Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah...
Manusia memang memiliki
beragam bentuk wajah. Namun
di balik seraut wajah, Ibnul
Qayyim membagi menjadi empat
jenis yaitu : 1. Wajah yang
berpadu dua keindahan yakni
keindahan lahiriah dan
keindahan batiniah ( lahiriah
rupawan dan batiniah memiliki
perangai dan perilaku yang
baik ) 2. Wajah yang terkumpul
di dalamnya keburukan lahiriah
dan keburukan batiniah 3. Wajah
yang memiliki keindahan lahiriah
namun tidak memiliki keindahan
batiniah 4. Wajah yang memiliki
keindahan batiniah namun tidak
memiliki keindahan lahiriah Pada
seraut wajah tampak tanda yang
tak dapat direkayasa. Salah
satunya adalah cahaya wajah.
Cahaya wajah pada masing-
masing raut muka berbeda-
beda. Hal ini dipengaruhi oleh
ketaqwaan dan kesolehan
seseorang. Semakin ia bertaqwa
dan sholeh, maka semakin
terang cahaya wajahnya.
Demikian pula semakin banyak
kemaksiatan yang dilakukan
semakin redup pula cahaya
wajahnya. Keadaan batiniah
seseorang akan berpengaruh
terhadap fisik seseorang.
Sekalipun bentuknya tidak
berubah namun ekspresi wajah
dapat berubah. Ibnu Abbas
berkata : " Sesungguhnya amal
kebaikan itu akan memancarkan
cahaya di dalam hati,
memancarkan sinar pada wajah,
kekuatan pada tubuh,
kelimpahan rezeki dan
menumbuhkan rasa cinta di hati
manusia kepadanya.
Sesungguhnya amal kejahatan
itu akan menggelapkan hati,
menyuramkan wajah,
melemahkan badan, mengurangi
rezeki dan menimbulkan rasa
benci di hati manusia
kepadanya." Utsman bin Affan
berkata: " Tidaklah seseorang
menyembunyikan sesuatu dalam
dirinya , maka Allah akan
menampakkannya pada raut
wajah dan tutur katanya."
Demikian juga dalam firman
Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang
artinya : " Bagi orang-orang yang
berbuat baik, ada pahala yang
terbaik dan ada tambahannya.
Dan wajah mereka tidak ditutupi
debu hitam dan tidak pula
kehinaan. Mereka itulah
penghuni surga, mereka kekal di
dalamnya. Dan orang-orang
yang mengerjakan kejahatan
memperoleh balasan yang
setimpal dan mereka diliputi
kehinaan. Tidak ada bagi mereka
seorang pelindung pun dari azab
Allah, seakan-akan muka
mereka ditutupi kepingan-
kepingan malam yang gelap
gulita. Mereka itulah penghuni
neraka, mereka kekal di
dalamnya. " ( QS. Yunus : 26-27).
Duhai sahabat saudaraku fillah...
♥ Andaikan kita memiliki
keindahan rupa jangan di kotori
oleh keburukan akhlaq ♥
Andaikan kita tidak memiliki
keindahan rupa perbaguslah
akhlaq/ budi pekerti kita ♥
Jangan himpun dua keburukan
dalam diri kita, keburukan
rupa&keburukan akhlaq ♥ ♥
Sesungguhnya keindahan akhlaq
akan membuat orang yang tidak
rupawan pun akan terlihat
menawan.. Dan ini bisa kita
peroleh asalkan kita mau
berusaha dengan sungguh-
sungguh..♥♥ (¯`v´¯) ♥☀ .•.¸.•
´ ♥☆
Jumat, 09 September 2011
Senin, 11 Juli 2011
Operasi Isytisyhadiah
Bismillahirrohmaanirrohiim.
Asy-Syaikh Hamud Bin Uqla Asy-
Syu'aibi
Fadhilah Syaikh Hamud bin 'Uqla
Asy-Syu'aibi, semoga Allah
menjaganya dari segala
keburukan.
Mujahidin di Palestina, Chechnya
dan selain keduanya di negeri-
negeri Muslim melaksanakan
Jihad demi mengalahkan musuh-
musuh mereka dengan satu
methode yang disebut
Istisyhadiyah. Operasi Istisyhadiyah
ini dilakukan dengan cara
mengikatkan bahan peledak pada
tubuh mereka, atau diletakkan
dalam kantongnya atau alat-alat
yang ada pada dirinya atau juga
dalam mobilnya yang dipenuhi
dengan explosive kemudian
meledakkan dirinya ditengah
sekumpulan musuh atau tempat-
tempat musuh dan yang
semisalnya, atau dengan berpura-
pura menyerah kepada musuh
kemudian dia meledakkan dirinya
dengan tujuan memperoleh
kesyahidan dan memerangi
musuh serta menimbulkan
kerugian pada mereka.
Bagaimanakah hukum operasi
seperti itu? Dan apakah hal
tersebut termasuk perbuatan
bunuh diri? Apapula perbedaan
antara bunuh diri dan operasi
Istisyhadiyah?.Jazaakumullahu
Khair, dan semoga Allah
memberikan ampunan-Nya
kepada anda..
Jawab:
Segala puji bagi Allah, Rabb
(Tuhan) semesta alam,shalawat
dan Salam atas semulia-mulia
Nabi dan Rasul, nabi kita
Muhammad s.a.w, juga atas
keluarganya dan
sahabatnya,seluruhnya.
Selanjutnya:
Sebelum menjawab pertanyaan
ini, seyogyanya anda mengetahui
bahwa operasi yang disebut ini,
merupakan masalah semasa
(kontemporer) yang dimasa lalu
methode seperti ini tidak
didapati . Dan memang setiap
zaman memiliki karakteristik
permasalahan tersendiri yang
timbul di zaman itu. Karena itu
para ulama berijtihad dengan
memperhatikan nash-nash dan
keumumannya, serta
perbincangan mengenai hal
tersebut dan fakta-fakta yang
menyerupainya juga, bagaimana
fatwa Ulama Salaf mengenai hal
berkenaan. Firman Allah:
Tiadalah Kami alpakan
sesuatupun di dalam Al Kitab (Al-
An'am : 38)
Dan Rasulullah s.a.w bersabda
tentang Al-Qur'an:
"Di dalamnya terdapat keputusan
terhadap urusan di antara kalian"
Amaliyah (operasi) Istisyhadiyah
yang tersebut di atas adalah
amalan Masyru' (disyari'atkan
dalam Islam) dan merupakan
bagian dari Jihad Fie Sabilillah jika
pelakunya memiliki niat yang
ikhlas. Operasi inipun termasuk
methode yang paling berhasil
dalam Jihad Fie Sabilillah
melawan musuh-musuh dien ini,
karena dengan wasilah seperti
terjadilah kerugian dan kerusakan
pada musuh, baik berupa
terbunuhnya orang-orang kafir
atau terluka, sekaligus
menimbulkan kengerian dan
ketakutan pada mereka. Juga,
dalam operasi istisyhad ini nyata,
terlihatlah keberanian dan
kekuatan hati kaum Muslimin
dalam menghadapi kaum kafir,
dan merontokkan hati musuh-
musuh Islam, sekaligus
menghinakan mereka dan
mengakibatkan kedongkolan
dalam jiwa-jiwa mereka, dan hal-
hal lainnya yang merupakan
kemaslahatan bagi kaum
Muslimin, yang semuanya itu
merupakan maslahat-maslahat
Jihadiyah.
Masyru'iyat operasi-operasi
tersebut dibuktikan dengan
adanya dalil-dalil dari Al-Qur'an
dan As-Sunnah, dan Ijma' juga
dengan adanya beberapa fakta
yang terjadi di dalamnya serta
fatwa Salafush Sholeh mengenai
hal ini, sebagaimana akan
disebutkan kemudian, Insya Allah.
Pertama:
Dalil-dalil Qur'an:
Dalil-dalil Qur'an:
1. Firman Allah:
Dan di antara manusia ada orang
yang mengorbankan dirinya
karena mencari keridhaan Allah;
dan Allah Maha Penyantun
kepada hamba-hamba-Nya. (Al-
Baqarah : 207)
Sesungguhnya sahabat r.a
menerapkan ayat ini ketika
seorang Muslim seorang diri
berjibaku menerjang musuh
dengan bilangan yang banyak
yang dengan itu nyawanya dalam
kondisi berbahaya, sebagaimana
Umar bin Khaththab dan Abu
Ayub Al-Anshari juga Abu
Hurairah radhiyallahu 'Anhum
sebagaimana diriwayatkan oleh
Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan
Ibnu Hibban serta Al-Hakim
menshahihkannya ( Tafsir Al-
Qurthubi 2/361)
2. Firman Allah:
Sesungguhnya Allah telah
membeli dari orang-orang
mu'min, diri dan harta mereka
dengan memberikan surga untuk
mereka. Mereka berperang pada
jalan Allah; lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu
telah menjadi) janji yang benar
dari Allah di dalam Taurat, Injil
dan Al Qur'an. Dan siapakah
yang lebih menepati janjinya
(selain) daripada Allah? Maka
bergembiralah dengan jual beli
yang telah kamu lakukan itu, dan
itulah kemenangan yang besar.
(At-Taubah:111)
Ibnu Katsir -semoga Allah
merahmatinya- berkata:
Kebanyakan (Ulama/Mufassir)
berpendapat bahwa ayat tersebut
berkenaan dengan setiap Mujahid
Fie Sabilillah.
3. Firman Allah:
Dan siapkanlah untuk
menghadapi mereka kekuatan
apa saja yang kamu sanggupi dan
dari kuda-kuda yang ditambat
untuk berperang (yang dengan
persiapan itu) kamu
menggentarkan musuh Allah,
musuhmu dan orang-orang selain
mereka yang kamu tidak
mengetahuinya; sedang Allah
mengetahuinya. Apa saja yang
kamu nafkahkan pada jalan Allah
niscaya akan dibalas dengan
cukup kepadamu dan kamu tidak
akan dianiaya (dirugikan).(Al-
Anfal : 60).
4. Allah berfirman terhadap
mereka yang merusak perjanjian:
Jika kamu menemui mereka
dalam peperangan, maka cerai
beraikanlah orang-orang yang di
belakang mereka dengan
(menumpas) mereka, supaya
mereka mengambil pelajaran.(Al-
Anfal:57).
Kedua:
Dalil-dalil dari As-Sunnah:
1. Hadits Ghulam (pemuda) yang
kisahnya terkenal, terdapat dalam
Shahih Bukhari, ketika ia
menunjukkan musuh cara
membunuh dirinya, lalu musuh
itupun membunuhunya, sehingga
ia mati dalam keadaan syahid di
jalan Allah. Maka operasi seperti
ini merupakan salah satu jenis
Jihad, dan menghasilkan manfaat
yang besar, dan kemaslahatan
bagi kaum Muslimin, ketika
penduduk negeri itu masuk
kepada dien(agama) Islam, yaitu
ketika mereka berkata : "Kami
beriman kepada Rabb (Tuhan)
nya pemuda ini".
Petunjuk (dalil) yang dapat di
ambil dari hadits ini adalah bahwa
Pemuda (Ghulam) tadi
merupakan seorang Mujahid yang
mengorbankan dirinya dan rela
kehilangan nyawa dirinya demi
tujuan kemaslahatan kaum
Muslimin. Pemuda tadi telah
mengajarkan mereka bagaimana
cara membunuh dirinya, bahkan
mereka sama sekali tidak akan
mampu membunuh dirinya
kecuali dengan cara yang
ditunjukkan oleh pemuda
tersebut, padahal cara yang
ditunjukkan itu merupakan sebab
kematian dirinya, akan tetapi
dalam kontkes Jihad hal ini
diperbolehkan.
Operasi sedemikian ini diterapkan
oleh Mujahidin dalam Istisyhad
(operasi memburu kesyahidan),
keduaduanya memiliki inti
masalah yang sama, yaitu
menghilangkan nyawa diri demi
kemaslahatan jihad. Amalan-
amalan seperti ini memiliki dasar
dalam syari'at Islam. Tak
ubahnnya pula dengan seseorang
yang hendak melaksakanan Amar
Ma'ruf Nahyi Munkar di suatu
tempat dan menunjukkan
manusia kepada Hidayah
sehingga dia terbunuh di tempat
tersebut, maka dia dianggap
sebagai seorang Mujahid yang
Syahid, ini seperti sabda Nabi
s.a.w:
"Jihad yang paling utama adalah
mengatakan Al-haq di depan
penguasa yang Jaa-ir (jahat)"
2. Amaliyah yang dilakukan oleh
Bara bin Malik dalam
pertempuran di Yamamah. Ketika
itu ia diusung di atas tameng yang
berada di ujung-ujung tombak,
lalu dilemparkan ke arah musuh,
diapun berperang (di dalam
benteng) sehingga berhasil
membuka pintu Benteng. Dalam
kejadian itu tidak seorangpun
sahabat r.a menyalahkannya.
Kisah ini tersebut dalam Sunan
Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru
Bab At-Tabarru' Bit-Ta'rudhi
Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi
(2/364), Asaddul Ghaabah (1/206)
, Tarikh Thabari.
3. Operasi yang dilakukan oleh
Salamah bin Al-'Akwa dan Al-
Ahram Al-Asadi, dan Abu
Qatadah terhadap Uyainah bin
Hishn dan pasukannya. Dalam
ketika itu Rasulullah s.a.w memuji
mereka, dengan sabdanya:
"Pasukan infantry terbaik hari ini
adalah Salamah" (Hadits
Muttafaqun 'Alaihi /Bukhari-
Muslim).
Ibnu Nuhas berkata : Dalam
hadits ini telah teguh tentang
bolehnya seorang diri berjibaku
ke arah pasukan tempur dengan
bilangan yang besar, sekalipun
dia memiliki keyakinan kuat
bahwa dirinya akan
terbunuh.Tidak mengapa
dilakukan jikan dia ikhlas
melakukannya demi memperoleh
kesyahidan sebagaimana
dilakukan oleh Salamah bin
Al-'Akwa, dan Al-Akhram Al-
Asaddi. Nabi s.a.w tidak mencela,
sahabat r.a tidak pula
menyalahkan operasi tersebut.
Bahkan di dalam hadits tersebut
menunjukkan bahwa operasi
seperti itu adalah disukai, juga
merupakan keutamaan.
Rasulullah s.a.w memuji Abu
Qatadah dan Salamah
sebagaimana disebutkan
terdahulu.Dimana masing-masing
dari mereka telah menjalankan
operasi Jibaku terhadap musuh
seorang diri (Masyari'ul Asywaq
1/540)
4. Apa yang dilakukan oleh
Hisyam bin Amar Al-Anshari,
ketika dia meneroboskan dirinya
di antara Dua pasukan,
menerjang musuh seorang diri
dengan bilangan musuh yang
besar, waktu itu sebagian kaum
Muslimin berkata: Ia
menjerumuskan dirinya dalam
kebinasaan, Umar bin Khaththab
r.a membantah klaim sebagian
kaum Muslimin tersebut, begitu
juga Abu Hurairah r.a, lalu
keduanya membaca ayat:
"Dan diantara manusia ada yang
mengorbankan dirinya demi
mencari keridhaan Allah・ (Al-
baqarah :207)
Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah
(5/303,222), Sunan Al-Baihaqi
(9/46)
5. Abu hadrad Al-Aslami dan Dua
orang sahabatnya menerjangkan
diri ke arah pasukan besar, tidak
ada orang ke-empat selain
mereka bertiga, akhirnya Allah
memenangkan kaum Muslimin
atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam
menyebut riwayat ini dalam kitab
sirahnya. Ibnu Nuhas
menyebutnya dalam Al-
Masyaari' (1/545).
6. Operasi yang dilakukan oleh
Abdullah bin Hanzhalah Al-
Ghusail, ketika ia berjibaku
menerjang musuh dalam salah
satu pertempuran, sedangkan
baju besi pelindung tubuhnya
sengaja ia buang, kemudian kaum
kafir berhasil membunuhnya.
Disebutkan oleh Ibnu Nuhas
dalam Al-Masyari' (1/555).
7. Imam Al-Baihaqi dalam As-
Sunan (9/44) menukil tentang
seorang lelaki yang mendengar
sebuah hadits dari Abu
Musa :"Jannah (syurga) itu berada
di bawah naungan pedang" Lalu
lelaki itu memecahkan sarung
pedangnya, lantas menerjang
musuh seorang diri, berperang
sampai ia terbunuh.
8. Kisah Anas bin Nadhar dalam
salah satu pertempuran Uhud,
katanya: "Aku sudah terlalu rindu
dengan wangi jannah (syurga)"
kemudian ia berjibaku menerjang
kaum Musyrikin sampai terbunuh.
(Muttafaqun 'Alaihi).
Ketiga :
Ijma'
Dalam Masyari'ul Asywaq (1/588),
Ibnu Nuhas menukil dari Al-
Mihlab, katanya: (Kaum Muslimin)
telah Ijma' bahwa diperbolehkan
menerjangkan diri dalam posisi
berbahaya yang menyebabkan
kebinasaan dirinya dalam Jihad
Fie Sabilillah. Ia menukil dari Al-
Ghazali dalam Al-Ihya, katanya:
Tidak ada perbedaan pendapat
tentang diperbolehkannya
seorang Muslim berjibaku
menerjang sepasukan kafir dan
berperang seorang diri sekalipun
ia mengerti bahwa dirinya bakal
terbunuh.
