika dalam
bentuk greeting card (kartu
ucapan selamat) terutama sejak
berakhirnya Perang Dunia I.
Valentine ini lebih
dipopularkan lagi oleh
orang-orang Amerika
dalam bentuk greeting
card (kartu ucapan
selamat) terutama sejak
berakhirnya Perang Dunia
I.
Hukum Merayakan Valentine's
Day
Keinginan untuk ikut-ikutan
memang ada dalam diri manusia,
akan tetapi hal tersebut menjadi
tercela dalam Islam apabila
orang yang diikuti berbeda
dengan kita dari sisi keyakinan
dan pemikiran. Apalagi, bila
mengikuti dalam perkara akidah,
ibadah, syiar dan kebiasaan.
Padahal, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam telah melarang
untuk mengikuti tata cara
peribadatan selain Islam, artinya,
"Barang siapa meniru suatu
kaum, maka ia termasuk dari
kaum tersebut." (HR At-Tirmizi).
Abu Waqid meriwayatkan,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam saat keluar menuju
Perang Khaibar, beliau melewati
sebuah pohon milik orang-orang
musyrik, yang disebut dengan
Dzaatu Anwaath, biasanya
mereka menggantungkan
senjata-senjata mereka di pohon
tersebut. Para sahabat berkata,
'Wahai Rasulullah, buatkan
untuk kami Dzaatu Anwaath,
sebagaimana mereka mempunyai
Dzaatu Anwaath.' Maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, 'Maha Suci
Allah, ini seperti yang diucapkan
kaum Nabi Musa, 'Buatkan
untuk kami tuhan sebagaimana
mereka mempunyai tuhan-
tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di
tangan-Nya, sungguh kalian
akan mengikuti kebiasaan orang-
orang yang ada sebelum
kalian'." (HR At-Tirmizi, ia
berkata, hasan sahih).
Berkasih-sayang versi valentinan
ini haruslah diketahui terlebih
dahulu hukumnya, lalu
diputuskan apakah akan
dilaksanakan atau ditinggalkan.
Dengan melihat dan memahami
asal-usul serta fakta pelaksanaan
Valentine's Day, sebenarnya
perayaan ini tidak ada sangkut
pautnya sedikit pun dengan
corak hidup seorang muslim.
Tradisi tanpa dasar ini lahir dan
berkembang dari segolongan
manusia (kaum/bangsa) yang
hidup dengan corak yang sangat
jauh berbeda dengan corak
hidup berdasarkan syariat Islam
yang agung.
Sangat jelas bahwa Valentine
Day adalah budaya orang kafir,
yang kita (umat Islam) dilarang
untuk mengambilnya. Kita
dilarang menyerupai budaya
yang lahir dari peradaban kaum
kafir, yang jelas-jelas
bertentangan dengan akidah
Islam. Sungguh, ikut merayakan
hari valentin adalah tindakan
haram dan tercela.
Valentine Day adalah
budaya orang kafir, yang
kita (umat Islam) dilarang
untuk mengambilnya.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah
rahimahullah berkata,
"Memberikan ucapan selamat
terhadap acara ritual orang kafir
yang khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa perbuatan
tersebut haram. Semisal
memberi selamat atas hari raya
dan puasa mereka, dengan
mengucapkan, "Selamat hari
raya" dan sejenisnya. Bagi yang
mengucapkannya, kalaupun
tidak sampai pada kekafiran,
paling tidak itu merupakan
perbuatan haram. Berarti ia
telah memberi selamat atas
perbuatan mereka yang
menyekutukan Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Bahkan, perbuatan
tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala
dan lebih dimurkai daripada
memberi selamat atas perbuatan
minum khamar atau membunuh.
Banyak orang yang terjerumus
dalam suatu perbuatan tanpa
menyadari buruknya perbuatan
tersebut. Seperti orang yang
memberi selamat kepada orang
lain atas perbuatan maksiat,
bid'ah, atau kekufuran. Padahal,
dengan itu ia telah menyiapkan
diri untuk mendapatkan
kemarahan dan kemurkaan
Allah Subhanahu wa Ta'ala."
. . . Memberikan ucapan
selamat terhadap acara
ritual orang kafir yang
khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa
perbuatan tersebut
haram . . . .
