Minggu, 24 April 2011

Hanya dengan Islam Kita Bisa ''From Zero to Hero''

Kamu pernah nonton film
Spiderman? Dikisahkan di sana
tentang tokoh bernama Peter
Parker yang cenderung culun,
lemah, dan cenderung tak bisa
apa-apa. Jelas saja tipe seperti ini
tidak popular dan dijauhi cewek
mana pun. Namun ketika
akhirnya ia menjadi Spiderman,
berubahlah si Peter menjadi
sosok ‘hero’ yang membela
orang lemah dan tertindas.
Cewek incarannya pun takluk
dengan pesona dirinya, apalagi
ketika ia tahu bahwa yang
menjadi tokoh Hero adalah
cowok yang dulunya culun.
Kita tak akan ngobrolin tentang
Peter Parker dan Spiderman.
Yang akan kita bicarakan adalah
perubahan si tokoh dari semula
zero menjadi hero, dari nothing
menjadi something. Atau dengan
kata lain seseorang yang semula
bukan siapa-siapa tiba-tiba
menjadi sosok yang popular dan
disukai banyak orang.
Tidak harus menjadi Spiderman
untuk menjadi hero. Sedangkan
posisi zero alias tak punya apa-
apa, mungkin kita semua pernah
merasakannya. Nah, untuk
menjadi sosok hero tak harus
juga terkena sengatan lebah
supaya bisa menjadi manusia
sakti mandraguna. Karena
sesungguhnya dalam diri kita,
potensi untuk menjadi hero itu
sudah ada dari ‘sono’nya.
Tinggal bagaimana kita
memaksimalkan potensi itu agar
muncul dan menjadi hero bagi
diri sendiri maupun orang lain.
....Kamu bisa kok menjadi
sosok yang semula zero
menjadi hero. Potensi akal
adalah bekal utamanya.
Akal inilah yang akan
menuntun kita untuk
memahami diri dan
potensinya....
Kamu bisa kok menjadi sosok
yang semula zero menjadi hero.
Jadilah dirimu sendiri, itu
kuncinya. Yang kayak gimana sih
menjadi diri sendiri itu? Menjadi
diri sendiri adalah menjadi
seseorang yang memahami siapa
dirinya dan apa potensi yang
terkandung di dalamnya. Potensi
akal adalah bekal utama yang
menjadikan kita sebagai manusia
berbeda dari makhluk lainnya.
Akal inilah yang akan menuntun
kita untuk memahami diri dan
potensinya.
Akal akan menunjukkan tentang
siapa pencipta kita dan apa tugas
manusia di bumi ini
sesungguhnya. Dengan akal pula
manusia hitam legam bernama
Bilal bin Robbah yang semula
budak belian (zero) menjadi
pembela Islam yang tangguh
(hero). Keimanan dalam diri
adalah kuncinya. Bukan hanya
Bilal yang bisa begitu. Semua
manusia mempunyai kesempatan
yang sama untuk merubah
dirinya menjadi hero yang akan
dikenang zaman sepanjang
masa. Tapi sebelum ke arah
sana, langkah kecil meniti jalan
menuju hero harus dilakukan
donk.
Bagi kamu para muslimah,
langkah perubahan semisal dari
gaya berbusana jahiliyah menuju
gaya berbusana Islami, adalah
sebuah gerak perubahan yang
berarti. Satu langkah besar
perubahan diri menuju sosok
hero yang sejati. Berbusana
muslimah harus yang syar’i,
jangan cuma asal ikut-ikutan
para selebriti yang hari ini
tertutup rapat, esok hari umbar
aurat. Na’udzubillah.
Gaya busana, adalah salah satu
identitas diri yang mudah
terlihat. Masih banyak identitas
diri lainnya bagi sosok bermental
hero untuk diyakini dan
diamalkan. Amanah, jujur,
bertanggung jawab, menghargai
waktu, dan banyak lagi sifat
lainnya yang seharusnya dipunyai
oleh kamu yang merubah diri
dari zero menuju hero. Tapi dari
semua hal tersebut, kembali ke
niat semula bahwa apa pun itu
bentuknya, hanya satu tujuan
yang ingin diraih yaitu ridha
Allah SWT. Karena
sesungguhnya, sosok hero
adalah mereka yang berjuang
atau beramal tanpa pamrih
kecuali demi ridha Allah semata.
....Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real
hero....
Selamat menjadi hero ya dari
kamu yang semula cuma zero.
Dan ini semua terjadi karena
Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real hero.
Tetap semangat! ^_^ [ria
fariana/voa-islam.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkatalah dengan sopan santun..:D