Imam Nawawi dalam syarah
Muslim menukil kesepakatan
(kaum Muslimin) tentang
diperbolehkannya mengorbankan
diri -dengan menempatkan diri
dalam posisi mematikan-dalam
Jihad Fie Sabilillah, ia
menyebutnya (contoh) dalam
perang Dzie Qarad (12/187)
Tujuh hadits terdahulu dan ijma'
tersebut di atas, para ulama ahli
fiqih (Fuqaha) menempatkannya
dalam bab :"Berjibaku seorang
diri menerjang pasukan musuh
dengan bilangan yang banyak",
kadang-kadang dinamakan juga
dengan Al-In-Ghimas (Terobos
maut) ke arah sepasukan" atau
dinamakan juga, "Menempatkan
diri dalam posisi mematikan
dalam Jihad Fie Sabilillah"
Imam Nawawi dalam syarah
Muslim Bab kepastian Jannah bagi
orang yang syahid (13/46)
mengatakan: 'Di dalamnya
diperbolehkan seorang diri
melakukan operasi terobos maut
ke dalam pasukan musuh dan
bersungguh-sungguh
memperoleh kesyahidan. Hal
seperti ini diperbolehkan menurut
Jumhur Ulama, tidak ada
kemakruhan di dalamnya, selesai-
Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya
menukil dari sebagian ulama
Malikiyah (Yaitu berjibaku ke arah
musuh), sehingga sebagian
mereka berkata : "Jika seseorang
menyerbu kepada seratus orang
atau sejumlah pasukan tertentu,
misalnya tentara atau
semisalnya,dan dia mengerti, serta
mempunyai keyakinan kuat
bahwa dia akan terbunuh dalam
operasi tersebut, tetapi dia pula
memiliki keyakinan kuat bahwa
operasinya akan merugikan
musuh atau berbekas (di hati
musuh), yang mana ini akan
membawa manfaat bagi kaum
Muslimin, maka operasi seperti ini
diperbolehkan" Ia menukil pula
dari Muhammad bin Al-Hasan
Asy-Syaibani, katanya : "Jika
seorang lelaki berjibaku ke arah
Seribu Musyrikin,dan dia -benar-
benar- seorang diri, maka hal
seperti ini tidak mengapa, jika ia
sangat berharap akan
keberhasilan operasinya, atau
menimbulkan kerugian pada
pihak musuh ". Tafsir Al-Qurtubi
(2/364)
Masalah-masalah yang berkenaan
dengan penerjangan diri oleh
seorang Muslim ke arah musuh
dengan bilangan yang besar,
demikian juga jibaku seorang diri
ke tengah-tengah pasukan
musuh, sangat erat dan persis
kaitannya dengan masalah yang
dialami oleh seorang Mujahid,
yang berusaha menempatkan
dirinya dalam posisi yang
membahayakan jiwanya, dan
melabrakkan diri ke dalam
sekumpulan kaum kafir,dengan
tujuan berusaha menimbulkan
kematian, kerugian dan
kerusakkan pada musuh. Maka
operasi seperti ini disebut sebagai
operasi Istisyhad.
Fakta-fakta dan peristiwa yang
berkenaan dengan hukum
operasi Istisyhad:
1. Ketika kaum kafir menjadikan
kaum Muslimin sebagai tameng
hidup/pagar betis
Apabila kaum kafir menjadikan
kaum Muslimin sebagai tameng
hidup/pagar betis, sehingga kaum
Muslimin lainnya yang berjihad
(Mujahidin) tersudut dalam
keadaan terpaksa, dan tidak
dapat melanjutkan peperangan
kecuali dengan terlebih dahulu
menghilangkan tameng hidup
tersebut, maka hal ini
diperbolehkan.
Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa
(20/52), (28/537,546) berkata :
"Ulama telah sepakat bahwa jika
pasukan kafir menjadikan
tawanan kaum Muslimin yang ada
pada mereka sebagai tameng
hidup/pagar betis, dan kondisi ini
dikhawatirkan menimbulkan
bahaya bagi kaum Muslimin jika
mereka tidak melanjutkan
pertempuran, maka hendaklah
mereka melanjutkan
pertempuran itu sekalipun
mengakibatkan terbunuhnya
kaum Muslimin yang dijadikan
tameng hidup/pagar betis oleh
kaum kafir..,-selesai.
Ibnu Qasim berkata dalam
Haasyiyatur Raudh (4/271),
berkata dalam Al-Inshaf: "Jika -
kaum kafir- menjadikan tameng
hidup dari kaum Muslimin, dan
tembadakan kaum Muslimin tidak
akan mencapai kaum kafir kecuali
dengan terlebih dahulu mencapai
kaum Muslimin yang dijadikan
sebagai tameng hidup itu, maka
diperbolehkan menembak kearah
mereka dengan tujuan
membunuh kafir. Tidak ada
perbedaan pendapat dalam
masalah ini. Selesai-
Fakta yang dapat dijadikan dalil
(Wajhud Dalaalah) dalam
masalah tameng hidup (Tatarrus)
ketika kita berada dalam kondisi
seperti itu ialah, diperbolehkan
bagi kita untk melanjutkan
pertempuran untuk
menyampaikan tembakan kita ke
arah musuh, sekalipun hal itu
menyebabkan terbunuhnya
tameng hidup dari kaum
Muslimin oleh senjata kaum
Muslimin dan oleh tangan kaum
Muslimin.
Disini kita lihat bahwa kelanjutan
membunuh musuh sekaligus
menimbulkan kerugian dan
kerusakan pada mereka hanya
akan terjadi setelah terlebih
dahulu membunuh kaum
Muslimin yang dijadikan tameng
hidup oleh musuh. Keadaan
seperti ini tentu saja lebih parah
daripada hilangnya nyawa
seorang Mujahid dengan
perantaraan tangannya sendiri
dalam operasi Istisyhad dengan
tujuan menimbulkan kerusakan
dan kerugian pada musuh .
Bahkan terbunuhnya tameng
hidup dari kaum Muslimin adalah
lebih dahsyat, karena seorang
Muslim yang membunuh Muslim
lainnya adalah terlebih dahsyat
dibandingkan dengan seorang
Muslim yang membunuh dirinya
sendiri. Karena pembunuhan
terhadap seorang Muslim oleh
selainnya adalah merupakan
suatu kezaliman dan sangat
melampaui batas terhadap yang
terbunuh. Adapun pembunuhan
seorang Muslim terhadap dirinya
sendiri, maka bahayanya terbatas
pada dirinya, akan tetapi hal-hal
seperti ini diperbolehkan dalam
Bab Jihad.
Karenanya jika hilangnya nyawa
kaum Muslimin di tangan sesama
kaum Muslimin dengan tujuan
membunuh musuh adalah
diperbolehkan, maka hukum
hilangnya nyawa seorang Muslim
ditangannya sendiri dengan
tujuan menimbulkan kerugian
dikalangan musuh adalah serupa
atau bahkan lebih ringan dari itu
(lebih diperbolehkan).
Dengan kata lain, jika suatu
perbuatan yang dosanya
terhitung lebih besar, dan dalam
satu kondisi perbuatan itu
diperbolehkan dilakukan dengan
tujuan seperti diterangkan diatas,
maka perbuatan yang dosanya
lebih sedikit dari hal tersebut
adalah lebih boleh untuk
dilakukan, jika kedua perbuatan
tersebut bertujuan untuk
menimbulkan kerugian pada
musuh, sesuai dengan hadits :
Sesungguhnya Amal itu (sesuai)
dengan niat.
Keterangan di atas sekaligus
sebagai bantahan terhadap
mereka yang mengatakan bahwa
operator jibaku dan orang yang
melabrakkan diri ke pasukan
musuh adalah terbunuh di
tangan musuh dengan senjata
musuh!
Maka kami katakan bahwa dalam
masalah Tatarrus (Tameng hidup),
kaum Muslimin yang dijadikan
tameng terbunuh di tangan kaum
Muslimin sendiri, juga oleh senjata
kaum Muslimin. Dalam kondisi
seperti ini, maka pembunuhan
terhadap kaum Muslimin tidak
termasuk kategori pembunuhan
biasa yang diancam oleh hukum
Islam.
2. Masalah Al-Bayat
(Penyergapan /Ambush)
Yang dimaksudkan dengan Al-
Bayat ialah penyergapan sekaligus
pembunuhan dan penimbulan
kerusakan pada musuh yang
dilakukan di malam hari,
sekalipun dalam operasi itu
terdapat personal atau individu
yang pada mulanya -dalam
keadaan biasa- tidak
diperbolehkan dibunuh, misalnya
anak-anak dan kaum wanita kafir.
Ibnu Qudamah berkata:
Diperbolehkan menyergap
musuh, dan berkata Imam
Ahmad: Tidak mengapa operasi
Al-Bayat dilakukan, bukankah
operasi tempur melawan Rumawi
-tidak dilakukan- kecuali dengan
cara Al-Bayat?, katanya lagi:
"Kami tidak mengetahui adanya
seorangpun yang memakruhkan
Al-Bayat " (Al-Mughni dengan
syarahnya :10/503).
Sisi pengambilan dalil dari
keterangan diatas adalah, jika
diperbolehkan membunuh
individu yang pada asalnya tidak
diperbolehkan untuk dibunuh,
demi tujuan menimbulkan
kerusakan dan kerugian pada
musuh serta kekalahan musuh,
maka dikatakan: demikian pula
hilangnya nyawa seorang Mujahid
Muslim yang pada mulanya tidak
diperbolehkan, akan tetapi demi
tujuan penghancuran musuh,
maka hal ini menjadi boleh,
diperbolehkan.
Dalam kasus Al-Bayat, wanita-
wanita dan anak-anak kafir
terbunuh ditangan orang-orang
yang pada mulanya tidak
dibenarkan untuk melakukannya,
jika tidak dilakukan demi tujuan-
tujuan Jihad dan disesuaikan
dengan niatnya.
Kesimpulan:
Telah disebutkan terdahulu
tentang bolehnya seorang
Mujahid menempatkan dirinya
dalam posisi berbahaya dalam
operasi Istisyhadiyah, dan
menghilangkan nyawa dirinya
demi tujuan Jihad dan
menimbulkan kerugian pada
musuh, baik terbunuh oleh
senjata musuh dan ditangan
musuh, sebagaimana telah
disebutkan dalil-dalilnya, atau
terbunuh oleh senjata kaum
Muslimin di tangan sesama kaum
Muslimin sendiri sebagaimana
dalam kasus Tatarrus (tameng
hidup) atau dengan menunjukkan
cara untuk membunuh dirinya
sebagaimana disebutkan dalam
kisah Al-Ghulam (pemuda).
Semua itu sama saja kedudukan
hukumnya dalam Bab Jihad ,
karena, dalam Jihad yang
didalamnya terdapat
kemaslahatan yang besar bagi
kaum Muslimin, terdapat banyak
amalan-amalan yang diampuni
(diperbolehkan unutk
melakukannya), sedangkan
amalan-amalan tersebut tidak
boleh dilakukan di luar konteks
jihad. Sebagai contoh, berbohong
dan tipu daya adalah
diperbolehkan dalam Jihad
sebagaimana ditunjukkan oleh
Sunnah, padahal perbuatan ini
diluar Jihad dilarang.Dalam
konteks Jihad pula diperbolehkan
membunuh individu yang pada
mulanya tidak diperbolehkan
untuk membunuhnya.
Demikianlah asal dalam masalah
Jihad, karenanya masalah operasi
Istisyhadiyah masuk dalam bab
ini.
Adapun mengkiyaskan
Mustasyhid (orang yang syahid
dalam operasi Istisyhad) dengan
orang yang mati bunuh diri
adalah qiyas yang jauh dari
kebenaran. Jelas terdapat
perbedaan yang mendasar yang
tidak mungkin menyamakan
keduanya. Si mati karena bunuh
diri membunuh dirinya karena
putus asa dan hilangnya
kesabaran, atau membenci takdir,
atau menentang sesuatu yang
telah ditakdirkan terjadi. Lalu
tergesa-gesa ingin segera mati
atau ingin segera bebas dari sakit
dan luka, dan siksa atau
penderitaan yang menimpanya di
luar sesuatu yang diridhai Allah.
Ini berbeda dengan kesyahidan
seorang Mujahid dalam operasi
Istisyhad, dengan jiwa yang
gembira, sukacita menyongsong
kesyahidan dan Jannah (syurga)
dan apa-apa yang ada di sisi
Allah, juga demi menolong dien
(agama)-Nya, menimbulkan
kerusakan dan kerugian pada
musuh, dan berjihad di Jalan-Nya.
Tentulah tidak sama antara
keduanya itu! Firman Allah:
"Apakah kami patut menjadikan
kaum Muslimin seperti orang-
orang kafir? Mengapa kamu
(berbuat demikian):
bagaimanakah kamu mengambil
keputusan?" (Al-Qalam : 35-36)
Firman Allah:
Apakah orang-orang yang
membuat kejahatan itu
menyangka bahwa Kami akan
menjadikan mereka seperti
orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh,
yaitu sama antara kehidupan dan
kematian mereka? Amat buruklah
apa yang mereka sangka itu. (Al-
Jaatsiyah:21)
Maka apakah orang yang
beriman seperti orang yang fasik
(kafir)? Mereka tidak sama. (As-
Sajdah : 18)
Kami mohon pertolongan kepada
Allah, agar menolong dien-Nya,
dan memuliakan tentara-Nya,
dan membinasakan musuh-Nya,
Shalawat Allah semoga tercurah
atas Nabi kita Muhammad, dan
seluruh keluarga serta seluruh
sahabtnya, kesemuanya.Amien.
Diimlakan oleh Syaikh A.Hamuud
'Uqlaa Asy-Syu'aibi
2/2/1422 H
Asy-Syaikh Hamud Bin Uqla Asy-
Syu'aibi
Fadhilah Syaikh Hamud bin 'Uqla
Asy-Syu'aibi, semoga Allah
menjaganya dari segala
keburukan.
Mujahidin di Palestina, Chechnya
dan selain keduanya di negeri-
negeri Muslim melaksanakan
Jihad demi mengalahkan musuh-
musuh mereka dengan satu
methode yang disebut
Istisyhadiyah. Operasi Istisyhadiyah
ini dilakukan dengan cara
mengikatkan bahan peledak pada
tubuh mereka, atau diletakkan
dalam kantongnya atau alat-alat
yang ada pada dirinya atau juga
dalam mobilnya yang dipenuhi
dengan explosive kemudian
meledakkan dirinya ditengah
sekumpulan musuh atau tempat-
tempat musuh dan yang
semisalnya, atau dengan berpura-
pura menyerah kepada musuh
kemudian dia meledakkan dirinya
dengan tujuan memperoleh
kesyahidan dan memerangi
musuh serta menimbulkan
kerugian pada mereka.
Bagaimanakah hukum operasi
seperti itu? Dan apakah hal
tersebut termasuk perbuatan
bunuh diri? Apapula perbedaan
antara bunuh diri dan operasi
Istisyhadiyah?.Jazaakumullahu
Khair, dan semoga Allah
memberikan ampunan-Nya
kepada anda..
Jawab:
Segala puji bagi Allah, Rabb
(Tuhan) semesta alam,shalawat
dan Salam atas semulia-mulia
Nabi dan Rasul, nabi kita
Muhammad s.a.w, juga atas
keluarganya dan
sahabatnya,seluruhnya.
Selanjutnya:
Sebelum menjawab pertanyaan
ini, seyogyanya anda mengetahui
bahwa operasi yang disebut ini,
merupakan masalah semasa
(kontemporer) yang dimasa lalu
methode seperti ini tidak
didapati . Dan memang setiap
zaman memiliki karakteristik
permasalahan tersendiri yang
timbul di zaman itu. Karena itu
para ulama berijtihad dengan
memperhatikan nash-nash dan
keumumannya, serta
perbincangan mengenai hal
tersebut dan fakta-fakta yang
menyerupainya juga, bagaimana
fatwa Ulama Salaf mengenai hal
berkenaan. Firman Allah:
Tiadalah Kami alpakan
sesuatupun di dalam Al Kitab (Al-
An'am : 38)
Dan Rasulullah s.a.w bersabda
tentang Al-Qur'an:
"Di dalamnya terdapat keputusan
terhadap urusan di antara kalian"
Amaliyah (operasi) Istisyhadiyah
yang tersebut di atas adalah
amalan Masyru' (disyari'atkan
dalam Islam) dan merupakan
bagian dari Jihad Fie Sabilillah jika
pelakunya memiliki niat yang
ikhlas. Operasi inipun termasuk
methode yang paling berhasil
dalam Jihad Fie Sabilillah
melawan musuh-musuh dien ini,
karena dengan wasilah seperti
terjadilah kerugian dan kerusakan
pada musuh, baik berupa
terbunuhnya orang-orang kafir
atau terluka, sekaligus
menimbulkan kengerian dan
ketakutan pada mereka. Juga,
dalam operasi istisyhad ini nyata,
terlihatlah keberanian dan
kekuatan hati kaum Muslimin
dalam menghadapi kaum kafir,
dan merontokkan hati musuh-
musuh Islam, sekaligus
menghinakan mereka dan
mengakibatkan kedongkolan
dalam jiwa-jiwa mereka, dan hal-
hal lainnya yang merupakan
kemaslahatan bagi kaum
Muslimin, yang semuanya itu
merupakan maslahat-maslahat
Jihadiyah.
Masyru'iyat operasi-operasi
tersebut dibuktikan dengan
adanya dalil-dalil dari Al-Qur'an
dan As-Sunnah, dan Ijma' juga
dengan adanya beberapa fakta
yang terjadi di dalamnya serta
fatwa Salafush Sholeh mengenai
hal ini, sebagaimana akan
disebutkan kemudian, Insya Allah.
Pertama:
Dalil-dalil Qur'an:
Dalil-dalil Qur'an:
1. Firman Allah:
Dan di antara manusia ada orang
yang mengorbankan dirinya
karena mencari keridhaan Allah;
dan Allah Maha Penyantun
kepada hamba-hamba-Nya. (Al-
Baqarah : 207)
Sesungguhnya sahabat r.a
menerapkan ayat ini ketika
seorang Muslim seorang diri
berjibaku menerjang musuh
dengan bilangan yang banyak
yang dengan itu nyawanya dalam
kondisi berbahaya, sebagaimana
Umar bin Khaththab dan Abu
Ayub Al-Anshari juga Abu
Hurairah radhiyallahu 'Anhum
sebagaimana diriwayatkan oleh
Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan
Ibnu Hibban serta Al-Hakim
menshahihkannya ( Tafsir Al-
Qurthubi 2/361)
2. Firman Allah:
Sesungguhnya Allah telah
membeli dari orang-orang
mu'min, diri dan harta mereka
dengan memberikan surga untuk
mereka. Mereka berperang pada
jalan Allah; lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu
telah menjadi) janji yang benar
dari Allah di dalam Taurat, Injil
dan Al Qur'an. Dan siapakah
yang lebih menepati janjinya
(selain) daripada Allah? Maka
bergembiralah dengan jual beli
yang telah kamu lakukan itu, dan
itulah kemenangan yang besar.