Syekh Muhammad bin Shaleh
Al-Utsaimin ketika ditanya
tentang Valentine's Day
mengatakan, "Merayakan hari
Valentine itu tidak boleh, karena
alasan berikut. Pertama, ia
merupakan hari raya bid'ah yang
tidak ada dasar hukumnya di
dalam syariat Islam. Kedua, ia
dapat menyebabkan hati sibuk
dengan perkara-perkara
rendahan seperti ini yang sangat
bertentangan dengan petunjuk
para salaf saleh (pendahulu
kita)--semoga Allah meridhai
mereka. Maka, tidak halal
melakukan ritual hari raya
mereka, baik dalam bentuk
makan-makan, minum-minum,
berpakaian, saling tukar hadiah,
ataupun lainnya. Hendaknya
setiap muslim merasa bangga
dengan agamanya, tidak menjadi
orang yang tidak mempunyai
pegangan dan ikut-ikutan.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala melindungi kaum muslimin
dari segala fitnah (ujian hidup)
yang tampak ataupun yang
tersembunyi, dan semoga
meliputi kita semua dengan
bimbinga-Nya."
Mengekornya kaum muslimin
terhadap gaya hidup orang kafir
akan membuat mereka senang
dan dapat melahirkan kecintaan
dan keterikatan hati. Allah
berfirman (yang artinya), "Hai
orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpinmu;
sebagian mereka adalah
pemimpin bagi sebagian yang
lain. Barang siapa di antara
kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim." (QS.
Al-Maidah: 51).
"Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari Akhirat,
saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-
Mujadilah: 22)
Mengekornya kaum
muslimin terhadap gaya
hidup orang kafir akan
membuat mereka senang
dan dapat melahirkan
kecintaan dan keterikatan
hati.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala senantiasa menjadikan
hidup kita penuh dengan
kecintaan dan kasih sayang yang
tulus, yang menjadi jembatan
untuk masuk ke dalam surga
yang hamparannya seluas langit
dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita
termasuk dalam golongan
orang-orang yang disebutkan
dalam hadis Qudsi, Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman
yang artinya, "Kecintaan-Ku
adalah bagi mereka yang saling
mencintai karena Aku, saling
berkorban karena Aku, dan yang
saling mengunjungi karena
Aku." (HR Ahmad). Wallahu
a'lam.
Sumber:
1. The standart International
Dictionary, jilid 18 halaman 5090.
The Encyclopedia Americana, jilid
27 halaman 859. (dari
www.isnet.org/archive-milis/
archive99).
2. Valentine's Day Bukan Ajaran
Islam, Drs. Nur'i Yakin Mch, SH,
M.Hum.
3. www.alsofwah.or.id
4. www.hidayatullah.com
[PurWD/voa-islam.com]

Kalo Sudah Tau Kedudukan Sholat,,Masihkah Diremehkan

Oleh: Badrul Tamam
Wahai saudariku, aku yakin
bahwa engkau sudah
mengetahui hukum shalat lima
waktu. Ia adalah kewajiban yang
Allah turunkan dari atas langit
ke tujuh. Ia merupakan rukun
kedua dari rukun Islam yang
lima, rukun Islam amali yang
paling besar sesudah dua kalimat
syahadat.
Shalat memiliki kedudukan yang
tinggi di antara macam-macam
ibadah dalam Islam. Bahkan
kedudukannya tidak bisa disamai
dengan ibadah selainnya. Shalat
adalah tiang agama yang tidak
bisa tegak dien ini tanpanya.
Allah telah memerintahkannya
sesudah perintah
mentauhidkanNya. Firman Allah
Ta’ala:
ﻭﻣﺎ ﺃﻣﺮﻭﺍ ﺇﻟﺎ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺨﻠﺼﻴﻦ ﻟﻪ
ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺣﻨﻔﺎﺀ ﻭﻳﻘﻴﻤﻮﺍ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﻳﺆﺗﻮﺍ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ
ﻭﺫﻟﻚ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ
“Padahal mereka tidak disuruh
kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama dengan
lurus, dan supaya mereka
mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang
lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Shalat juga menjadi ciri khas
utama bagi kaum mukminin dan
mukminat, Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman:
ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻮﻥ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ
ﺑﻌﺾ ﻳﺄﻣﺮﻭﻥ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﻳﻨﻬﻮﻥ ﻋﻦ
ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻭﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﻳﺆﺗﻮﻥ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ
ﻭﻳﻄﻴﻌﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺳﻴﺮﺣﻤﻬﻢ
ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰﻳﺰ ﺣﻜﻴﻢ
“Dan orang-orang yang beriman,
lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah)
menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang
makruf, mencegah dari yang
mungkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, dan mereka
taat kepada Allah dan Rasul-
Nya. Mereka itu akan diberi
rahmat oleh Allah;
sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)
Allah juga berfirman tentang
orang yang menyia-nyiakan
shalat, tidak memperhatikan
akan syarat dan rukunnya, tidak
menunaikan tepat pada
waktunya, serta sering
meninggalkannya;
ﻓﺨﻠﻒ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﺧﻠﻒ ﺃﺿﺎﻋﻮﺍ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ
ﻭﺍﺗﺒﻌﻮﺍ ﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﻓﺴﻮﻑ ﻳﻠﻘﻮﻥ ﻏﻴﺎ
“Maka datanglah sesudah
mereka, pengganti (yang jelek)
yang menyia-nyiakan shalat dan
memperturutkan hawa nafsunya,
maka mereka kelak akan
menemui kesesatan.” (QS.
Maryam: 59)
Hadits-hadits yang menunjukkan
akan keutamaannya sangat
banyak sekali. Diriwayatkan dari
Nabi SAW akan kekufuran orang
yang meninggalkan shalat
dengan sengaja melalui
sabdanya:
ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﺼﻼﺓ
“(Perbedaan) antara seorang
muslim dan kafir, (ketika)
meninggalkan shalat.” (HR.
Muslim)
Dan kaum wanita masuk dalam
hukum ini. Ada juga sabda Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam yang
lebih jelas menerangkan bahwa
orang yang meninggalkan satu
shalat saja dengan sengaja akan
menghapuskan amal shalihnya.
“Siapa yang meninggalkan shalat
‘Ashar, pasti amalnya
terhapus.” (HR. al-Bukhari)
Shalat adalah amalan yang
pertama kali akan dihisab
(dihitung) atas hamba pada hari
kiamat. Dari Abu Hurairah
radliyallahu ‘anhushallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
berkata: aku mendengar Nabi
“Sesungguhnya yang pertama
kali akan dihisab dari amal
hamba adalah shalat. Jika
shalatnya baik ia benar-benar
telah beruntung dan sukses. Dan
jika shalatnya rusak benar-benar
telah celaka dan merugi.” (HR.
at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).
Harapan
Setelah mengetahui hukum
shalat dan besarnya dosa orang
yang meninggalkannya. Maka
selayaknya, kaum muslimah
memperhatikan urusan shalat.
Jangan menelantarkannya
karena alasan aktifitas-aktifitas
yang lain.
Namun sebagian wanita
muslimah, baik ibu-ibu atau yang
masih gadis, sering meninggalkan
shalat karena kebodohannya
terhadap kedudukannya, atau
karena meremehkan dan
bermalas-malasan, atau terpaksa
meninggalkannya karena
kesibukan rumah tangga dan
mengurus anak-anaknya, alasan
pekerjaan, mengajar, dan alasan-
alasan lainnya. Kami memohon
kepada Allah untuk
melimpahkan hidayah dan
kebaikan untuk Anda wahai
saudariku kaum muslimah!

Peringatan Bagi yg Suka Meninggalkan Solat

Alhamdulillah, sehala puji bagi
Allah. Shalawat dan salam
semoga terlimpah kepada
Rasulullah, kelaurga dan para
sahabatnya.
Sesungguhnya shalat merupakan
perkara yang besar. Karena ia
merupakan tiang Islam dan
rukunnya yang paling utama
sesudah dua kalimat syahahadat.
Maka siapa yang menjaganya, ia
telah memelihara diennya. Dan
siapa yang meremehkan dan
meninggalkan shalat, ia terhadap
syariat Islam yang lain pasti lebih
meremehkan.
Allah Ta’ala telah
memerintahkan untuk
menunaikan shalat dan
menjaganya.
ﺣﺎﻓﻈﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﻭﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﺍﻟﻮﺳﻄﻰ
ﻭﻗﻮﻣﻮﺍ ﻟﻠﻪ ﻗﺎﻧﺘﻴﻦ
“Peliharalah segala shalat (mu),
dan (peliharalah) shalat wusthaa.
Berdirilah karena Allah (dalam
shalatmu) dengan
khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)
ﻭﺃﻗﻴﻤﻮﺍ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﺁﺗﻮﺍ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻭﺍﺭﻛﻌﻮﺍ ﻣﻊ
ﺍﻟﺮﺍﻛﻌﻴﻦ
“Dan dirikanlah shalat,
tunaikanlah zakat dan rukuklah
beserta orang-orang yang
rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
ﻭﻣﺎ ﺃﻣﺮﻭﺍ ﺇﻟﺎ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺨﻠﺼﻴﻦ ﻟﻪ
ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺣﻨﻔﺎﺀ ﻭﻳﻘﻴﻤﻮﺍ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﻳﺆﺗﻮﺍ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ
ﻭﺫﻟﻚ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ
“Padahal mereka tidak disuruh
kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama dengan
lurus, dan supaya mereka
mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang
lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman,
ﺍﺗﻞ ﻣﺎ ﺃﻭﺣﻲ ﺇﻟﻴﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺃﻗﻢ
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺇﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺗﻨﻬﻰ ﻋﻦ ﺍﻟﻔﺤﺸﺎﺀ
ﻭﺍﻟﻤﻨﻜﺮ
“Bacalah apa yang telah
diwahyukan kepadamu, yaitu Al
Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu
mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan
mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Dan ayat-ayat yang
membacarakan tentang shalat,
mengagungkannya, dan
menyuruh melaksanakannya
sangat banyak sekali.