(At-Taubah:111)
Ibnu Katsir -semoga Allah
merahmatinya- berkata:
Kebanyakan (Ulama/Mufassir)
berpendapat bahwa ayat tersebut
berkenaan dengan setiap Mujahid
Fie Sabilillah.
3. Firman Allah:
Dan siapkanlah untuk
menghadapi mereka kekuatan
apa saja yang kamu sanggupi dan
dari kuda-kuda yang ditambat
untuk berperang (yang dengan
persiapan itu) kamu
menggentarkan musuh Allah,
musuhmu dan orang-orang selain
mereka yang kamu tidak
mengetahuinya; sedang Allah
mengetahuinya. Apa saja yang
kamu nafkahkan pada jalan Allah
niscaya akan dibalas dengan
cukup kepadamu dan kamu tidak
akan dianiaya (dirugikan).(Al-
Anfal : 60).
4. Allah berfirman terhadap
mereka yang merusak perjanjian:
Jika kamu menemui mereka
dalam peperangan, maka cerai
beraikanlah orang-orang yang di
belakang mereka dengan
(menumpas) mereka, supaya
mereka mengambil pelajaran.(Al-
Anfal:57).
Kedua:
Dalil-dalil dari As-Sunnah:
1. Hadits Ghulam (pemuda) yang
kisahnya terkenal, terdapat dalam
Shahih Bukhari, ketika ia
menunjukkan musuh cara
membunuh dirinya, lalu musuh
itupun membunuhunya, sehingga
ia mati dalam keadaan syahid di
jalan Allah. Maka operasi seperti
ini merupakan salah satu jenis
Jihad, dan menghasilkan manfaat
yang besar, dan kemaslahatan
bagi kaum Muslimin, ketika
penduduk negeri itu masuk
kepada dien(agama) Islam, yaitu
ketika mereka berkata : "Kami
beriman kepada Rabb (Tuhan)
nya pemuda ini".
Petunjuk (dalil) yang dapat di
ambil dari hadits ini adalah bahwa
Pemuda (Ghulam) tadi
merupakan seorang Mujahid yang
mengorbankan dirinya dan rela
kehilangan nyawa dirinya demi
tujuan kemaslahatan kaum
Muslimin. Pemuda tadi telah
mengajarkan mereka bagaimana
cara membunuh dirinya, bahkan
mereka sama sekali tidak akan
mampu membunuh dirinya
kecuali dengan cara yang
ditunjukkan oleh pemuda
tersebut, padahal cara yang
ditunjukkan itu merupakan sebab
kematian dirinya, akan tetapi
dalam kontkes Jihad hal ini
diperbolehkan.
Operasi sedemikian ini diterapkan
oleh Mujahidin dalam Istisyhad
(operasi memburu kesyahidan),
keduaduanya memiliki inti
masalah yang sama, yaitu
menghilangkan nyawa diri demi
kemaslahatan jihad. Amalan-
amalan seperti ini memiliki dasar
dalam syari'at Islam. Tak
ubahnnya pula dengan seseorang
yang hendak melaksakanan Amar
Ma'ruf Nahyi Munkar di suatu
tempat dan menunjukkan
manusia kepada Hidayah
sehingga dia terbunuh di tempat
tersebut, maka dia dianggap
sebagai seorang Mujahid yang
Syahid, ini seperti sabda Nabi
s.a.w:
"Jihad yang paling utama adalah
mengatakan Al-haq di depan
penguasa yang Jaa-ir (jahat)"
2. Amaliyah yang dilakukan oleh
Bara bin Malik dalam
pertempuran di Yamamah. Ketika
itu ia diusung di atas tameng yang
berada di ujung-ujung tombak,
lalu dilemparkan ke arah musuh,
diapun berperang (di dalam
benteng) sehingga berhasil
membuka pintu Benteng. Dalam
kejadian itu tidak seorangpun
sahabat r.a menyalahkannya.
Kisah ini tersebut dalam Sunan
Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru
Bab At-Tabarru' Bit-Ta'rudhi
Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi
(2/364), Asaddul Ghaabah (1/206)
, Tarikh Thabari.
3. Operasi yang dilakukan oleh
Salamah bin Al-'Akwa dan Al-
Ahram Al-Asadi, dan Abu
Qatadah terhadap Uyainah bin
Hishn dan pasukannya. Dalam
ketika itu Rasulullah s.a.w memuji
mereka, dengan sabdanya:
"Pasukan infantry terbaik hari ini
adalah Salamah" (Hadits
Muttafaqun 'Alaihi /Bukhari-
Muslim).
Ibnu Nuhas berkata : Dalam
hadits ini telah teguh tentang
bolehnya seorang diri berjibaku
ke arah pasukan tempur dengan
bilangan yang besar, sekalipun
dia memiliki keyakinan kuat
bahwa dirinya akan
terbunuh.Tidak mengapa
dilakukan jikan dia ikhlas
melakukannya demi memperoleh
kesyahidan sebagaimana
dilakukan oleh Salamah bin
Al-'Akwa, dan Al-Akhram Al-
Asaddi. Nabi s.a.w tidak mencela,
sahabat r.a tidak pula
menyalahkan operasi tersebut.
Bahkan di dalam hadits tersebut
menunjukkan bahwa operasi
seperti itu adalah disukai, juga
merupakan keutamaan.
Rasulullah s.a.w memuji Abu
Qatadah dan Salamah
sebagaimana disebutkan
terdahulu.Dimana masing-masing
dari mereka telah menjalankan
operasi Jibaku terhadap musuh
seorang diri (Masyari'ul Asywaq
1/540)
4. Apa yang dilakukan oleh
Hisyam bin Amar Al-Anshari,
ketika dia meneroboskan dirinya
di antara Dua pasukan,
menerjang musuh seorang diri
dengan bilangan musuh yang
besar, waktu itu sebagian kaum
Muslimin berkata: Ia
menjerumuskan dirinya dalam
kebinasaan, Umar bin Khaththab
r.a membantah klaim sebagian
kaum Muslimin tersebut, begitu
juga Abu Hurairah r.a, lalu
keduanya membaca ayat:
"Dan diantara manusia ada yang
mengorbankan dirinya demi
mencari keridhaan Allah・ (Al-
baqarah :207)
Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah
(5/303,222), Sunan Al-Baihaqi
(9/46)
5. Abu hadrad Al-Aslami dan Dua
orang sahabatnya menerjangkan
diri ke arah pasukan besar, tidak
ada orang ke-empat selain
mereka bertiga, akhirnya Allah
memenangkan kaum Muslimin
atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam
menyebut riwayat ini dalam kitab
sirahnya. Ibnu Nuhas
menyebutnya dalam Al-
Masyaari' (1/545).
6. Operasi yang dilakukan oleh
Abdullah bin Hanzhalah Al-
Ghusail, ketika ia berjibaku
menerjang musuh dalam salah
satu pertempuran, sedangkan
baju besi pelindung tubuhnya
sengaja ia buang, kemudian kaum
kafir berhasil membunuhnya.
Disebutkan oleh Ibnu Nuhas
dalam Al-Masyari' (1/555).
7. Imam Al-Baihaqi dalam As-
Sunan (9/44) menukil tentang
seorang lelaki yang mendengar
sebuah hadits dari Abu
Musa :"Jannah (syurga) itu berada
di bawah naungan pedang" Lalu
lelaki itu memecahkan sarung
pedangnya, lantas menerjang
musuh seorang diri, berperang
sampai ia terbunuh.
8. Kisah Anas bin Nadhar dalam
salah satu pertempuran Uhud,
katanya: "Aku sudah terlalu rindu
dengan wangi jannah (syurga)"
kemudian ia berjibaku menerjang
kaum Musyrikin sampai terbunuh.
(Muttafaqun 'Alaihi).
Ketiga :
Ijma'
Dalam Masyari'ul Asywaq (1/588),
Ibnu Nuhas menukil dari Al-
Mihlab, katanya: (Kaum Muslimin)
telah Ijma' bahwa diperbolehkan
menerjangkan diri dalam posisi
berbahaya yang menyebabkan
kebinasaan dirinya dalam Jihad
Fie Sabilillah. Ia menukil dari Al-
Ghazali dalam Al-Ihya, katanya:
Tidak ada perbedaan pendapat
tentang diperbolehkannya
seorang Muslim berjibaku
menerjang sepasukan kafir dan
berperang seorang diri sekalipun
ia mengerti bahwa dirinya bakal
terbunuh.
Imam Nawawi dalam syarah
Muslim menukil kesepakatan
(kaum Muslimin) tentang
diperbolehkannya mengorbankan
diri -dengan menempatkan diri
dalam posisi mematikan-dalam
Jihad Fie Sabilillah, ia
menyebutnya (contoh) dalam
perang Dzie Qarad (12/187)
Tujuh hadits terdahulu dan ijma'
tersebut di atas, para ulama ahli
fiqih (Fuqaha) menempatkannya
dalam bab :"Berjibaku seorang
diri menerjang pasukan musuh
dengan bilangan yang banyak",
kadang-kadang dinamakan juga
dengan Al-In-Ghimas (Terobos
maut) ke arah sepasukan" atau
dinamakan juga, "Menempatkan
diri dalam posisi mematikan
dalam Jihad Fie Sabilillah"
Imam Nawawi dalam syarah
Muslim Bab kepastian Jannah bagi
orang yang syahid (13/46)
mengatakan: 'Di dalamnya
diperbolehkan seorang diri
melakukan operasi terobos maut
ke dalam pasukan musuh dan
bersungguh-sungguh
memperoleh kesyahidan. Hal
seperti ini diperbolehkan menurut
Jumhur Ulama, tidak ada
kemakruhan di dalamnya, selesai-
Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya
menukil dari sebagian ulama
Malikiyah (Yaitu berjibaku ke arah
musuh), sehingga sebagian
mereka berkata : "Jika seseorang
menyerbu kepada seratus orang
atau sejumlah pasukan tertentu,
misalnya tentara atau
semisalnya,dan dia mengerti, serta
mempunyai keyakinan kuat
bahwa dia akan terbunuh dalam
operasi tersebut, tetapi dia pula
memiliki keyakinan kuat bahwa
operasinya akan merugikan
musuh atau berbekas (di hati
musuh), yang mana ini akan
membawa manfaat bagi kaum
Muslimin, maka operasi seperti ini
diperbolehkan" Ia menukil pula
dari Muhammad bin Al-Hasan
Asy-Syaibani, katanya : "Jika
seorang lelaki berjibaku ke arah
Seribu Musyrikin,dan dia -benar-
benar- seorang diri, maka hal
seperti ini tidak mengapa, jika ia
sangat berharap akan
keberhasilan operasinya, atau
menimbulkan kerugian pada
pihak musuh ". Tafsir Al-Qurtubi
(2/364)
Masalah-masalah yang berkenaan
dengan penerjangan diri oleh
seorang Muslim ke arah musuh
dengan bilangan yang besar,
demikian juga jibaku seorang diri
ke tengah-tengah pasukan
musuh, sangat erat dan persis
kaitannya dengan masalah yang
dialami oleh seorang Mujahid,
yang berusaha menempatkan
dirinya dalam posisi yang
membahayakan jiwanya, dan
melabrakkan diri ke dalam
sekumpulan kaum kafir,dengan
tujuan berusaha menimbulkan
kematian, kerugian dan
kerusakkan pada musuh. Maka
operasi seperti ini disebut sebagai
operasi Istisyhad.
Fakta-fakta dan peristiwa yang
berkenaan dengan hukum
operasi Istisyhad:
1. Ketika kaum kafir menjadikan
kaum Muslimin sebagai tameng
hidup/pagar betis
Apabila kaum kafir menjadikan
kaum Muslimin sebagai tameng
hidup/pagar betis, sehingga kaum
Muslimin lainnya yang berjihad
(Mujahidin) tersudut dalam
keadaan terpaksa, dan tidak
dapat melanjutkan peperangan
kecuali dengan terlebih dahulu
menghilangkan tameng hidup
tersebut, maka hal ini
diperbolehkan.
Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa
(20/52), (28/537,546) berkata :
"Ulama telah sepakat bahwa jika
pasukan kafir menjadikan
tawanan kaum Muslimin yang ada
pada mereka sebagai tameng
hidup/pagar betis, dan kondisi ini
dikhawatirkan menimbulkan
bahaya bagi kaum Muslimin jika
mereka tidak melanjutkan
pertempuran, maka hendaklah
mereka melanjutkan
pertempuran itu sekalipun
mengakibatkan terbunuhnya
kaum Muslimin yang dijadikan
tameng hidup/pagar betis oleh
kaum kafir..,-selesai.
Ibnu Qasim berkata dalam
Haasyiyatur Raudh (4/271),
berkata dalam Al-Inshaf: "Jika -
kaum kafir- menjadikan tameng
hidup dari kaum Muslimin, dan
tembadakan kaum Muslimin tidak
akan mencapai kaum kafir kecuali
dengan terlebih dahulu mencapai
kaum Muslimin yang dijadikan
sebagai tameng hidup itu, maka
diperbolehkan menembak kearah
mereka dengan tujuan
membunuh kafir. Tidak ada
perbedaan pendapat dalam
masalah ini. Selesai-
Fakta yang dapat dijadikan dalil
(Wajhud Dalaalah) dalam
masalah tameng hidup (Tatarrus)
ketika kita berada dalam kondisi
seperti itu ialah, diperbolehkan
bagi kita untk melanjutkan
pertempuran untuk
menyampaikan tembakan kita ke
arah musuh, sekalipun hal itu
menyebabkan terbunuhnya
tameng hidup dari kaum
Muslimin oleh senjata kaum
Muslimin dan oleh tangan kaum
Muslimin.
Disini kita lihat bahwa kelanjutan
membunuh musuh sekaligus
menimbulkan kerugian dan
kerusakan pada mereka hanya
akan terjadi setelah terlebih
dahulu membunuh kaum
Muslimin yang dijadikan tameng
hidup oleh musuh. Keadaan
seperti ini tentu saja lebih parah
daripada hilangnya nyawa
seorang Mujahid dengan
perantaraan tangannya sendiri
dalam operasi Istisyhad dengan
tujuan menimbulkan kerusakan
dan kerugian pada musuh .
Bahkan terbunuhnya tameng
hidup dari kaum Muslimin adalah
lebih dahsyat, karena seorang
Muslim yang membunuh Muslim
lainnya adalah terlebih dahsyat
dibandingkan dengan seorang
Muslim yang membunuh dirinya
sendiri. Karena pembunuhan
terhadap seorang Muslim oleh
selainnya adalah merupakan
suatu kezaliman dan sangat
melampaui batas terhadap yang
terbunuh. Adapun pembunuhan
seorang Muslim terhadap dirinya
sendiri, maka bahayanya terbatas
pada dirinya, akan tetapi hal-hal
seperti ini diperbolehkan dalam
Bab Jihad.
Karenanya jika hilangnya nyawa
kaum Muslimin di tangan sesama
kaum Muslimin dengan tujuan
membunuh musuh adalah
diperbolehkan, maka hukum
hilangnya nyawa seorang Muslim
ditangannya sendiri dengan
tujuan menimbulkan kerugian
dikalangan musuh adalah serupa
atau bahkan lebih ringan dari itu
(lebih diperbolehkan).
Dengan kata lain, jika suatu
perbuatan yang dosanya
terhitung lebih besar, dan dalam
satu kondisi perbuatan itu
diperbolehkan dilakukan dengan
tujuan seperti diterangkan diatas,
maka perbuatan yang dosanya
lebih sedikit dari hal tersebut
adalah lebih boleh untuk
dilakukan, jika kedua perbuatan
tersebut bertujuan untuk
menimbulkan kerugian pada
musuh, sesuai dengan hadits :
Sesungguhnya Amal itu (sesuai)
dengan niat.
Keterangan di atas sekaligus
sebagai bantahan terhadap
mereka yang mengatakan bahwa
operator jibaku dan orang yang
melabrakkan diri ke pasukan
musuh adalah terbunuh di
tangan musuh dengan senjata
musuh!
Maka kami katakan bahwa dalam
masalah Tatarrus (Tameng hidup),
kaum Muslimin yang dijadikan
tameng terbunuh di tangan kaum
Muslimin sendiri, juga oleh senjata
kaum Muslimin. Dalam kondisi
seperti ini, maka pembunuhan
terhadap kaum Muslimin tidak
termasuk kategori pembunuhan
biasa yang diancam oleh hukum
Islam.
2. Masalah Al-Bayat
(Penyergapan /Ambush)
Yang dimaksudkan dengan Al-
Bayat ialah penyergapan sekaligus
pembunuhan dan penimbulan
kerusakan pada musuh yang
dilakukan di malam hari,
sekalipun dalam operasi itu
terdapat personal atau individu
yang pada mulanya -dalam
keadaan biasa- tidak
diperbolehkan dibunuh, misalnya
anak-anak dan kaum wanita kafir.
Ibnu Qudamah berkata:
Diperbolehkan menyergap
musuh, dan berkata Imam
Ahmad: Tidak mengapa operasi
Al-Bayat dilakukan, bukankah
operasi tempur melawan Rumawi
-tidak dilakukan- kecuali dengan
cara Al-Bayat?, katanya lagi:
"Kami tidak mengetahui adanya
seorangpun yang memakruhkan
Al-Bayat " (Al-Mughni dengan
syarahnya :10/503).
Sisi pengambilan dalil dari
keterangan diatas adalah, jika
diperbolehkan membunuh
individu yang pada asalnya tidak
diperbolehkan untuk dibunuh,
demi tujuan menimbulkan
kerusakan dan kerugian pada
musuh serta kekalahan musuh,
maka dikatakan: demikian pula
hilangnya nyawa seorang Mujahid
Muslim yang pada mulanya tidak
diperbolehkan, akan tetapi demi
tujuan penghancuran musuh,
maka hal ini menjadi boleh,
diperbolehkan.