Telah diriwayatkan dengan
shahih dari Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, beliau bersabda:
ﺭﺃﺱ ﺍﻟﺄﻣﺮ ﺍﻟﺈﺳﻠﺎﻡ ﻭﻋﻤﻮﺩﻩ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﺫﺭﻭﺓ
ﺳﻨﺎﻣﻪ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ
“Pokok segala urusan ialah
Islam, tiangnya adalah shalat,
dan puncaknya jihad di jalan
Allah.” (HR. Ahmad dan al-
Tirmidzi, beliau menilai sebagai
hadits Hasan shahih)
ﺑﻨﻲ ﺍﻟﺈﺳﻠﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺧﻤﺲ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺃﻥ ﻟﺎ ﺇﻟﻪ
ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻗﺎﻡ
ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﺇﻳﺘﺎﺀ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻭﺍﻟﺤﺞ ﻭﺻﻮﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ
“Islam dibangun di atas lima
pilar: Syahadat bahwa tidak ada
tuhan (yang hak) kecuali Allah
dan Muhammad adalah utusan
Allah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, berhaji ke
Baitullah, dan puasa
Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)
ﺍﻟﻌﻬﺪ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻴﻨﻨﺎ ﻭﺑﻴﻨﻬﻢ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻓﻤﻦ
ﺗﺮﻛﻬﺎ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ
“Perjanjian (yang membedakan)
antara kami dan mereka (orang-
orang kafir) adalah shalat.
Barangsiapa yang sengaja
meninggalkannya maka ia telah
menjadi kafir.” (HR. Ahmad dan
Ahlussunan)
ﺇﻥ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺍﻟﻜﻔﺮ ﺗﺮﻙ
ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ
“Sesungguhnya pembatas antara
seseorang dengan kekufuran
dan kesyirikan adalah
meninggalkan shalat.” (HR.
Muslim dari Jabir)
Maknanya, yang menghalanginya
dari menjadi kafir adalah selama
dia tidak meninggalkan shalat.
Maka apabila ia
meninggalkannya, tidak ada
pembatas antara dia dan
kesyirikan, bahkan ia telah
masuk ke dalamnya.
(Keterangan tambahan dari
Syarah Muslim li al-Nawawi)
Dan hadits-hadits tentang
masalah ini sangat banyak yang
semuanya menunjukkan
kufurnya orang yang
meninggalkan shalat walaupun ia
tidak menentang hukum
wajibnya. Ini merupakan
pendapat yang shahih (benar)
dalam masalah ini, berdasarkan
dalil yang menunjukkannya.
Maka apabila ia
meninggalkan shalat, tidak
ada pembatas antara dia
dan kesyirikan, bahkan ia
telah masuk ke dalamnya.
Adapun jika menentang wajibnya
shalat, maka ia dikafirkan
berdasarkan ijma’ para ulama
walaupun ia tetap shalat.
Sebabnya, karena ia
mendustakan Allah 'Azza wa
Jalla dan Rasul-Nya shallallahu
'alaihi wasallam. Dan siapa yang
meninggalkannya, maka tidak
sah puasa dan hajinya serta
ibadah-ibadahnya yang selain itu.
Karena kufur akbar
menghapuskan semua amal
shalih sebagaimana firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala:
ﻭﻣﻦ ﻳﻜﻔﺮ ﺑﺎﻟﺈﻳﻤﺎﻥ ﻓﻘﺪ ﺣﺒﻂ ﻋﻤﻠﻪ ﻭﻫﻮ
ﻓﻲ ﺍﻟﺂﺧﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺎﺳﺮﻳﻦ
“Barang siapa yang kafir sesudah
beriman (tidak menerima
hukum-hukum Islam) maka
hapuslah amalannya dan ia di
hari akhirat termasuk orang-
orang merugi.” (QS. Al-Maidah:
5)
ﻭﻟﻮ ﺃﺷﺮﻛﻮﺍ ﻟﺤﺒﻂ ﻋﻨﻬﻢ ﻣﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ
“Seandainya mereka
mempersekutukan Allah, niscaya
lenyaplah dari mereka amalan
yang telah mereka
kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88)
dan ayat-ayat semakna dengan
ini cukup banyak.
Maka perkara yang wajib bagi
seorang muslim dan muslimah,
menjaga shalat lima kali sehari
semalam sesuai dengan
waktunya, saling berpesan
dengan hal itu, dan
memperingatkan orang yang
meninggalkan dan
meremehkannya, atau yang
hanya meninggalkan
sebagiannya.
Adapun jika menentang
wajibnya shalat, maka ia
dikafirkan berdasarkan
ijma’ para ulama walaupun
ia tetap shalat. Sebabnya,
karena ia mendustakan
Allah 'Azza wa Jalla dan
Rasul-Nya shallallahu
'alaihi wasallam.
Bagi laki-laki, ia wajib menjaga
pelaksanaannya dengan
berjamaah di rumah-rumah
Allah 'Azza wa Jalla (masjid)
bersama saudara-saudaranya
(kaum muslimin) yang lain. Hal
ini berdasarkan sabda Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam,
“Siapa yang mendengar adzan
lalu tidak mendatanginya maka
tidak ada shalat baginya kecuali
karena ada udzur.” Dikatakan
kepada Ibnu Abbas radhiyallahu
'anhuma, “Apa yang dimaksud
udzur?” Beliau menjawab, “Takut
dan sakit.”
Dalam Shahih Muslim, dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu,
Ada seorang laki-laki buta
datang kepada Nabi shallallahu
'alaihi wasallam, lalu ia berkata:
Wahai Rasulullah, aku tidak
punya seorang yang
menuntunku ke masjid. Apakah
saya punya rukhshah
(keringanan) untuk shalat di
rumahku? Lalu Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda
kepadanya, “Apakah engkau
mendengar panggilan shalat?” Ia
menjawab, “Ya” Beliau bersabda,
“Kalau begitu, penuhilah
panggilan tersebut.” (HR.
Muslim, Nasai, dan lainnya)
Hadits yang agung ini
menunjukkan agungnya urusan
shalat berjama’ah bagi kaum
Adam, kewajiban menjaganya
dan tidak meremehkannya.
Sedangkan kebanyakan orang
meremehkan shalat Fajar
(Shubuh), ini merupakan dosa
dan kejahatan besar serta
menyerupai orang-orang
munafik. Maka wajib menjauhi
perilaku-perilaku tersebut, lalu
bersegera mendirikan shalat
pada waktunya dengan
berjama’ah bagi laki-laki
sebagaimana shalat-shalat
lainnya.
Allah Ta’ala berfirman,
ﺇﻥ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﻳﺨﺎﺩﻋﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺧﺎﺩﻋﻬﻢ
ﻭﺇﺫﺍ ﻗﺎﻣﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻗﺎﻣﻮﺍ ﻛﺴﺎﻟﻰ
ﻳﺮﺍﺀﻭﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻻ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﻗﻠﻴﻠﺎ
“Sesungguhnya orang-orang
munafik itu menipu Allah, dan
Allah akan membalas tipuan
mereka. Dan apabila mereka
berdiri untuk shalat mereka
berdiri dengan malas. Mereka
bermaksud riya (dengan shalat)
di hadapan manusia. Dan
tidaklah mereka menyebut Allah
kecuali sedikit sekali.” (QS. Al-
Nisa’: 142)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda,
ﺇﻥ ﺃﺛﻘﻞ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﺻﻠﺎﺓ
ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻭﺻﻠﺎﺓ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻭﻟﻮ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﻤﺎ
ﻟﺄﺗﻮﻫﻤﺎ ﻭﻟﻮ ﺣﺒﻮﺍ
“Shalat yang paling berat bagi
orang-orang munafik adalah
shalat Isya’ dan shalat fajar.