Dalam kasus Al-Bayat, wanita-
wanita dan anak-anak kafir
terbunuh ditangan orang-orang
yang pada mulanya tidak
dibenarkan untuk melakukannya,
jika tidak dilakukan demi tujuan-
tujuan Jihad dan disesuaikan
dengan niatnya.
Kesimpulan:
Telah disebutkan terdahulu
tentang bolehnya seorang
Mujahid menempatkan dirinya
dalam posisi berbahaya dalam
operasi Istisyhadiyah, dan
menghilangkan nyawa dirinya
demi tujuan Jihad dan
menimbulkan kerugian pada
musuh, baik terbunuh oleh
senjata musuh dan ditangan
musuh, sebagaimana telah
disebutkan dalil-dalilnya, atau
terbunuh oleh senjata kaum
Muslimin di tangan sesama kaum
Muslimin sendiri sebagaimana
dalam kasus Tatarrus (tameng
hidup) atau dengan menunjukkan
cara untuk membunuh dirinya
sebagaimana disebutkan dalam
kisah Al-Ghulam (pemuda).
Semua itu sama saja kedudukan
hukumnya dalam Bab Jihad ,
karena, dalam Jihad yang
didalamnya terdapat
kemaslahatan yang besar bagi
kaum Muslimin, terdapat banyak
amalan-amalan yang diampuni
(diperbolehkan unutk
melakukannya), sedangkan
amalan-amalan tersebut tidak
boleh dilakukan di luar konteks
jihad. Sebagai contoh, berbohong
dan tipu daya adalah
diperbolehkan dalam Jihad
sebagaimana ditunjukkan oleh
Sunnah, padahal perbuatan ini
diluar Jihad dilarang.Dalam
konteks Jihad pula diperbolehkan
membunuh individu yang pada
mulanya tidak diperbolehkan
untuk membunuhnya.
Demikianlah asal dalam masalah
Jihad, karenanya masalah operasi
Istisyhadiyah masuk dalam bab
ini.
Adapun mengkiyaskan
Mustasyhid (orang yang syahid
dalam operasi Istisyhad) dengan
orang yang mati bunuh diri
adalah qiyas yang jauh dari
kebenaran. Jelas terdapat
perbedaan yang mendasar yang
tidak mungkin menyamakan
keduanya. Si mati karena bunuh
diri membunuh dirinya karena
putus asa dan hilangnya
kesabaran, atau membenci takdir,
atau menentang sesuatu yang
telah ditakdirkan terjadi. Lalu
tergesa-gesa ingin segera mati
atau ingin segera bebas dari sakit
dan luka, dan siksa atau
penderitaan yang menimpanya di
luar sesuatu yang diridhai Allah.
Ini berbeda dengan kesyahidan
seorang Mujahid dalam operasi
Istisyhad, dengan jiwa yang
gembira, sukacita menyongsong
kesyahidan dan Jannah (syurga)
dan apa-apa yang ada di sisi
Allah, juga demi menolong dien
(agama)-Nya, menimbulkan
kerusakan dan kerugian pada
musuh, dan berjihad di Jalan-Nya.
Tentulah tidak sama antara
keduanya itu! Firman Allah:
"Apakah kami patut menjadikan
kaum Muslimin seperti orang-
orang kafir? Mengapa kamu
(berbuat demikian):
bagaimanakah kamu mengambil
keputusan?" (Al-Qalam : 35-36)
Firman Allah:
Apakah orang-orang yang
membuat kejahatan itu
menyangka bahwa Kami akan
menjadikan mereka seperti
orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh,
yaitu sama antara kehidupan dan
kematian mereka? Amat buruklah
apa yang mereka sangka itu. (Al-
Jaatsiyah:21)
Maka apakah orang yang
beriman seperti orang yang fasik
(kafir)? Mereka tidak sama. (As-
Sajdah : 18)
Kami mohon pertolongan kepada
Allah, agar menolong dien-Nya,
dan memuliakan tentara-Nya,
dan membinasakan musuh-Nya,
Shalawat Allah semoga tercurah
atas Nabi kita Muhammad, dan
seluruh keluarga serta seluruh
sahabtnya, kesemuanya.Amien.
Diimlakan oleh Syaikh A.Hamuud
'Uqlaa Asy-Syu'aibi
2/2/1422 H
Surat Dari Gaza Untuk Umat Islam di Indonesia
Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya
harus menulis dan mengirim surat
ini untuk kalian di Indonesia,
Namun jika kalian tetap bertanya
kepadaku, kenapa? Mungkin
satu-satunya jawaban yang saya
miliki Adalah karena Negeri kalian
berpenduduk muslim terbanyak
di punggung bumi ini, bukan
demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam, ketika
pulang dari melempar jumrah,
saya sempat berkenalan dengan
salah seorang aktivis da'wah dari
Jama'ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku, setiap
tahun musim haji ada sekitar 205
ribu jama'ah haji berasal dari
Indonesia datang ke Baitullah ini.
Wah, sungguh jumlah angka yang
sangat fantastis dan membuat
saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya,
saudaraku, jika jumlah jama'ah
Haji asal GAZA sejak tahun 1987
Sampai sekarang digabung, itu
belum bisa menyamai jumlah
jama'ah haji dari negeri kalian
dalam satu musim haji saja.
Padahal jarak tempat kami ke
Baitullah lebih dekat dibanding
kalian yah?. wah, pasti uang
kalian sangat banyak yah?,
apalagi menurut sahabatku itu
ada 5% dari rombongan tersebut
yang menunaikan ibadah haji
untuk yang kedua kalinya,
Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam
hati, kenapa saya dan kami yang
ada di GAZA ini, tidak dilahirkan
di negeri kalian saja. Wah, pasti
sangat indah dan mengagumkan
yah?. Negeri kalian aman, kaya
dan subur, setidaknya itu yang
saya ketahui Tentang negeri
kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat
mudah menyusui bayi-bayinya,
susu formula bayi pasti dengan
mudah kalian dapatkan di toko-
toko dan para wanita hamil kalian
mungkin dengan mudah bersalin
di rumah sakit yang mereka
inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu
saudaraku tidak seperti di negeri
kami ini, saudaraku, anak-anak
bayi kami lahir di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang
tentara Israel menahan mobil
ambulance yang akan
mengantarkan istri kami
Melahirkan di rumah sakit yang
lebih lengkap alatnya di daerah
Rafah, Sehingga istri-istri kami
terpaksa melahirkan diatas mobil,
yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang
yang langka di GAZA sejak kami di
blokade 2tahun lalu, namun isteri
kami tetap menyusui bayi-bayinya
dan menyapihnya hingga dua
tahun lamanya, walau terkadang
untuk memperlancar ASI mereka,
isteri kami rela minum air
rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri
kalian, katanya tidak sedikit kasus
pembuangan bayi yang tidak jelas
siapa ayah dan ibunya, terkadang
ditemukan mati di parit-parit, di
selokan-selokan dan di tempat
sampah, itu yang kami dapat dari
informasi televisi.
Dan yang membuat saya terkejut
dan merinding, ternyata negeri
kalian adalah negeri yang
tertinggi kasus Abortusnya untuk
wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada
apa dengan kalian? Apakah
karena di negeri kalian tidak ada
konflik bersenjata seperti kami
disini, sehingga orang bisa
melakukan hal hina tersebut?,
sepertinya kalian belum
menghargai arti sebuah nyawa
bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di
GAZA sejak penyerangan Israel,
kami menyaksikan bayi-bayi kami
mati, Namun, bukanlah
diselokan-selokan, atau got-got
apalagi ditempat sampah?
saudaraku! Mereka mati syahid,
saudaraku! mati syahid, karena
serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak
bernyawa lagi dipangkuan ibunya,
di bawah puing-puing bangunan
rumah kami yang hancur oleh
serangan roket tentara Zionis
Israel, Saudaraku, bagi kami nilai
seorang bayi adalah Aset
perjuangan perlawanan kami
terhadap penjajah Yahudi.
Mereka adalah mata rantai yang
akan menyambung perjuangan
kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak
serangan Israel tanggal 27
desember (2009) kemarin,
Saudara-saudara kami yang
syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak
kami, namun sejak penyerangan
itu pula sampai hari ini, kami
menyambut lahirnya 3000 bayi
baru Dijalur Gaza, dan
Subhanallah kebanyakan mereka
adalah anak laki-laki dan banyak
yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur,
tanaman apa saja yang kalian
tanam akan tumbuh dan
berbuah, namun kenapa di negeri
kalian masih ada bayi yang
kekurangan gizi, menderita
busung lapar. Apa karena kalian
sulit mencari rezki disana? apa
negeri kalian sedang di blokade
juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku,
tidak ada satupun bayi di Gaza
yang menderita kekurangan gizi
apalagi sampai mati kelaparan,
walau sudah lama kami
diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah
pegawai Tata Usaha di kantor
pemerintahan Hamas Sudah 7
bulan ini, gaji bulanan belum saya
terima, tapi Allah SWT yang akan
mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan
ini saja ada sekitar 300 pasang
pemuda baru saja
melangsungkan pernikahan. Yah,
mereka menikah di sela-sela
serangan agresi Israel, Mereka
mengucapkan akad nikah,
diantara bunyi letupan bom dan
peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu
Ust Isma'il Haniya memberikan
santunan awal pernikahan bagi
semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri,
seandainya saya bisa merasakan
pengajian atau halaqoh
pembinaan Di Negeri antum,
seperti yang diceritakan teman
saya tersebut, program pengajian
kalian pasti bagus bukan, banyak
kitab mungkin yang telah kalian
baca, dan buku-buku pasti kalian
telah lahap, kalian pun sangat
bersemangat bukan, itu karena
kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang
banyak disini wahai saudaraku.
Satu jam, yah satu jam itu adalah
waktu yang dipatok untuk kami
disini untuk halaqoh, setelah itu
kami harus terjun langsung ke
lapanagn jihad, sesuai dengan
tugas yang Telah diberikan
kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-
nantikan hari halaqoh tersebut
walau cuma satu jam saudaraku,
tentu kalian lebih bersyukur,
kalian lebih punya waktu untuk
menegakkan rukun-rukun
halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum
dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak
dari kami, Semua pegawai dan
pejuang Hamas di sini wajib
menghapal surat al anfaal sebagai
nyanyian perang kami, saya
menghapal di sela-sela waktu
istirahat perang, bagaimana
Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya
menghadiri acara wisuda
penamatan hafalan 30 juz anakku
yang pertama, ia diantara 1000
anak yang tahun ini menghapal
al-qur'an, umurnya baru 10
tahun, saya yakin anak-anak
kalian jauh lebih cepat
menghapal al-quran ketimbang
anak-anak kami disini, di Gaza
tidak ada SDIT seperti di tempat
kalian, yang menyebar seperti
jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-
puing reruntuhan gedung yang
hancur, yang tanahnya sudah
diratakan, diatasnya diberi
beberapa helai daun pohon
kurma, yah di tempat itulah
mereka belajar saudaraku, bunyi
suara setoran hafalan al-quran
mereka bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara
Israel? Ayat-ayat Jihad paling
cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka
tafsirnya. Langsung Mereka
rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima
kasih kepada kalian semua,
melihat aksi solidaritas yang kalian
perlihatkan kepada masyarakat
dunia, kami menyaksikan demo-
demo kalian disini. Subhanallah,
kami sangat terhibur, karena
kalian juga merasakan apa yang
kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat
dunia yang menangisi kami di sini,
termasuk kalian di Indonesia.
Namun, bukan tangisan kalian
yang kami butuhkan saudaraku
biarlah butiran air matamu
adalah catatan bukti nanti di
akhirat yang dicatat Allah sebagai
bukti ukhuwah kalian kepada
kami. Doa-doa kalian dan dana
kalian telah kami rasakan
manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran saya
Untuk menjaga kantor, tugasku
untuk menunggu jika ada telepon
dan fax yang masuk Insya Allah,
nanti saya ingin sambung dengan
surat yang lain lagi Salam untuk
semua pejuang-pejuang islam di
Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza
City ..1430 H)
Saya tidak tahu, mengapa saya
harus menulis dan mengirim surat
ini untuk kalian di Indonesia,
Namun jika kalian tetap bertanya
kepadaku, kenapa? Mungkin
satu-satunya jawaban yang saya
miliki Adalah karena Negeri kalian
berpenduduk muslim terbanyak
di punggung bumi ini, bukan
demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam, ketika
pulang dari melempar jumrah,
saya sempat berkenalan dengan
salah seorang aktivis da'wah dari
Jama'ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku, setiap
tahun musim haji ada sekitar 205
ribu jama'ah haji berasal dari
Indonesia datang ke Baitullah ini.
Wah, sungguh jumlah angka yang
sangat fantastis dan membuat
saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya,
saudaraku, jika jumlah jama'ah
Haji asal GAZA sejak tahun 1987
Sampai sekarang digabung, itu
belum bisa menyamai jumlah
jama'ah haji dari negeri kalian
dalam satu musim haji saja.
Padahal jarak tempat kami ke
Baitullah lebih dekat dibanding
kalian yah?. wah, pasti uang
kalian sangat banyak yah?,
apalagi menurut sahabatku itu
ada 5% dari rombongan tersebut
yang menunaikan ibadah haji
untuk yang kedua kalinya,
Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam
hati, kenapa saya dan kami yang
ada di GAZA ini, tidak dilahirkan
di negeri kalian saja. Wah, pasti
sangat indah dan mengagumkan
yah?. Negeri kalian aman, kaya
dan subur, setidaknya itu yang
saya ketahui Tentang negeri
kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat
mudah menyusui bayi-bayinya,
susu formula bayi pasti dengan
mudah kalian dapatkan di toko-
toko dan para wanita hamil kalian
mungkin dengan mudah bersalin
di rumah sakit yang mereka
inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu
saudaraku tidak seperti di negeri
kami ini, saudaraku, anak-anak
bayi kami lahir di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang
tentara Israel menahan mobil
ambulance yang akan
mengantarkan istri kami
Melahirkan di rumah sakit yang
lebih lengkap alatnya di daerah
Rafah, Sehingga istri-istri kami
terpaksa melahirkan diatas mobil,
yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang
yang langka di GAZA sejak kami di
blokade 2tahun lalu, namun isteri
kami tetap menyusui bayi-bayinya
dan menyapihnya hingga dua
tahun lamanya, walau terkadang
untuk memperlancar ASI mereka,
isteri kami rela minum air
rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri
kalian, katanya tidak sedikit kasus
pembuangan bayi yang tidak jelas
siapa ayah dan ibunya, terkadang
ditemukan mati di parit-parit, di
selokan-selokan dan di tempat
sampah, itu yang kami dapat dari
informasi televisi.
Dan yang membuat saya terkejut
dan merinding, ternyata negeri
kalian adalah negeri yang
tertinggi kasus Abortusnya untuk
wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada
apa dengan kalian? Apakah
karena di negeri kalian tidak ada
konflik bersenjata seperti kami
disini, sehingga orang bisa
melakukan hal hina tersebut?,
sepertinya kalian belum
menghargai arti sebuah nyawa
bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di
GAZA sejak penyerangan Israel,
kami menyaksikan bayi-bayi kami
mati, Namun, bukanlah
diselokan-selokan, atau got-got
apalagi ditempat sampah?
saudaraku! Mereka mati syahid,
saudaraku! mati syahid, karena
serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak
bernyawa lagi dipangkuan ibunya,
di bawah puing-puing bangunan
rumah kami yang hancur oleh
serangan roket tentara Zionis
Israel, Saudaraku, bagi kami nilai
seorang bayi adalah Aset
perjuangan perlawanan kami
terhadap penjajah Yahudi.
Mereka adalah mata rantai yang
akan menyambung perjuangan
kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak
serangan Israel tanggal 27
desember (2009) kemarin,
Saudara-saudara kami yang
syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak
kami, namun sejak penyerangan
itu pula sampai hari ini, kami
menyambut lahirnya 3000 bayi
baru Dijalur Gaza, dan
Subhanallah kebanyakan mereka
adalah anak laki-laki dan banyak
yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur,
tanaman apa saja yang kalian
tanam akan tumbuh dan
berbuah, namun kenapa di negeri
kalian masih ada bayi yang
kekurangan gizi, menderita
busung lapar. Apa karena kalian
sulit mencari rezki disana? apa
negeri kalian sedang di blokade
juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku,
tidak ada satupun bayi di Gaza
yang menderita kekurangan gizi
apalagi sampai mati kelaparan,
walau sudah lama kami
diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah
pegawai Tata Usaha di kantor
pemerintahan Hamas Sudah 7
bulan ini, gaji bulanan belum saya
terima, tapi Allah SWT yang akan
mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan
ini saja ada sekitar 300 pasang
pemuda baru saja
melangsungkan pernikahan. Yah,
mereka menikah di sela-sela
serangan agresi Israel, Mereka
mengucapkan akad nikah,
diantara bunyi letupan bom dan
peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu
Ust Isma'il Haniya memberikan
santunan awal pernikahan bagi
semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri,
seandainya saya bisa merasakan
pengajian atau halaqoh
pembinaan Di Negeri antum,
seperti yang diceritakan teman
saya tersebut, program pengajian
kalian pasti bagus bukan, banyak
kitab mungkin yang telah kalian
baca, dan buku-buku pasti kalian
telah lahap, kalian pun sangat
bersemangat bukan, itu karena
kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang
banyak disini wahai saudaraku.