Seandainya mereka mengetahui
apa yang ada di dalamnya
(pahalanya), pasti mereka akan
mendatanginya walau dengan
merangkak.” (Bukhari dan
Ahlussunan, dan ini merupakan
hadits yang disepakati
keshahihannya)
Imam Ahmad meriwayatkan dari
Abdullah bin Amru bin al-‘Ash
radhiyallahu 'anhuma, berkata:
Pada suatu hari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam membicarakan
shalat tengah-tengah
sahabatnya. Lalu beliau
bersabda,
ﻣﻦ ﺣﺎﻓﻆ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻧﻮﺭﺍ ﻭﺑﺮﻫﺎﻧﺎ
ﻭﻧﺠﺎﺓ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻴﻬﺎ
ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻧﻮﺭ ﻭﻟﺎ ﺑﺮﻫﺎﻥ ﻭﻟﺎ ﻧﺠﺎﺓ ﻭﻛﺎﻥ
ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻊ ﻗﺎﺭﻭﻥ ﻭﻓﺮﻋﻮﻥ ﻭﻫﺎﻣﺎﻥ
ﻭﺃﺑﻲ ﺑﻦ ﺧﻠﻒ
“Siapa yang menjaganya, ia akan
memperoleh cahaya, petunjuk,
dan keselamatan pada hari
kiamat. Dan siapa yang tidak
menjaganya, ia tidak akan punya
cahaya, petunjuk, dan tidak
selamat. Dan kelak pada hari
kiamat ia akan bersama Qarun,
Fir’aun, Hamman, dan Ubay bin
Khalaf.” (HR. Ahmad, al-Daarimi,
dan al-baihaqi dalam Syu’ab al-
Iman. Dishaihkan oleh Syaikh Al-
Albani dalam Misykah al-
Mashabih, no. 578) ini
merupakan ancaman keras bagi
siapa yang tidak menjaga shalat.
Sebagian ulama berkata
mengenai syarah hadits ini:
Sesungguhnya orang yang
meninggalkan shalat akan
dikumpulkan bersama Fir’aun,
Haman, Qarun, dan Ubai bin
Khalaf; jika dia meninggalkan
shalat karena faktor
kepemimpinan, kekuasaan, dan
keamiran, ia menyerupai Fir’aun
yang melampaui batas dan
berlaku zalim disebabkan
kedudukannya, maka ia akan
digiring bersamanya ke neraka
pada hari kiamat. Jika dia
meninggalkan shalat karena
tugas dan pelayanan maka dia
seperti Haman, seorang menteri
Fir’aun yang melampaui batas
dan berbuat zalim dikarenakan
kekuasaan, maka ia akan digiring
ke neraka bersamanya pada hari
kiamat. Sedangkan
kedudukannya tidak bermanfaat
dan tidak bisa
menyelamatkannya dari neraka.
Jika ia meninggalkannya
disebabkan harta dan hawa
nafsunya, ia menyerupai Qarun,
pedagang kaya Bani Israil yang
telah Allah kabarkan,
“Sesungguhnya Qarun adalah
termasuk kaum Musa, maka
ia berlaku aniaya terhadap
mereka,” (QS. Al-Qashash: 76).
Qarun sibuk dengan harta dan
syahwatnya, durhaka kepada
Musa dan berlaku sombong
terhadap pengikutnya, lalu Allah
benamkanlah ia beserta
rumahnya ke dalam bumi. Maka
ia tenggelam ke dalam bumi
sampai hari kiamat sebagai
balasan yang disegerakan,
disamping tetap mendapatkan
siksa neraka pada hari kiamat.
Keempat, orang yang
meninggalkan shalat karena
sibuk dengan perdagangan dan
jual-beli, menagih dan
menghutangi, ia sibuk dengan
kegiatan mu’amalah dan melihat
catatan, apa yang masih ada
pada fulan? apa yang masih ada
pada fulan? Sehingga dia
meninggalkan shalat, maka ia
menyerupai Ubay bin Khalaf,
seorang pedagang besar dari
Makkah dalam kekufuran, maka
ia akan digiring bersamanya ke
neraka pada hari kiamat. Dan
Ubai bin Khalaf telah terbunuh
pada perang Uhud sebagai
orang kafir. Nabi shallallahu
'alaihi wasallam sendiri yang
membunuhnya dengan
tangannya yang mulia. Ancaman
ini menunjukkan kafirnya orang
yang meninggalkan shalat, -
tanpa diragukan lagi- walaupun
ia tidak menentang hukum
wajibnya. Selanjutnya kami
memohon keselamatan kepada
Allah untuk diri kami dan
seluruh kaum muslimin dari
menyerupai musuh-musuh Allah
Subhanahu wa Ta'ala. [PurWD/
voa-islam.com]
Sumber: Majmu’ Fatawa wa
Maqalat Mutanawwi’ah, Jilid X,
disadur dan diterjemahkan
oleh Badrul Tamam dari Situs
Resmi Syaikh Abdul Aziz bin
Abdullah bin Bazz

Kamis, 21 April 2011

Apakah Suara Wanita Saat Membaca Quran adalah Aurat

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi
Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Shalawat dan salam semoga
terlimpah kepada baginda
Rasulillah, Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, beserta keluarga dan
para sahabatnya.
Para ulama berbeda pendapat
tentang hukum suara wanita.
Sebagiannya mengatakan, suara
wanita adalah aurat sehingga
kaum wanita dilarang
mengeraskan suara mereka yang
akan disimak oleh laki-laki asing
(bukan mahramnya). Menurut
mereka, suara wanita lebih
menimbulkan fitnah daripada
suara gelang kakinya, sedangkan
Allah telah berfirman:
ﻭﻟﺎ ﻳﻀﺮﺑﻦ ﺑﺄﺭﺟﻠﻬﻦ ﻟﻴﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﻳﺨﻔﻴﻦ ﻣﻦ
ﺯﻳﻨﺘﻬﻦ
"Dan janganlah mereka
memukulkan kakinyua agar
diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan." (QS. al-Nuur: 31)
Allah Ta'ala telah melarang
kaum wanita memperdengarkan
suara gelang kakinya karena ia
bagian dari perhiasannya, sebab
dapat menimbulkan fitnah. Maka
mengeraskan suaranya itu lebih
layak dilarang daripada
memperdengarkan suara gelang
kakinya. Karena itu para ulama
melarang wanita
mengumandangkan adzan
karena harus mengeraskan
suara, sedangkan wanita dilarang
mengeraskan suaranya.
Sebagian yang lain mengatakan,
suara wanita bukan aurat.
Karena para istri Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam
meriwayatkan hadits kepada
kaum lelaki. Para wanita pada
zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi
Wasallam juga berbicara dan
bertanya secara langsung
kepada beliau di saat ada para
sahabat laki-laki, dan Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam
tidak melarangnya.
Pada dasarnya suara wanita
bukanlah aurat, tetapi
diharamkan jika dilunak-
lunakkan sehingga bisa
menimbulkan fitnah pada diri
laki-laki yang mendengarnya.
Maka yang diharamkan adalah
suara yang diperhalus/
diperlunak. Pendapat inilah yang
dipilih Imam Nawawi
rahimahullah.
Allah Ta'ala berfirman,
ﻓﻠﺎ ﺗﺨﻀﻌﻦ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻓﻴﻄﻤﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ
ﻣﺮﺽ ﻭﻗﻠﻦ ﻗﻮﻟﺎ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ
"Maka janganlah kamu tunduk
dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya dan
ucapkanlah perkataan yang
biasa/lumrah." (QS. Al-Ahzab:
32)
Imam al-Qurthubi rahimahullah
berkata: "Sesungguhnya suara
wanita adalah aurat, yakni
apabila dengan dilembutkan,
adapun suaranya yang biasa
bukanlah aurat."
Maka makna suara wanita yang
didengarkan oleh para sahabat
saat mereka menyampaikan
riwayat atau saat berbicara
kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi
Wasallam dibawa kepada makna
ini, yaitu suara yang biasa dan
tidak dilembut-lembutkan.
Karena kaum wanita tidak boleh
melembut-lembutkan dan
melunak-lunakkan suara mereka
sebab bisa menimbulkan fitnah.
Laki-laki Menjadi Guru Baca-
tulis Al-Qur'an Murid
Perempuan
Jika demikian, bagaimana hukum
laki-laki yang menjadi guru baca
tulis Al-Qur'an, guru tahfizul
Qur'an, atau penguji bacaan Al-
Qur'an terhadap murid
perempuan?
Pada penjelasan di atas bahwa
yang diharamkan dari suara
wanita adalah yang diperindah,
diperhalus, diperlembut
dihadapan kaum lelaki.
Sebabnya, karena bisa
menimbulkan fitnah. Bagi kaum
lelaki juga diharamkan
menikmati suara wanita seperti
tadi, kecuali suara istrinya. Dan
tidak diragukan lagi bahwa
membaca Al-Qur'an dengan
tajwid menuntut untuk
melembutkan suara dan
memperbagusnya. Maka
sebaiknya guru laki-laki tersebut
membatasi diri sejauh yang
diperlukan atau kebutuhan. Dan
hal itu dibolehkan jika tidak ada
guru wanita lagi yang bisa
mengajar atau menguji bacaan
Al-Qur'an murid-murid wanita.
Wallahu Ta'ala a'lam.

Tips Menghafal Quran

1. Sebelum mulai menghafal
Quran, yang perlu dipersiapkan
adalah tekad yang kuat. Soalnya
nanti pasti akan ada berbagai
halang dan rintang saat kita
menjalaninya. Kalo kita sudah
punya tekad kuat, insyaAllah
halang dan rintang tersebut
akan bisa dilewati. Amien..