Satu jam, yah satu jam itu adalah
waktu yang dipatok untuk kami
disini untuk halaqoh, setelah itu
kami harus terjun langsung ke
lapanagn jihad, sesuai dengan
tugas yang Telah diberikan
kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-
nantikan hari halaqoh tersebut
walau cuma satu jam saudaraku,
tentu kalian lebih bersyukur,
kalian lebih punya waktu untuk
menegakkan rukun-rukun
halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum
dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak
dari kami, Semua pegawai dan
pejuang Hamas di sini wajib
menghapal surat al anfaal sebagai
nyanyian perang kami, saya
menghapal di sela-sela waktu
istirahat perang, bagaimana
Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya
menghadiri acara wisuda
penamatan hafalan 30 juz anakku
yang pertama, ia diantara 1000
anak yang tahun ini menghapal
al-qur'an, umurnya baru 10
tahun, saya yakin anak-anak
kalian jauh lebih cepat
menghapal al-quran ketimbang
anak-anak kami disini, di Gaza
tidak ada SDIT seperti di tempat
kalian, yang menyebar seperti
jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-
puing reruntuhan gedung yang
hancur, yang tanahnya sudah
diratakan, diatasnya diberi
beberapa helai daun pohon
kurma, yah di tempat itulah
mereka belajar saudaraku, bunyi
suara setoran hafalan al-quran
mereka bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara
Israel? Ayat-ayat Jihad paling
cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka
tafsirnya. Langsung Mereka
rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima
kasih kepada kalian semua,
melihat aksi solidaritas yang kalian
perlihatkan kepada masyarakat
dunia, kami menyaksikan demo-
demo kalian disini. Subhanallah,
kami sangat terhibur, karena
kalian juga merasakan apa yang
kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat
dunia yang menangisi kami di sini,
termasuk kalian di Indonesia.
Namun, bukan tangisan kalian
yang kami butuhkan saudaraku
biarlah butiran air matamu
adalah catatan bukti nanti di
akhirat yang dicatat Allah sebagai
bukti ukhuwah kalian kepada
kami. Doa-doa kalian dan dana
kalian telah kami rasakan
manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran saya
Untuk menjaga kantor, tugasku
untuk menunggu jika ada telepon
dan fax yang masuk Insya Allah,
nanti saya ingin sambung dengan
surat yang lain lagi Salam untuk
semua pejuang-pejuang islam di
Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza
City ..1430 H)
Jumat, 29 April 2011
Amplop Hasil Khutbah Jumat
Tanya:
Sudah menjadi tradisi di
negeri kita, terutama di
kalangan menengah ke atas.
Bila seusai khutbah, khatib
mendapatkan amplop
sekedar untuk transportasi.
Apakah bagi khatib
diperbolehkan
memanfaatkan uang hasil
ceramahnya ini?
Jawab:
Lajnah Daimah mengatakan,
“ Orang-orang yang
mengurusi masjid
diperbolehkan mengambil
insentif karena berbagai
kewajiban berkaitan dengan
masjid yang mereka lakukan
baik sebagai Imam tetap,
khatib, muadzin tetap, dan
marbut – penjaga dan
pengurus masjid – karena
mereka telah rela dengan
melakukan kewajiban Islam
yang bersifat umum dan
mereka tersibukkan diri
dengan urusan yang
berkaitan dengan
kepentingan
umum. ” (Fatawa Lajnah
Daimah 8/237)
Sudah menjadi tradisi di
negeri kita, terutama di
kalangan menengah ke atas.
Bila seusai khutbah, khatib
mendapatkan amplop
sekedar untuk transportasi.
Apakah bagi khatib
diperbolehkan
memanfaatkan uang hasil
ceramahnya ini?
Jawab:
Lajnah Daimah mengatakan,
“ Orang-orang yang
mengurusi masjid
diperbolehkan mengambil
insentif karena berbagai
kewajiban berkaitan dengan
masjid yang mereka lakukan
baik sebagai Imam tetap,
khatib, muadzin tetap, dan
marbut – penjaga dan
pengurus masjid – karena
mereka telah rela dengan
melakukan kewajiban Islam
yang bersifat umum dan
mereka tersibukkan diri
dengan urusan yang
berkaitan dengan
kepentingan
umum. ” (Fatawa Lajnah
Daimah 8/237)
Minggu, 24 April 2011
Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!!
Sebel nggak sih ketika ada
beberapa teman kamu yang
pacaran di sekolah bahkan di
dalam kelas? Banget jawabnya.
Tenang, rasa sebal tadi bukan
karena sok ngiri tanda tak
mampu atau tak laku. Sebagai
perempuan muslimah yang
berusaha menjaga izzah (harga
diri), pacaran sama sekali bukan
menjadi pilihan untuk
menghabiskan masa muda. Betul
tidak? Lagipula memang kamu
kan gak jualan barang, jadi gak
butuh laku donk.
Sobat remaja, jangan pernah
tersepona (eh.. terpesona)
dengan aktivitas pacaran yang
menjurus pada zina. Ingat kan
batasan yang diberikan Allah di
QS. Al-Isra: 32, wa laa taqrabuz-
zina. Janganlah berdekatan
dengan zina. Berdekatan saja tak
boleh apalagi sampai melalukan.
Na’udzubillah min dzalik.
Jangan khawatir kehabisan stok
jodoh bila alasan remaja pacaran
adalah agar mudah mendapat
jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan
di Lauhil Mahfudz sejak awal
mula tuh ditiupkan bersamaan
dengan risky dan mati kita.
Tinggal bagaimana menjemput
jodoh itu merupakan pilihan
manusia, apakah jalan halal atau
haram yang akan ditempuh. Dan
inilah yang nantinya bakal
dihisab di hari perhitungan kelak.
Senyampang kamu masih muda,
sangat muda bahkan, jangan sia-
siakan waktumu dengan
memikirkan dan beraktivitas
pacaran saja. Jalanmu masih
panjang. Fokuskan dirimu untuk
meraih cita-cita setinggi-
tingginya. Karena masa depanmu
sangat berkaitan erat dengan
ikhtiyar yang kamu lakukan hari
ini.
Tak perlu beralasan macam-
macam kalau gaya pacaran yang
dilakukan tak macam-macam.
Siapa bisa menjamin kalau ada
dua anak Adam yang berlainan
jenis berdua-duaan, maka setan
tak akan menggoda? Tak ada
jaminan itu sama sekali, sobat!
Jadi jangan bermain api deh
kalau tak terbakar.
....Pacaran itu aktivitas
orang jahiliyah yaitu orang-
orang yang masih bodoh
karena belum mendapat
cahaya Islam. Hanya saja
jahiliyah yang ada
terbungkus dengan istilah
modern....
Pacaran itu aktivitas orang
jahiliyah yaitu orang-orang yang
masih bodoh karena belum
mendapat cahaya Islam. Hanya
saja jahiliyah yang ada
terbungkus dengan istilah
modern padahal intinya mah
sama saja yaitu kemaksiatan.
Pacaran ini hanya pantas
dilakukan oleh orang zaman
purba ketika mereka masih
belum mengenal peradaban.
Nah, bagi kamu-kamu yang
merasa sudah jadi orang
beradab, maka udah nggak
zamannya lagi main pacaran
deh.
Muslimah shalihah pasti ogah
banget dengan aktivitas pacaran
ini. Sudah gak produktif, maksiat
lagi. Bisa sih dikatakan produktif
yaitu ketika perut si cewek
bertambah besar alias MBA
(Married By Accident) alias hamil
akibat berzina. Hii…
astaghfirullah, na’udzubillah.
Memproduksi calon jabang bayi
yang tak tahu-menahu
perbuatan dosa besar yang
dilakukan oleh dua anak
manusia ini. Asli, gak level
banget kamu berada di posisi ini.
....Muslimah shalihah pasti
ogah banget dengan
aktivitas pacaran ini. Sudah
gak produktif, maksiat
lagi....
Tak ada asap bila tak ada api,
kata pepatah. Tak ada perzinaan
selama tak ada aktifitas
mendekati zina. Dan pacaran
adalah ajang yang pas bagi bagi
kedua insan berlainan jenis
untuk baku syahwat. Jadi kalo
kamu tak mau terjebak dalam
bujuk rayu syaitan dalam hal ini,
maka JAUHI pacaran! Jauhi
berdua-duaan tanpa mahrom,
jauhi hal-hal yang bisa
mengundang fitnah dan jauhi
juga segala berbau dosa. Kalo
kamu mengaku remaja muslim
yang keren dan cerdas, pasti deh
gak bakal memilih pacaran
sebagai aktivitas masa muda
kamu. So, hari gini pacaran? Gak
level banget tuh! [ria fariana/
voa-islam.com]
beberapa teman kamu yang
pacaran di sekolah bahkan di
dalam kelas? Banget jawabnya.
Tenang, rasa sebal tadi bukan
karena sok ngiri tanda tak
mampu atau tak laku. Sebagai
perempuan muslimah yang
berusaha menjaga izzah (harga
diri), pacaran sama sekali bukan
menjadi pilihan untuk
menghabiskan masa muda. Betul
tidak? Lagipula memang kamu
kan gak jualan barang, jadi gak
butuh laku donk.
Sobat remaja, jangan pernah
tersepona (eh.. terpesona)
dengan aktivitas pacaran yang
menjurus pada zina. Ingat kan
batasan yang diberikan Allah di
QS. Al-Isra: 32, wa laa taqrabuz-
zina. Janganlah berdekatan
dengan zina. Berdekatan saja tak
boleh apalagi sampai melalukan.
Na’udzubillah min dzalik.
Jangan khawatir kehabisan stok
jodoh bila alasan remaja pacaran
adalah agar mudah mendapat
jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan
di Lauhil Mahfudz sejak awal
mula tuh ditiupkan bersamaan
dengan risky dan mati kita.
Tinggal bagaimana menjemput
jodoh itu merupakan pilihan
manusia, apakah jalan halal atau
haram yang akan ditempuh. Dan
inilah yang nantinya bakal
dihisab di hari perhitungan kelak.
Senyampang kamu masih muda,
sangat muda bahkan, jangan sia-
siakan waktumu dengan
memikirkan dan beraktivitas
pacaran saja. Jalanmu masih
panjang. Fokuskan dirimu untuk
meraih cita-cita setinggi-
tingginya. Karena masa depanmu
sangat berkaitan erat dengan
ikhtiyar yang kamu lakukan hari
ini.
Tak perlu beralasan macam-
macam kalau gaya pacaran yang
dilakukan tak macam-macam.
Siapa bisa menjamin kalau ada
dua anak Adam yang berlainan
jenis berdua-duaan, maka setan
tak akan menggoda? Tak ada
jaminan itu sama sekali, sobat!
Jadi jangan bermain api deh
kalau tak terbakar.
....Pacaran itu aktivitas
orang jahiliyah yaitu orang-
orang yang masih bodoh
karena belum mendapat
cahaya Islam. Hanya saja
jahiliyah yang ada
terbungkus dengan istilah
modern....
Pacaran itu aktivitas orang
jahiliyah yaitu orang-orang yang
masih bodoh karena belum
mendapat cahaya Islam. Hanya
saja jahiliyah yang ada
terbungkus dengan istilah
modern padahal intinya mah
sama saja yaitu kemaksiatan.
Pacaran ini hanya pantas
dilakukan oleh orang zaman
purba ketika mereka masih
belum mengenal peradaban.
Nah, bagi kamu-kamu yang
merasa sudah jadi orang
beradab, maka udah nggak
zamannya lagi main pacaran
deh.
Muslimah shalihah pasti ogah
banget dengan aktivitas pacaran
ini. Sudah gak produktif, maksiat
lagi. Bisa sih dikatakan produktif
yaitu ketika perut si cewek
bertambah besar alias MBA
(Married By Accident) alias hamil
akibat berzina. Hii…
astaghfirullah, na’udzubillah.
Memproduksi calon jabang bayi
yang tak tahu-menahu
perbuatan dosa besar yang
dilakukan oleh dua anak
manusia ini. Asli, gak level
banget kamu berada di posisi ini.
....Muslimah shalihah pasti
ogah banget dengan
aktivitas pacaran ini. Sudah
gak produktif, maksiat
lagi....
Tak ada asap bila tak ada api,
kata pepatah. Tak ada perzinaan
selama tak ada aktifitas
mendekati zina. Dan pacaran
adalah ajang yang pas bagi bagi
kedua insan berlainan jenis
untuk baku syahwat. Jadi kalo
kamu tak mau terjebak dalam
bujuk rayu syaitan dalam hal ini,
maka JAUHI pacaran! Jauhi
berdua-duaan tanpa mahrom,
jauhi hal-hal yang bisa
mengundang fitnah dan jauhi
juga segala berbau dosa. Kalo
kamu mengaku remaja muslim
yang keren dan cerdas, pasti deh
gak bakal memilih pacaran
sebagai aktivitas masa muda
kamu. So, hari gini pacaran? Gak
level banget tuh! [ria fariana/
voa-islam.com]
Beauty and the Beast:Bedakan Cantik Asli denganCantik Imitasi
Beauty and the beast, kali ini
bukan untuk membahas lagu
atau film dari negeri barat sono
yang sudah kondang gulindang.
Tapi kali ini kita akan membahas
kecantikan versus keburukan.
Why? Supaya kita bisa
membedakan mana cantik
betulan dan mana yang palsu
atau beast yang dibungkus
sedemikian rupa sehingga
kehilangan bentuk aslinya dan
terlihat cantik semu.
Beauty, perempuan mana yang
gak mau disebut beautiful? Pasti
deh hidungmu bakal kembang
kempis kalo ada yang bilang how
beautiful you are. Apalagi kalo
bodimu menunjang dengan
tubuh yang semampai (bukan
semester tak sampai), langsing,
putih dan rambut lurus indah
terurai. Walah...persis iklan-iklan
di TV. Kamu pun jadi percaya
seratus persen bila ada yang
memuji bahwa kamu terlihat
cantik dengan modal sedemikian
rupa. Sudah gak keingat lagi
kalo itu semua cuma rayuan
gombal yang basi dan pasti ada
maunya.
Sedangkan bagi kamu yang gak
punya cirri-ciri di atas, pasti cuma
manyun karena merasa diri gak
cantik. Udah tubuh kalo gak
kelewat kurus pastilah kelewat
gemuk, kulit coklat kusam plus
rambut yang keriting. Duh…
seakan-akan kelahiranmu di
dunia menjadi sebuah kutukan
dengan penampilan seperti ini.
Kamu merasa menjadi
perempuan merana sedunia
karena tak ada sedikit pun
criteria cantik yang bisa
dibanggakan. Tapi apa iya sih,
definisi cantik cuma yang kayak
gini aja? Kita cari tahu yuk!
Cantik, bagaimanakah?
Beauty is in the eye of the
beholder. Kecantikan itu
tergantung siapa yang melihat
dan menilai. Di jaman Kaisar
Romawi dulu, perempuan cantik
adalah yang bertubuh gendut
dan subur. Kalo gak percaya,
coba lihat buku komik
koleksimu. Yang jadi primadona
kebanyakan perempuan
bertubuh subur dan bukannya si
kurus kering. Perempuan kurus
dianggap kurang gizi dan tidak
menarik.
....Kecantikan itu
tergantung siapa yang
melihat dan menilai.....
Seiring perkembangan waktu,
criteria cantik menjadi berubah.
Karena manusia terutama
perempuan mempunyai
kecenderungan mudah menjadi
gemuk daripada kurus, maka
ada pihak-pihak tertentu melihat
peluang ini. Diciptakanlah
stereotip perempuan cantik itu
dengan tubuh yang langsing
cenderung kurus. Model-model
iklan dan peragawati adalah icon
untuk mengopinikan bagaimana
menjadi perempuan cantik.
Berlomba-lombalah perempuan
seluruh dunia meniru icon itu.
Obat pencahar dengan berbagai
merk laris manis diserbu
perempuan supaya dirinya bisa
menjadi langsing dan kurus.
Barbie adalah gambaran
sempurna tentang sosok
perempuan ideal dalam bentuk
boneka. Tubuh ramping bak
gitar baik bemper depan dan
belakang (hihi, emangnya mobil
pake bemper), hidung mancung,
mata biru, bibir tipis, kulit putih
dan rambut pirang. Perempuan
seluruh dunia pun berlomba-
lomba meniru sosok ini tak
peduli dengan cara apa pun.
Jadilah laris manis obat pelurus
rambut, pemutih kulit,
pelangsing tubuh hingga dokter
bedah untuk kecantikan.
Perempuan gendut dengan kulit
coklat atau hitam dicitrakan
sebagai perempuan jelek di
banyak film-film produksi dalam
dan luar negeri. Diopinikan
dengan gencar agar para
perempuan merasa malu
menjadi gendut dan berkulit
yang tidak putih. Jadilah para
perempuan bukan lagi sibuk
mengurusi akhlak, up grade
otak, dan iman tapi malah
pusing mikirin berat badan,
kosmetik terbaru apa yang lagi
in, atau baju model apa yang lagi
musim. Bagi yang berduit operasi
plastic memancungkan hidung,
sedot lemak, menghilangkan
kerut wajah hingga (maaf)
payudara pun dipermak disana
sini.
Bulimia dan stress berat menjadi
hal yang biasa. Jangankan
bersyukur, yang ada malah iri
hati dan jelas dengan kelebihan
fisik yang dipunyai oleh
perempuan lain. Saling benci
dan menjatuhkan satu sama lain
menjadi pemandangan sehari-
hari. Kecantikan fisik sama sekali
gak berbanding lurus dengan
kecantikan akhlak dan sikap.
Seperti inikah gambaran cantik
yang kita inginkan?
....Si cantik atau the beauty
adalah seseorang yang
padanya terpancar
kecantikan alami dan
sejati....
Siapakah si cantik beauty?
Si cantik atau the beauty adalah
seseorang yang padanya
terpancar kecantikan alami dan
sejati. Bukan cantik yang pura-
pura dengan memakai topeng
atau pun kesemuan yang pasti
akan luntur.
Si cantik ini adalah yang
mempunyai beauty luar dalam
dengan bukti akhlak yang baik,
otak yang cerdas dan paling
utama adalah iman yang
mantap. Kamu bakal bisa
merasakan seseorang itu cantik
ketika kamu merasa damai di
dekatnya. Kamu gak bakal
terlukai karena pedasnya
perkataan. Sebaliknya, kamu
akan merasa selalu bisa
introspeksi bila berinteraksi
dengannya.