2. Langkah yang perlu
dipersiapkan lagi adalah, bacaan
tilawah kita harus benar dan
lancar dulu. Soalnya kalo kita
belum lancar dan benar dalam
tilawah, nanti akan jadi kendala
dalam proses menghafal
(indikator bacaan kita dah benar
dan lancar adalah dengan kita
menyetorkan bacaan kita
(talaqqi) ke ahli quran.)
3. Kalo niat dan tekad dah kuat,
bacaan dah benar dan lancar,
silakan memulai untuk
menghafal. Awal hafalan bisa
dimulai dari juz 1 sampe juz 30
atau jus 30-29-28, trus dari juz 1
lagi atau yang lain, yang penting
istiqomah.
4. Hafalan kita harus kita
setorkan ke ahli quran. Ini
dikarenakan kalau kita
menghafal sendiri, perasaan kita
bacaan kita dah benar dan lacar,
tapi setelah dicoba ke ahli quran
ternyata bisa jadi hafalan kita
hilang atau kurang lancar. hehe,
pernah merasakan ini kan???
hehehe …
5. Tiap orang mungkin
mempunyai metode menghafal
yang berbeda2, namun disini
akan coba sodikin berikan sedikit
pengalaman.
Metode menghafalnya adalah
kita saat setoran ke Ust, misalkan
1 halaman atau 2 halaman,
maka setelah kita setorkan, kita
tidak boleh nambah hafalan
dulu kalo hafalan yang kita
setorkan belum benar2 lancar.
Inilah kendala temen2 yang lagi
menghafal, yaitu biasanya ingin
banget segera dapat hafalan
yang banyak sehingga tidak
memperhatikan hafalan yang
sebelumnya. Ini yang perlu
dihindari. Kalo memang dah
lancar sih gpp. Kalo belum itu lo
yang jadi masalah.
Trus disarankan, misalkan
hafalan yang kita setorkan dah
dapat 1/4 juz, jangan nambah
dulu, lancarkan hafalan 1/4
juznya. Kalo dah lancar, baru
boleh nambah ke 1/4 juz
berikutnya. Dan seterusnya,
misalkan dah dapat 1/2 juz,
lancarkan 1/4 juz terakhir,
kemudian digabung dengan 1/4
juz yang awal. Trus misalkan dah
dapat 1 juz, harus diulangi lagi
sehingga 1 juz itu lancar, jangan
nambah dulu, dst. OK!?
6. Dalam proses menghafal kita
pasti akan menemui rasa
kejenuhan, rasa malas dll. Kalo
misalkan gini, kita harus ingat
dan camkan niat dan tekad yang
tadi disebutkan di awal. Setelah
itu, kita coba mengalihkan
konsentrasi kerja otak kita
(misalkan menghafal itu pake
otak kiri), kita alihkan ke kerja
otak kanan (misalkan kita baca2
ilmu Quran, denger tilawah, dll).
Intinya supaya kerja dari otak kiri
ga terlalu kelelahan, maka harus
diistirahatkan dulu, hehehe
(bener ga ya), klo sudah merasa
siap, baru mulai hafalan lagi.
InsyaAllah …
7. KEEP ISTIQOMAH!!!
KLo ada tambahan dr temen2,
silakan! OK, Moga manfaat ye!
AMIEN …
TETEP SEMANGAT!, ALLAHU
AKBAR!

Rabu, 20 April 2011

Wasiat Agung Untuk Kaum Wanita

Wahai kaum prmpuan,
Jgalah diri klian dri kmewahan
hidup.
Krna kemewahan adlh musuh
brbisa jihad.
Kmewahan akn mmalingkan &
mmbelokkan jiwa kmanusiaan.
Hati-hatilah trhadap knikmatan
hidup.
Ckuplah dgn makan yg prlu-prlu
sj.
Didiklah ank-ank klian dgn
khidupan yg brat & kras, dgn sifat
kjantanan & kpahlawanan srta
brkmauan utk jihad.
Jadikanlah rumah klian sbg
kandang singa, bukanx kandang
ayam, yg stelah gemuk dijadikn
sembelihan oleh penguasa
durhaka.
Tnamkanlah dlm jiwa putra-putra
klian hobby & kcintaan berjihad.
Mncintai pacuan kuda &
brtamasya ke medan prtempuran.
Hiduplah dgn slalu mnghayati
kaum muslimin. Usahakanlah
minimal skali dlm satu pekan, utk
hidup sprti hidupx kaum
muhajirin & mujahidin.
Hanya dgn spotong roti kring &
tdk lebih bbrapa teguk air teh sbg
pembasah tenggorokn.
(Syaikh Dr. Abdullah Azzam)