Kulit si cantik selalu terlindung di
balik kain kerudung dan
jilbabnya. Hanya laki-laki yang
bertanggung jawab saja yang
mampu menyibak pesona
kecantikan alami di baliknya.
Bukan tropi kuningan, segepok
rupiah atau pun secarik kertas
penghargaan. Tapi nilai
kecantikan perempuan ini adalah
dunia akhirat. Tak ada harta
dunia yang mampu membelinya.
Biar kata secara fisik tidak cantik
menurut pendapat orang lain,
perempuan jenis ini tak pernah
ambil pusing. Kurus atau pun
gendut bukan masalah besar lagi
asalkan pola hidup sehat telah
dijalankan. Karena tak dipungkiri
ada perempuan yang membawa
gen keluarga yang memang
bertubuh gendut meski pola
makannya sedikit. Begitu
sebaliknya, ada perempuan yang
sulit gemuk meski sudah
berusaha makan banyak.
Kulit tak harus putih asal selalu
ditutup dengan sempurna sesuai
perintah Allah. Hidung pesek,
bibir yang tak setipis Cindy
Crawford, dan dagu yang
sederhana tidak seseksi dagu
Nadine Candrawinata, itu semua
gak masalah sama sekali. Bahkan
Maha Sempurna Allah Yang
Maha Tahu proporsi ideal wajah
perempuan. Meski pesek tapi
masih terlihat manis apalagi
dengan ghodul bashornya
(menundukkan pandangan)
mata karena takwa. Bibir meski
tak tipis tapi selalu basah dengan
dzikrullah dan kalimat yang baik
menjadikannya terlihat indah.
....Kulit tak harus putih asal
selalu ditutup dengan
sempurna sesuai perintah
Allah. Bibir meski tak tipis
tapi selalu basah dengan
dzikrullah dan kalimat yang
baik menjadikannya terlihat
indah....
Sungguh, kecantikan alami akan
terpancar dari perempuan
semacam ini. Bila ada senyum
terukir, bukan demi gelar acara
beauty pageant. Tapi semata-
mata keramahan tulus yang
hadir bernilai sedekah dan
menuai pahala. Pancaran
matanya bening bukan genit.
Ayunan langkahnya ringan ke
majelis-majelis ilmu dan dakwah.
Cantik jenis ini tak akan pernah
lekang dimakan usia dan zaman.
Jadi meskipun satu ketika nanti
masa muda pergi dan digantikan
oleh masa tua, perempuan ini
akan tetap terlihat cantik di mata
siapa pun yang memandang.
Yang begini ini neh yang pantas
disebut inner beauty sejati.
Siapakah si jelek (the beast)?
Si jelek atau the beast adalah
mereka yang mempunyai
kecantikan semu dan penuh
kepura-puraan. Kecantikan yang
terpancar darinya cuma sebatas
permukaan dan penuh dengan
polesan di sana-sini. Semua yang
ada di dirinya serba palsu, ya
senyumnya, ya ketulusannya,
dan lain-lain deh. Mereka ini
ibarat mannequin yang bisa
berjalan. Tahu kan apa itu
manekin? Boneka cantik yang
biasa dipajang di took-toko baju,
diam tak bergerak, tak punya
otak. Namanya juga benda mati.
Kecantikan jenis ini sangat suka
dengan kilatan kamera dan
rekaman video. Setiap inci
senyumnya ada yang nge-shoot.
Tanpa itu semua gak bakal dia
mau senyum atau pun berbuat
baik pada sesama. Demi sekedar
mendapat pengakuan cantik,
cewek-cewek seperti ini merasa
perlu mengikuti berbagai jenis
beauty pageant untuk mendapat
pengakuan dari para juri.
Kasihan banget kan, hanya
sekedar untuk mendapat
predikat putri tercantik, para
cewek ini kudu obral harga diri.
Aurat diumbar ke mana-mana,
rasa malu sudah tergadaikan
karena gepokan rupiah dan
iming-iming ketenaran nama.
....Kasihan banget, hanya
sekedar untuk mendapat
predikat putri tercantik,
para cewek ini kudu obral
harga diri. Aurat diumbar
ke mana-mana, rasa malu
sudah tergadaikan....
Jadi kamu jangan terkecoh
dengan kecantikan jenis yang ini.
Selain gak riil, kecantikan ini juga
gak bakal tahan lama. Berapa sih
usia seseorang mampu bertahan
dengan kulit mulus dan
kencang? Beberapa tahun ke
depan, kulit luar yang selalu
dibangga-banggakan itu akan
kendor dan keriput. Biar kata
krim awet muda merek apa pun
yang dipakai, gak pernah ada
krim yang mampu melawan
kodrat alam atau sunnatullah.
Menjadi tua adalah satu
kepastian yang tak mungkin
ditolak siapa pun juga, kecuali
kematian.
Kalo udah ngomongin kematian,
yang namanya kulit semulus apa
pun ia hanyalah onggokan
benda mati yang segera menjadi
santapan cacing tanah. Secantik
dan semolek apa pun seorang
perempuan, semulus dan
sehalus apa pun kulitnya, itu
semua tak ada gunanya bila ajal
telah menjemput. Bahkan di
akhirat kelak, kulit cantik yang
kerjaannya umbar aurat ini akan
menjadi kulit terjelek yang
pernah ada. Kulit itu akan
dibakar di api neraka karena
suka dipamerkan kepada laki-
laki yang tak berhak untuk
menikmatinya. Hiii…
Siapa di balik beauty and the
beast?
Sesuatu di balik beauty sudah
jelas dong. Islam sebagai
ideology alias the way of life
menciptakan perempuan-
perempuan cantik luar dalam.
Islam mampu menghasilkan
perempuan berkualitas dalam
posisinya sebagai manusia
sesungguhnya, bukan boneka
pun bukan makhluk jadi-jadian.
Maksudnya jadi-jadian adalah
sosok yang tak mengenal dirinya
sendiri dan bahkan merasa asing
dengan kepribadiannya sendiri.
Itu semua bisa terjadi karena tak
pernah ada keraguan lagi bahwa
Islam berasal dari Yang Maha
Menciptakan dan Mengetahui
kapasitas manusia dalam
kedudukannya sebagai hamba.
Seluruh aturan hidup yang
diberikannya untuk manusia
termasuk hamba berjenis
perempuan semuanya pas dan
klop dengan kebutuhan
perempuan sendiri. Sebagai
missal perintah menutup aurat
ternyata selaras dengan
kebutuhan perempuan untuk
melindungi kulit lembutya dari
sengatan matahari. Tak perlu lagi
berbagai jenis krim tabir surya
dibeli yang itu semua ujung-
ujungnya adalah
menguntungkan pengusaha
kapitalis. Tapi ingat, ketika kamu
menutup aurat bukan karena
supaya kulit menjadi sehat loh.
Tapi itu semua dijalankan sebagai
bukti kepatuhan kita pada Allah
SWT. Setuju kan?
Sedangkan sesuatu di balik the
beast adalah semua ideology
yang tidak sesuai dengan fitroh
kemanusiaan, tidak memuaskan
akal dan menggelisahkan jiwa. Ini
semua dipenuhi oleh dua
ideology besar dunia yaitu
kapitalisme dan sosialisme.
Karena sosialisme telah ambruk
sebelum genap satu abad
usianya, maka untuk sementara
topik ini kita lewati dulu. Fokus
kita tujukan pada kapitalisme
yang saat ini seakan-akan telah
menguasai dunia dengan akidah
sekulerisme yaitu memisahkan
agama dari kehidupan.
....Kapitalisme inilah biang
kerok semua kerusakan di
bumi termasuk hadirnya
perempuan-perempuan
sebagai the beast alias
korban keserakahan para
borjuis capital....
Kapitalisme inilah biang kerok
semua kerusakan di bumi
termasuk hadirnya perempuan-
perempuan sebagai the beast
alias korban keserakahan para
borjuis capital. Ideology inilah
yang menyulap perempuan lugu
menjadi boneka-boneka
manekin yang diberinya pakaian
tapi telanjang. Tubuh
perempuan yang seharusnya
dilindungi diumbar auratnya ke
mana-mana demi menangguk
untung materi. Wajah
perempuan juga tak ubahnya
badut dan topeng karena
tebalnya lapisan kosmetik
membelit kulit. Dari ujung
rambut yang penuh semprotan
hair spray hingga ujung kaki
yang penuh coretan kuteks,
menjadikan perempuan tak beda
dengan seonggok benda mati.
Kejamnya perlakuan kapitalisme
terhadap perempuan sepeti
gambaran di atas, tidakkah
menggugah hati nurani dan akal
kita untuk berontak? cuma
mayat hidup saja yang rela
dirinya dan ketinggian
martabatnya sebagai manusia
diinjak-injak sedemikian rupa. So,
bila sudah tahu dampak buruk
kapitalisme terhadap kehidupan,
ayo kita sama-sama campakkan
ideologi ini ke tong sampah
peradaban. Kita ganti ideologi
yang ada dengan sesuatu yang
lebih baik dan menempatkan
perempuan sesuai dengan
harkat kemanusiannya semula.
Yup, Islam saja jawabannya.
Kesimpulannya, ayo kita
perjuangan Islam sebagai
ideologi mengganyang
kapitalisme yang sudah sekarat.
AYO! [ria fariana/voa-islam.com]
bukan untuk membahas lagu
atau film dari negeri barat sono
yang sudah kondang gulindang.
Tapi kali ini kita akan membahas
kecantikan versus keburukan.
Why? Supaya kita bisa
membedakan mana cantik
betulan dan mana yang palsu
atau beast yang dibungkus
sedemikian rupa sehingga
kehilangan bentuk aslinya dan
terlihat cantik semu.
Beauty, perempuan mana yang
gak mau disebut beautiful? Pasti
deh hidungmu bakal kembang
kempis kalo ada yang bilang how
beautiful you are. Apalagi kalo
bodimu menunjang dengan
tubuh yang semampai (bukan
semester tak sampai), langsing,
putih dan rambut lurus indah
terurai. Walah...persis iklan-iklan
di TV. Kamu pun jadi percaya
seratus persen bila ada yang
memuji bahwa kamu terlihat
cantik dengan modal sedemikian
rupa. Sudah gak keingat lagi
kalo itu semua cuma rayuan
gombal yang basi dan pasti ada
maunya.
Sedangkan bagi kamu yang gak
punya cirri-ciri di atas, pasti cuma
manyun karena merasa diri gak
cantik. Udah tubuh kalo gak
kelewat kurus pastilah kelewat
gemuk, kulit coklat kusam plus
rambut yang keriting. Duh…
seakan-akan kelahiranmu di
dunia menjadi sebuah kutukan
dengan penampilan seperti ini.
Kamu merasa menjadi
perempuan merana sedunia
karena tak ada sedikit pun
criteria cantik yang bisa
dibanggakan. Tapi apa iya sih,
definisi cantik cuma yang kayak
gini aja? Kita cari tahu yuk!
Cantik, bagaimanakah?
Beauty is in the eye of the
beholder. Kecantikan itu
tergantung siapa yang melihat
dan menilai. Di jaman Kaisar
Romawi dulu, perempuan cantik
adalah yang bertubuh gendut
dan subur. Kalo gak percaya,
coba lihat buku komik
koleksimu. Yang jadi primadona
kebanyakan perempuan
bertubuh subur dan bukannya si
kurus kering. Perempuan kurus
dianggap kurang gizi dan tidak
menarik.
....Kecantikan itu
tergantung siapa yang
melihat dan menilai.....
Seiring perkembangan waktu,
criteria cantik menjadi berubah.
Karena manusia terutama
perempuan mempunyai
kecenderungan mudah menjadi
gemuk daripada kurus, maka
ada pihak-pihak tertentu melihat
peluang ini. Diciptakanlah
stereotip perempuan cantik itu
dengan tubuh yang langsing
cenderung kurus. Model-model
iklan dan peragawati adalah icon
untuk mengopinikan bagaimana
menjadi perempuan cantik.
Berlomba-lombalah perempuan
seluruh dunia meniru icon itu.
Obat pencahar dengan berbagai
merk laris manis diserbu
perempuan supaya dirinya bisa
menjadi langsing dan kurus.
Barbie adalah gambaran
sempurna tentang sosok
perempuan ideal dalam bentuk
boneka. Tubuh ramping bak
gitar baik bemper depan dan
belakang (hihi, emangnya mobil
pake bemper), hidung mancung,
mata biru, bibir tipis, kulit putih
dan rambut pirang. Perempuan
seluruh dunia pun berlomba-
lomba meniru sosok ini tak
peduli dengan cara apa pun.
Jadilah laris manis obat pelurus
rambut, pemutih kulit,
pelangsing tubuh hingga dokter
bedah untuk kecantikan.
Perempuan gendut dengan kulit
coklat atau hitam dicitrakan
sebagai perempuan jelek di
banyak film-film produksi dalam
dan luar negeri. Diopinikan
dengan gencar agar para
perempuan merasa malu
menjadi gendut dan berkulit
yang tidak putih. Jadilah para
perempuan bukan lagi sibuk
mengurusi akhlak, up grade
otak, dan iman tapi malah
pusing mikirin berat badan,
kosmetik terbaru apa yang lagi
in, atau baju model apa yang lagi
musim. Bagi yang berduit operasi
plastic memancungkan hidung,
sedot lemak, menghilangkan
kerut wajah hingga (maaf)
payudara pun dipermak disana
sini.
Bulimia dan stress berat menjadi
hal yang biasa. Jangankan
bersyukur, yang ada malah iri
hati dan jelas dengan kelebihan
fisik yang dipunyai oleh
perempuan lain. Saling benci
dan menjatuhkan satu sama lain
menjadi pemandangan sehari-
hari. Kecantikan fisik sama sekali
gak berbanding lurus dengan
kecantikan akhlak dan sikap.
Seperti inikah gambaran cantik
yang kita inginkan?
....Si cantik atau the beauty
adalah seseorang yang
padanya terpancar
kecantikan alami dan
sejati....
Siapakah si cantik beauty?
Si cantik atau the beauty adalah
seseorang yang padanya
terpancar kecantikan alami dan
sejati. Bukan cantik yang pura-
pura dengan memakai topeng
atau pun kesemuan yang pasti
akan luntur.
Si cantik ini adalah yang
mempunyai beauty luar dalam
dengan bukti akhlak yang baik,
otak yang cerdas dan paling
utama adalah iman yang
mantap. Kamu bakal bisa
merasakan seseorang itu cantik
ketika kamu merasa damai di
dekatnya. Kamu gak bakal
terlukai karena pedasnya
perkataan. Sebaliknya, kamu
akan merasa selalu bisa
introspeksi bila berinteraksi
dengannya.
Kulit si cantik selalu terlindung di
balik kain kerudung dan
jilbabnya. Hanya laki-laki yang
bertanggung jawab saja yang
mampu menyibak pesona
kecantikan alami di baliknya.
Bukan tropi kuningan, segepok
rupiah atau pun secarik kertas
penghargaan. Tapi nilai
kecantikan perempuan ini adalah
dunia akhirat. Tak ada harta
dunia yang mampu membelinya.
Biar kata secara fisik tidak cantik
menurut pendapat orang lain,
perempuan jenis ini tak pernah
ambil pusing. Kurus atau pun
gendut bukan masalah besar lagi
asalkan pola hidup sehat telah
dijalankan. Karena tak dipungkiri
ada perempuan yang membawa
gen keluarga yang memang
bertubuh gendut meski pola
makannya sedikit. Begitu
sebaliknya, ada perempuan yang
sulit gemuk meski sudah
berusaha makan banyak.
Kulit tak harus putih asal selalu
ditutup dengan sempurna sesuai
perintah Allah. Hidung pesek,
bibir yang tak setipis Cindy
Crawford, dan dagu yang
sederhana tidak seseksi dagu
Nadine Candrawinata, itu semua
gak masalah sama sekali. Bahkan
Maha Sempurna Allah Yang
Maha Tahu proporsi ideal wajah
perempuan. Meski pesek tapi
masih terlihat manis apalagi
dengan ghodul bashornya
(menundukkan pandangan)
mata karena takwa. Bibir meski
tak tipis tapi selalu basah dengan
dzikrullah dan kalimat yang baik
menjadikannya terlihat indah.
....Kulit tak harus putih asal
selalu ditutup dengan
sempurna sesuai perintah
Allah. Bibir meski tak tipis
tapi selalu basah dengan
dzikrullah dan kalimat yang
baik menjadikannya terlihat
indah....
Sungguh, kecantikan alami akan
terpancar dari perempuan
semacam ini. Bila ada senyum
terukir, bukan demi gelar acara
beauty pageant. Tapi semata-
mata keramahan tulus yang
hadir bernilai sedekah dan
menuai pahala. Pancaran
matanya bening bukan genit.
Ayunan langkahnya ringan ke
majelis-majelis ilmu dan dakwah.
Cantik jenis ini tak akan pernah
lekang dimakan usia dan zaman.
Jadi meskipun satu ketika nanti
masa muda pergi dan digantikan
oleh masa tua, perempuan ini
akan tetap terlihat cantik di mata
siapa pun yang memandang.
Yang begini ini neh yang pantas
disebut inner beauty sejati.
Siapakah si jelek (the beast)?
Si jelek atau the beast adalah
mereka yang mempunyai
kecantikan semu dan penuh
kepura-puraan. Kecantikan yang
terpancar darinya cuma sebatas
permukaan dan penuh dengan
polesan di sana-sini. Semua yang
ada di dirinya serba palsu, ya
senyumnya, ya ketulusannya,
dan lain-lain deh. Mereka ini
ibarat mannequin yang bisa
berjalan. Tahu kan apa itu
manekin? Boneka cantik yang
biasa dipajang di took-toko baju,
diam tak bergerak, tak punya
otak. Namanya juga benda mati.
Kecantikan jenis ini sangat suka
dengan kilatan kamera dan
rekaman video. Setiap inci
senyumnya ada yang nge-shoot.
Tanpa itu semua gak bakal dia
mau senyum atau pun berbuat
baik pada sesama. Demi sekedar
mendapat pengakuan cantik,
cewek-cewek seperti ini merasa
perlu mengikuti berbagai jenis
beauty pageant untuk mendapat
pengakuan dari para juri.
Kasihan banget kan, hanya
sekedar untuk mendapat
predikat putri tercantik, para
cewek ini kudu obral harga diri.
Aurat diumbar ke mana-mana,
rasa malu sudah tergadaikan
karena gepokan rupiah dan
iming-iming ketenaran nama.
....Kasihan banget, hanya
sekedar untuk mendapat
predikat putri tercantik,
para cewek ini kudu obral
harga diri. Aurat diumbar
ke mana-mana, rasa malu
sudah tergadaikan....
Jadi kamu jangan terkecoh
dengan kecantikan jenis yang ini.
Selain gak riil, kecantikan ini juga
gak bakal tahan lama. Berapa sih
usia seseorang mampu bertahan
dengan kulit mulus dan
kencang? Beberapa tahun ke
depan, kulit luar yang selalu
dibangga-banggakan itu akan
kendor dan keriput. Biar kata
krim awet muda merek apa pun
yang dipakai, gak pernah ada
krim yang mampu melawan
kodrat alam atau sunnatullah.
Menjadi tua adalah satu
kepastian yang tak mungkin
ditolak siapa pun juga, kecuali
kematian.
Kalo udah ngomongin kematian,
yang namanya kulit semulus apa
pun ia hanyalah onggokan
benda mati yang segera menjadi
santapan cacing tanah. Secantik
dan semolek apa pun seorang
perempuan, semulus dan
sehalus apa pun kulitnya, itu
semua tak ada gunanya bila ajal
telah menjemput. Bahkan di
akhirat kelak, kulit cantik yang
kerjaannya umbar aurat ini akan
menjadi kulit terjelek yang
pernah ada. Kulit itu akan
dibakar di api neraka karena
suka dipamerkan kepada laki-
laki yang tak berhak untuk
menikmatinya. Hiii…
Siapa di balik beauty and the
beast?
Sesuatu di balik beauty sudah
jelas dong. Islam sebagai
ideology alias the way of life
menciptakan perempuan-
perempuan cantik luar dalam.
Islam mampu menghasilkan
perempuan berkualitas dalam
posisinya sebagai manusia
sesungguhnya, bukan boneka
pun bukan makhluk jadi-jadian.
Maksudnya jadi-jadian adalah
sosok yang tak mengenal dirinya
sendiri dan bahkan merasa asing
dengan kepribadiannya sendiri.
Itu semua bisa terjadi karena tak
pernah ada keraguan lagi bahwa
Islam berasal dari Yang Maha
Menciptakan dan Mengetahui
kapasitas manusia dalam
kedudukannya sebagai hamba.
Seluruh aturan hidup yang
diberikannya untuk manusia
termasuk hamba berjenis
perempuan semuanya pas dan
klop dengan kebutuhan
perempuan sendiri. Sebagai
missal perintah menutup aurat
ternyata selaras dengan
kebutuhan perempuan untuk
melindungi kulit lembutya dari
sengatan matahari. Tak perlu lagi
berbagai jenis krim tabir surya
dibeli yang itu semua ujung-
ujungnya adalah
menguntungkan pengusaha
kapitalis. Tapi ingat, ketika kamu
menutup aurat bukan karena
supaya kulit menjadi sehat loh.
Tapi itu semua dijalankan sebagai
bukti kepatuhan kita pada Allah
SWT. Setuju kan?
Sedangkan sesuatu di balik the
beast adalah semua ideology
yang tidak sesuai dengan fitroh
kemanusiaan, tidak memuaskan
akal dan menggelisahkan jiwa. Ini
semua dipenuhi oleh dua
ideology besar dunia yaitu
kapitalisme dan sosialisme.
Karena sosialisme telah ambruk
sebelum genap satu abad
usianya, maka untuk sementara
topik ini kita lewati dulu. Fokus
kita tujukan pada kapitalisme
yang saat ini seakan-akan telah
menguasai dunia dengan akidah
sekulerisme yaitu memisahkan
agama dari kehidupan.
....Kapitalisme inilah biang
kerok semua kerusakan di
bumi termasuk hadirnya
perempuan-perempuan
sebagai the beast alias
korban keserakahan para
borjuis capital....
Kapitalisme inilah biang kerok
semua kerusakan di bumi
termasuk hadirnya perempuan-
perempuan sebagai the beast
alias korban keserakahan para
borjuis capital. Ideology inilah
yang menyulap perempuan lugu
menjadi boneka-boneka
manekin yang diberinya pakaian
tapi telanjang. Tubuh
perempuan yang seharusnya
dilindungi diumbar auratnya ke
mana-mana demi menangguk
untung materi. Wajah
perempuan juga tak ubahnya
badut dan topeng karena
tebalnya lapisan kosmetik
membelit kulit. Dari ujung
rambut yang penuh semprotan
hair spray hingga ujung kaki
yang penuh coretan kuteks,
menjadikan perempuan tak beda
dengan seonggok benda mati.
Kejamnya perlakuan kapitalisme
terhadap perempuan sepeti
gambaran di atas, tidakkah
menggugah hati nurani dan akal
kita untuk berontak? cuma
mayat hidup saja yang rela
dirinya dan ketinggian
martabatnya sebagai manusia
diinjak-injak sedemikian rupa. So,
bila sudah tahu dampak buruk
kapitalisme terhadap kehidupan,
ayo kita sama-sama campakkan
ideologi ini ke tong sampah
peradaban. Kita ganti ideologi
yang ada dengan sesuatu yang
lebih baik dan menempatkan
perempuan sesuai dengan
harkat kemanusiannya semula.
Yup, Islam saja jawabannya.
Kesimpulannya, ayo kita
perjuangan Islam sebagai
ideologi mengganyang
kapitalisme yang sudah sekarat.
AYO! [ria fariana/voa-islam.com]
Hanya dengan Islam Kita Bisa ''From Zero to Hero''
Kamu pernah nonton film
Spiderman? Dikisahkan di sana
tentang tokoh bernama Peter
Parker yang cenderung culun,
lemah, dan cenderung tak bisa
apa-apa. Jelas saja tipe seperti ini
tidak popular dan dijauhi cewek
mana pun. Namun ketika
akhirnya ia menjadi Spiderman,
berubahlah si Peter menjadi
sosok ‘hero’ yang membela
orang lemah dan tertindas.
Cewek incarannya pun takluk
dengan pesona dirinya, apalagi
ketika ia tahu bahwa yang
menjadi tokoh Hero adalah
cowok yang dulunya culun.
Kita tak akan ngobrolin tentang
Peter Parker dan Spiderman.
Yang akan kita bicarakan adalah
perubahan si tokoh dari semula
zero menjadi hero, dari nothing
menjadi something. Atau dengan
kata lain seseorang yang semula
bukan siapa-siapa tiba-tiba
menjadi sosok yang popular dan
disukai banyak orang.
Tidak harus menjadi Spiderman
untuk menjadi hero. Sedangkan
posisi zero alias tak punya apa-
apa, mungkin kita semua pernah
merasakannya. Nah, untuk
menjadi sosok hero tak harus
juga terkena sengatan lebah
supaya bisa menjadi manusia
sakti mandraguna. Karena
sesungguhnya dalam diri kita,
potensi untuk menjadi hero itu
sudah ada dari ‘sono’nya.
Tinggal bagaimana kita
memaksimalkan potensi itu agar
muncul dan menjadi hero bagi
diri sendiri maupun orang lain.
....Kamu bisa kok menjadi
sosok yang semula zero
menjadi hero. Potensi akal
adalah bekal utamanya.
Akal inilah yang akan
menuntun kita untuk
memahami diri dan
potensinya....
Kamu bisa kok menjadi sosok
yang semula zero menjadi hero.
Jadilah dirimu sendiri, itu
kuncinya. Yang kayak gimana sih
menjadi diri sendiri itu? Menjadi
diri sendiri adalah menjadi
seseorang yang memahami siapa
dirinya dan apa potensi yang
terkandung di dalamnya. Potensi
akal adalah bekal utama yang
menjadikan kita sebagai manusia
berbeda dari makhluk lainnya.
Akal inilah yang akan menuntun
kita untuk memahami diri dan
potensinya.
Akal akan menunjukkan tentang
siapa pencipta kita dan apa tugas
manusia di bumi ini
sesungguhnya. Dengan akal pula
manusia hitam legam bernama
Bilal bin Robbah yang semula
budak belian (zero) menjadi
pembela Islam yang tangguh
(hero). Keimanan dalam diri
adalah kuncinya. Bukan hanya
Bilal yang bisa begitu. Semua
manusia mempunyai kesempatan
yang sama untuk merubah
dirinya menjadi hero yang akan
dikenang zaman sepanjang
masa. Tapi sebelum ke arah
sana, langkah kecil meniti jalan
menuju hero harus dilakukan
donk.
Bagi kamu para muslimah,
langkah perubahan semisal dari
gaya berbusana jahiliyah menuju
gaya berbusana Islami, adalah
sebuah gerak perubahan yang
berarti. Satu langkah besar
perubahan diri menuju sosok
hero yang sejati. Berbusana
muslimah harus yang syar’i,
jangan cuma asal ikut-ikutan
para selebriti yang hari ini
tertutup rapat, esok hari umbar
aurat. Na’udzubillah.
Gaya busana, adalah salah satu
identitas diri yang mudah
terlihat. Masih banyak identitas
diri lainnya bagi sosok bermental
hero untuk diyakini dan
diamalkan. Amanah, jujur,
bertanggung jawab, menghargai
waktu, dan banyak lagi sifat
lainnya yang seharusnya dipunyai
oleh kamu yang merubah diri
dari zero menuju hero. Tapi dari
semua hal tersebut, kembali ke
niat semula bahwa apa pun itu
bentuknya, hanya satu tujuan
yang ingin diraih yaitu ridha
Allah SWT. Karena
sesungguhnya, sosok hero
adalah mereka yang berjuang
atau beramal tanpa pamrih
kecuali demi ridha Allah semata.
....Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real
hero....
Selamat menjadi hero ya dari
kamu yang semula cuma zero.
Dan ini semua terjadi karena
Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real hero.
Tetap semangat! ^_^ [ria
fariana/voa-islam.com]
Spiderman? Dikisahkan di sana
tentang tokoh bernama Peter
Parker yang cenderung culun,
lemah, dan cenderung tak bisa
apa-apa. Jelas saja tipe seperti ini
tidak popular dan dijauhi cewek
mana pun. Namun ketika
akhirnya ia menjadi Spiderman,
berubahlah si Peter menjadi
sosok ‘hero’ yang membela
orang lemah dan tertindas.
Cewek incarannya pun takluk
dengan pesona dirinya, apalagi
ketika ia tahu bahwa yang
menjadi tokoh Hero adalah
cowok yang dulunya culun.
Kita tak akan ngobrolin tentang
Peter Parker dan Spiderman.
Yang akan kita bicarakan adalah
perubahan si tokoh dari semula
zero menjadi hero, dari nothing
menjadi something. Atau dengan
kata lain seseorang yang semula
bukan siapa-siapa tiba-tiba
menjadi sosok yang popular dan
disukai banyak orang.
Tidak harus menjadi Spiderman
untuk menjadi hero. Sedangkan
posisi zero alias tak punya apa-
apa, mungkin kita semua pernah
merasakannya. Nah, untuk
menjadi sosok hero tak harus
juga terkena sengatan lebah
supaya bisa menjadi manusia
sakti mandraguna. Karena
sesungguhnya dalam diri kita,
potensi untuk menjadi hero itu
sudah ada dari ‘sono’nya.
Tinggal bagaimana kita
memaksimalkan potensi itu agar
muncul dan menjadi hero bagi
diri sendiri maupun orang lain.
....Kamu bisa kok menjadi
sosok yang semula zero
menjadi hero. Potensi akal
adalah bekal utamanya.
Akal inilah yang akan
menuntun kita untuk
memahami diri dan
potensinya....
Kamu bisa kok menjadi sosok
yang semula zero menjadi hero.
Jadilah dirimu sendiri, itu
kuncinya. Yang kayak gimana sih
menjadi diri sendiri itu? Menjadi
diri sendiri adalah menjadi
seseorang yang memahami siapa
dirinya dan apa potensi yang
terkandung di dalamnya. Potensi
akal adalah bekal utama yang
menjadikan kita sebagai manusia
berbeda dari makhluk lainnya.
Akal inilah yang akan menuntun
kita untuk memahami diri dan
potensinya.
Akal akan menunjukkan tentang
siapa pencipta kita dan apa tugas
manusia di bumi ini
sesungguhnya. Dengan akal pula
manusia hitam legam bernama
Bilal bin Robbah yang semula
budak belian (zero) menjadi
pembela Islam yang tangguh
(hero). Keimanan dalam diri
adalah kuncinya. Bukan hanya
Bilal yang bisa begitu. Semua
manusia mempunyai kesempatan
yang sama untuk merubah
dirinya menjadi hero yang akan
dikenang zaman sepanjang
masa. Tapi sebelum ke arah
sana, langkah kecil meniti jalan
menuju hero harus dilakukan
donk.
Bagi kamu para muslimah,
langkah perubahan semisal dari
gaya berbusana jahiliyah menuju
gaya berbusana Islami, adalah
sebuah gerak perubahan yang
berarti. Satu langkah besar
perubahan diri menuju sosok
hero yang sejati. Berbusana
muslimah harus yang syar’i,
jangan cuma asal ikut-ikutan
para selebriti yang hari ini
tertutup rapat, esok hari umbar
aurat. Na’udzubillah.
Gaya busana, adalah salah satu
identitas diri yang mudah
terlihat. Masih banyak identitas
diri lainnya bagi sosok bermental
hero untuk diyakini dan
diamalkan. Amanah, jujur,
bertanggung jawab, menghargai
waktu, dan banyak lagi sifat
lainnya yang seharusnya dipunyai
oleh kamu yang merubah diri
dari zero menuju hero. Tapi dari
semua hal tersebut, kembali ke
niat semula bahwa apa pun itu
bentuknya, hanya satu tujuan
yang ingin diraih yaitu ridha
Allah SWT. Karena
sesungguhnya, sosok hero
adalah mereka yang berjuang
atau beramal tanpa pamrih
kecuali demi ridha Allah semata.
....Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real
hero....
Selamat menjadi hero ya dari
kamu yang semula cuma zero.
Dan ini semua terjadi karena
Islam saja yang mampu
menjadikan kita the real hero.
Tetap semangat! ^_^ [ria
fariana/voa-islam.com]
Sabtu, 23 April 2011
Ketika Justin Bieber Jadi Idola
Siapa tak kenal
penyanyi idola
asal Kanada,
Justin Bieber.
Penyanyi ini
masih berusia remaja, namun
sudah bisa sejajar dengan para
penyanyi senior lainnya. Bagi
kalangan anak remaja anak baru
gede (ABG) khususnya puteri,
nama Justin Bieber sudah pasti
tidak asing di telinga mereka.
Pada tanggal 23 April ini, Justin
dikabarkan menghentak Jakarta
dengan tembang-tembangnya.
Gara-gara kedatangannya di
sebagian tempat seperti di salah
satu mal di Jakarta terjadi
antrean yang mengular demi
mendapatkan tiket konser Justin.
Padahal harga tiket yang dijual
termasuk mahal. Untuk kelas
festival, harga tiket dipatok Rp 1
juta. Bahkan dikabarkan untuk
ngantri saja, ada yang sudah
ngantri sejak shuhuh, padahal
loket pembelian tiket baru
dibuka pukul 09.00 WIB.
Menyayangkan Kondisi ABG
Yang kami ingin angkat dalam
bahasan ini adalah mengenai
keadaan remaja saat ini, yang
sudah semakin jauh dari agama
mereka. Pergaulan kebanyakan
mereka sudah semakin rusak.
Yang jadi idola pun bukanlah
seorang muslim. Mereka lebih
mengenal Justin Bieber, mungkin
dikenal pula tanggal lahir sampai
pada hobinya. Mereka lebih
mengenalnya dari Nabi panutan
mereka sendiri. Coba tanyakan
saja pada para remaja, banyak
yang tidak tahu di mana Nabi
mereka lahir, di Makkah atau di
Madinah. Mungkin bisa jadi ada
yang beri jawaban yang ngawur
kalau Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir
di Palestina karena saking
jahilnya. Sungguh prihatin. Ini
baru mengenal Nabi mereka
saja. Belum lagi mengenal seluk
beluk lainnya tentang Islam.
Coba tanyakan kembali, “Tahu
gak jika di malam hari mimpi
basah harus mandi junub ?”
Barangkali jawaban baliknya,
“ Bagaimana cara mandi junub?
Saya gak tahu”. Subhanallah ...
Padahal kondisi seperti ini akan
ia temui di saat ia dewasa. Lantas
kenapa sampai hal yang wajib
diilmui seperti ini tidak diketahui?
Dalam masalah lainnya pun kita
bisa turut sedih. Banyak remaja
yang saat ini yang tidak bisa baca
Al Qur ’an, atau mungkin baru
bisa sampai pelajaran iqro’ jilid 2.
Sejak kecil hanya tahu
bagaimana bisa pintar ngomong
Inggris. Al Qur ’an jadi nomor
1000 untuk dikuasai karena mesti
les Inggris, bela diri, les piano, les
tari, dan lainnya. Wallahul
musta ’an.
Kondisi para remaja saat ini tidak
jauh dari yang Allah sebutkan
dalam ayat,
ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﻇﺎﻫﺮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻫﻢ ﻋﻦ
ﺍﻟﺂﺧﺮﺓ ﻫﻢ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ
“Mereka hanya mengetahui yang
lahir (saja) dari kehidupan dunia;
sedang mereka tentang
(kehidupan) akhirat adalah
lalai. ” (QS. Ar Ruum: 7)
Pasti di masa tua remaja-remaja
seperti ini akan penuh
penyesalan dan menyesali
hidupnya di masa muda. Remaja
yang selalu menjaga hak Allah
dengan mentauhidkan-Nya, rajin
menjaga shalat dan kewajiban
lainnya, serta selalu
memperhatikan agamanya, pasti
Allah akan menjaga dirinya
(kondisi fisiknya dan
rohaniahnya) di masa tuanya.
Lihat yang dikisahkan oleh Ibnu
Rajab berikut ini.
Ibnu Rajab rahimahullah pernah
menceritakan bahwa sebagian
ulama ada yang sudah berusia di
atas 100 tahun. Namun ketika
itu, mereka masih diberi
kekuatan dan kecerdasan. Coba
bayangkan bagaimana dengan
keadaan orang-orang saat ini
yang berusia seperti itu?
Diceritakan bahwa di antara
ulama tersebut pernah
melompat dengan lompatan
yang amat jauh. Kenapa bisa
seperti itu? Ulama tersebut
mengatakan, “Anggota badan ini
selalu aku jaga agar jangan
sampai berbuat maksiat di kala
aku muda. Balasannya, Allah
menjaga anggota badanku ini di
waktu tuaku. ”Namun ada orang
yang sebaliknya, sudah berusia
senja, jompo dan biasa
mengemis pada manusia. Para
ulama pun mengatakan tentang
orang tersebut, “Inilah orang
yang selalu melalaikan hak Allah
di waktu mudanya, maka Allah
pun melalaikan dirinya di waktu
tuanya. ”[1]
Tunggu saja balasannya di masa
tua bagi remaja yang penuh
kelalaian, hidup hanya ingin
foya-foya, lalai akan kewajiban
shalat dan lainnya atau yang
punya prinsip “mumpung masih
muda, foya-foya sajalah dulu”.
Lihat saja nanti ketika kondisinya
sudah lemah dan jompo, baru ia
sesali masa mudanya.
Ingatlah selalu nasehat nabi kita
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Manfaatkanlah masa muda kita
sebelum datang masa tua kita
nanti. Dalam hadits riwayat Al
Hakim dalam Mustadroknya
disebutkan,
ﺍﻏﺘﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻗﺒﻞ ﺧﻤﺲ : ﺷﺒﺎﺑﻚ ﻗﺒﻞ
ﻫﺮﻣﻚ ﻭ ﺻﺤﺘﻚ ﻗﺒﻞ ﺳﻘﻤﻚ ﻭ ﻏﻨﺎﻙ ﻗﺒﻞ
ﻓﻘﺮﻙ ﻭ ﻓﺮﺍﻏﻚ ﻗﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ﻭ ﺣﻴﺎﺗﻚ ﻗﺒﻞ
ﻣﻮﺗﻚ
“Manfaatkan lima perkara
sebelum lima perkara: (1) Waktu
mudamu sebelum datang waktu
tuamu, (2) Waktu sehatmu
sebelum datang waktu sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum
datang masa kefakiranmu, (4)
Masa luangmu sebelum datang
masa sibukmu, (5) Hidupmu
sebelum datang kematianmu. ”[2]
Ketika Justin Lebih Jadi Idola
Justin benar-benar jadi idola
yang luar biasa. Padahal Justin
hanyalah seorang remaja. Coba
saja lihat sampai mesti ngantri
untuk dapat tiketnya meskipun
harus menunggu berjam-jam.
Padahal jika kita perhatikan
Justin sendiri bukanlah muslim.
Yang patut kita ingat, kita
diperintahkan oleh Allah Ta ’ala
untuk punya rasa benci pada
musuh Allah dari kalangan
orang kafir (non muslim). Allah
Ta ’ala berfirman,
ﻻ ﺗﺠﺪ ﻗﻮﻣﺎ ﻳﺆﻣﻨﻮﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ
ﻳﻮﺍﺩﻭﻥ ﻣﻦ ﺣﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ
“Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari akhirat,
saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya ” (QS. Al
Mujadilah: 22).
Tidakkah kita renungkan pula
bahwa seseorang akan
dikumpulkan dengan orang yang
ia cintai dan yang dijadikan idola.
Dalam hadits riwayat Ath
Thobroni, dari ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻟﺎ ﻳﺤﺐ ﺃﺣﺪ ﻗﻮﻣﺎ ﺇﻟﺎ ﺣﺸﺮ ﻣﻌﻬﻢ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ
“Tidaklah seseorang mencintai
suatu kaum melainkan dia akan
dikumpulkan bersama mereka
pada hari kiamat nanti. ”[3]
Bagaimana jika yang dicintai dan
diidolakan adalah seorang
penyanyi dan itu non muslim?!
Semoga bisa jadi renungan!
Seharusnya yang jadi idola dan
yang dicintai adalah para Nabi,
para sahabat dan orang sholih,
maka engkau akan bahagia
berkumpul bersama mereka.
Dalam riwayat dalam Shohih
Bukhari, Anas mengatakan,
ﻓﻤﺎ ﻓﺮﺣﻨﺎ ﺑﺸﻰﺀ ﻓﺮﺣﻨﺎ ﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻰ -
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ » - ﺃﻧﺖ ﻣﻊ ﻣﻦ
ﺃﺣﺒﺒﺖ . « ﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻨﺒﻰ -
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻭﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ،
ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻌﻬﻢ ﺑﺤﺒﻰ ﺇﻳﺎﻫﻢ ، ﻭﺇﻥ
ﻟﻢ ﺃﻋﻤﻞ ﺑﻤﺜﻞ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ
“Kami tidaklah pernah merasa
gembira sebagaimana rasa
gembira kami ketika mendengar
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam: Anta ma’a man ahbabta
(Engkau akan bersama dengan
orang yang engkau cintai). ”
Anas pun mengatakan,
ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻨﺒﻰ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -
ﻭﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ، ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻌﻬﻢ
ﺑﺤﺒﻰ ﺇﻳﺎﻫﻢ ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺃﻋﻤﻞ ﺑﻤﺜﻞ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ
“Kalau begitu aku mencintai
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar.
Aku berharap bisa bersama
dengan mereka karena
kecintaanku pada mereka,
walaupun aku tidak bisa beramal
seperti amalan mereka. ”[4]
Orang Tua yang Sudah Tidak
Ambil Peduli
Remaja-remaja bisa jadi rusak
seperti ini, itu pun karena sikap
orang tua mereka yang tidak
ambil peduli. Tidak sedikit orang
tua yang tidak lagi
memperhatikan shalat anaknya.
Ketika ada acara TV atau ada
acara konser, tidak pernah ortu
mengajak anaknya untuk
melaksanakan shalat lima waktu.
Orang tua tidak lagi peduli
anaknya bisa baca Al Qur ’an
atau tidak. Ortu lebih senang jika
anaknya ikut les bahasa Inggris,
les piano daripada tiap sore
mesti ke masjid untuk ikut TPA
mempelajari kitab suci Al Qur ’an.
Ortu pun tidak punya rasa
peduli, terserah saja anaknya
ingin digandeng oleh lelaki siapa
saja. Nantinya ketika sudah
terjadi perzinaan barulah datang
penyesalan.
Padahal selaku orang tua
diperintahkan untuk menjaga diri
dan anak-anak dari jilatan
neraka. Allah Ta ’ala berfirman,
ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻗﻮﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺃﻫﻠﻴﻜﻢ
ﻧﺎﺭﺍ
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api
neraka. ” (QS. At Tahrim: 6). ‘Ali
bin Abi Tholib menjelaskan
maksud ayat ini, “Ajarkanlah
kebaikan untuk dirimu dan
keluargamu. ” Ibnu ‘Abbas
menjelaskan, “Beramallah
dengan melakukan ketaatan
pada Allah dan jauhilah berbuat
maksiat pada-Nya.
Perintahkanlah pula keluargamu
untuk berdzikir (banyak
mengingat Allah) sehingga Allah
menyelamatkan kalian dari
neraka. ”[5]
Kepala rumah tangga (ayah)
yang membiarkan perbuatan
maksiat pada keluarganya itulah
yang disebutkan dalam hadits
sebagai ad dayyuts. Dalam hadits
riwayat An Nasai, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺛﻠﺎﺛﺔ ﻟﺎ ﻳﻨﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺍﻟﻌﺎﻕ ﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺘﺮﺟﻠﺔ
ﻭﺍﻟﺪﻳﻮﺙ
“Tiga orang yang tidak akan
dilihat oleh Allah ‘azza wa jalla
pada hari kiamat yaitu: (1) orang
yang durhaka pada orang tua,
(2) wanita yang menyerupai laki-
laki, (3) ad dayyuts. ”[6]Ad
dayyuts adalah seorang suami
atau bapak yang membiarkan
terjadinya perbuatan buruk
dalam keluarganya. [7]
Apalagi jika kita menilik
tembang-tembang itu sendiri
termasuk perbuatan mungkar
dan maksiat sebagaimana
disepakati oleh para ulama
madzhab. Ibnu Taimiyah
rahimahullah mengatakan,
“ Tidak ada satu pun dari empat
ulama madzhab yang berselisih
pendapat mengenai haramnya
alat musik. ”[8] Ibnu Mas’ud
mengatakan, “Nyanyian
menumbuhkan kemunafikan
dalam hati sebagaimana air
menumbuhkan sayuran. ”[9]
Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata,
“Nyanyian adalah suatu hal yang
sia-sia yang tidak kusukai karena
nyanyian itu adalah seperti
kebatilan. Siapa saja yang sudah
kecanduan mendengarkan
nyanyian, maka persaksiannya
tertolak. ”[10]
Semoga Allah memperbaiki
keadaan remaja saat ini untuk
kembali taat pada Allah dan juga
memberi taufik pada setiap
orang tua untuk memperhatikan
anak-anak mereka dalam
ketaatan.
Wallahu waliyyut taufiq.
My best friend request
(Amrullah), finished @
Panggang-Gunung Kidul, 20
Jumadal Ula 1432 H (23/04/2011)
Artikel www.remajaislam.com
[1] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal
Hikam, hal. 225.
[2] HR. Al Hakim dalam Al
Mustadroknya, dikatakan oleh
Adz Dzahabiy dalam At Talkhish
berdasarkan syarat Bukhari-
Muslim. Hadits ini dikatakan
shohih oleh Syaikh Al Albani
dalam Al Jami ’ Ash Shogir
[3] HR. Thobroni dalam Ash
Shogir dan Al Awsath. Perowinya
adalah perowi yang shahih
kecuali Muhammad bin Maimun
Al Khiyath, namun ia
ditsiqohkan. Lihat Majma ’ Az
Zawaid no. 18021.
[4] HR. Bukhari no. 3688.
[5] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,
14/58.
[6] HR. An Nasai no. 2562 dan
Ahmad 2/134. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini
hasan shahih. Syaikh Syu ’aib Al
Arnuth mengatakan bahwa
sanad hadits ini hasan.
[7] Fathul Bari, 10/406.
[8] Majmu’ Al Fatawa,
11/576-577.
[9] Lihat Talbis Iblis, Ibnul Jauzi,
hal. 289, Darul Kutub Al ‘Arobi,
cetakan pertama, 1405 H
[10] Lihat Talbis Iblis, 283.
penyanyi idola
asal Kanada,
Justin Bieber.
Penyanyi ini
masih berusia remaja, namun
sudah bisa sejajar dengan para
penyanyi senior lainnya. Bagi
kalangan anak remaja anak baru
gede (ABG) khususnya puteri,
nama Justin Bieber sudah pasti
tidak asing di telinga mereka.
Pada tanggal 23 April ini, Justin
dikabarkan menghentak Jakarta
dengan tembang-tembangnya.
Gara-gara kedatangannya di
sebagian tempat seperti di salah
satu mal di Jakarta terjadi
antrean yang mengular demi
mendapatkan tiket konser Justin.
Padahal harga tiket yang dijual
termasuk mahal. Untuk kelas
festival, harga tiket dipatok Rp 1
juta. Bahkan dikabarkan untuk
ngantri saja, ada yang sudah
ngantri sejak shuhuh, padahal
loket pembelian tiket baru
dibuka pukul 09.00 WIB.
Menyayangkan Kondisi ABG
Yang kami ingin angkat dalam
bahasan ini adalah mengenai
keadaan remaja saat ini, yang
sudah semakin jauh dari agama
mereka. Pergaulan kebanyakan
mereka sudah semakin rusak.
Yang jadi idola pun bukanlah
seorang muslim. Mereka lebih
mengenal Justin Bieber, mungkin
dikenal pula tanggal lahir sampai
pada hobinya. Mereka lebih
mengenalnya dari Nabi panutan
mereka sendiri. Coba tanyakan
saja pada para remaja, banyak
yang tidak tahu di mana Nabi
mereka lahir, di Makkah atau di
Madinah. Mungkin bisa jadi ada
yang beri jawaban yang ngawur
kalau Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir
di Palestina karena saking
jahilnya. Sungguh prihatin. Ini
baru mengenal Nabi mereka
saja. Belum lagi mengenal seluk
beluk lainnya tentang Islam.
Coba tanyakan kembali, “Tahu
gak jika di malam hari mimpi
basah harus mandi junub ?”
Barangkali jawaban baliknya,
“ Bagaimana cara mandi junub?
Saya gak tahu”. Subhanallah ...
Padahal kondisi seperti ini akan
ia temui di saat ia dewasa. Lantas
kenapa sampai hal yang wajib
diilmui seperti ini tidak diketahui?
Dalam masalah lainnya pun kita
bisa turut sedih. Banyak remaja
yang saat ini yang tidak bisa baca
Al Qur ’an, atau mungkin baru
bisa sampai pelajaran iqro’ jilid 2.
Sejak kecil hanya tahu
bagaimana bisa pintar ngomong
Inggris. Al Qur ’an jadi nomor
1000 untuk dikuasai karena mesti
les Inggris, bela diri, les piano, les
tari, dan lainnya. Wallahul
musta ’an.
Kondisi para remaja saat ini tidak
jauh dari yang Allah sebutkan
dalam ayat,
ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﻇﺎﻫﺮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻫﻢ ﻋﻦ
ﺍﻟﺂﺧﺮﺓ ﻫﻢ ﻏﺎﻓﻠﻮﻥ
“Mereka hanya mengetahui yang
lahir (saja) dari kehidupan dunia;
sedang mereka tentang
(kehidupan) akhirat adalah
lalai. ” (QS. Ar Ruum: 7)
Pasti di masa tua remaja-remaja
seperti ini akan penuh
penyesalan dan menyesali
hidupnya di masa muda. Remaja
yang selalu menjaga hak Allah
dengan mentauhidkan-Nya, rajin
menjaga shalat dan kewajiban
lainnya, serta selalu
memperhatikan agamanya, pasti
Allah akan menjaga dirinya
(kondisi fisiknya dan
rohaniahnya) di masa tuanya.
Lihat yang dikisahkan oleh Ibnu
Rajab berikut ini.
Ibnu Rajab rahimahullah pernah
menceritakan bahwa sebagian
ulama ada yang sudah berusia di
atas 100 tahun. Namun ketika
itu, mereka masih diberi
kekuatan dan kecerdasan. Coba
bayangkan bagaimana dengan
keadaan orang-orang saat ini
yang berusia seperti itu?
Diceritakan bahwa di antara
ulama tersebut pernah
melompat dengan lompatan
yang amat jauh. Kenapa bisa
seperti itu? Ulama tersebut
mengatakan, “Anggota badan ini
selalu aku jaga agar jangan
sampai berbuat maksiat di kala
aku muda. Balasannya, Allah
menjaga anggota badanku ini di
waktu tuaku. ”Namun ada orang
yang sebaliknya, sudah berusia
senja, jompo dan biasa
mengemis pada manusia. Para
ulama pun mengatakan tentang
orang tersebut, “Inilah orang
yang selalu melalaikan hak Allah
di waktu mudanya, maka Allah
pun melalaikan dirinya di waktu
tuanya. ”[1]
Tunggu saja balasannya di masa
tua bagi remaja yang penuh
kelalaian, hidup hanya ingin
foya-foya, lalai akan kewajiban
shalat dan lainnya atau yang
punya prinsip “mumpung masih
muda, foya-foya sajalah dulu”.
Lihat saja nanti ketika kondisinya
sudah lemah dan jompo, baru ia
sesali masa mudanya.
Ingatlah selalu nasehat nabi kita
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Manfaatkanlah masa muda kita
sebelum datang masa tua kita
nanti. Dalam hadits riwayat Al
Hakim dalam Mustadroknya
disebutkan,
ﺍﻏﺘﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻗﺒﻞ ﺧﻤﺲ : ﺷﺒﺎﺑﻚ ﻗﺒﻞ
ﻫﺮﻣﻚ ﻭ ﺻﺤﺘﻚ ﻗﺒﻞ ﺳﻘﻤﻚ ﻭ ﻏﻨﺎﻙ ﻗﺒﻞ
ﻓﻘﺮﻙ ﻭ ﻓﺮﺍﻏﻚ ﻗﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ﻭ ﺣﻴﺎﺗﻚ ﻗﺒﻞ
ﻣﻮﺗﻚ
“Manfaatkan lima perkara
sebelum lima perkara: (1) Waktu
mudamu sebelum datang waktu
tuamu, (2) Waktu sehatmu
sebelum datang waktu sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum
datang masa kefakiranmu, (4)
Masa luangmu sebelum datang
masa sibukmu, (5) Hidupmu
sebelum datang kematianmu. ”[2]
Ketika Justin Lebih Jadi Idola
Justin benar-benar jadi idola
yang luar biasa. Padahal Justin
hanyalah seorang remaja. Coba
saja lihat sampai mesti ngantri
untuk dapat tiketnya meskipun
harus menunggu berjam-jam.
Padahal jika kita perhatikan
Justin sendiri bukanlah muslim.
Yang patut kita ingat, kita
diperintahkan oleh Allah Ta ’ala
untuk punya rasa benci pada
musuh Allah dari kalangan
orang kafir (non muslim). Allah
Ta ’ala berfirman,
ﻻ ﺗﺠﺪ ﻗﻮﻣﺎ ﻳﺆﻣﻨﻮﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ
ﻳﻮﺍﺩﻭﻥ ﻣﻦ ﺣﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ
“Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari akhirat,
saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya ” (QS. Al
Mujadilah: 22).
Tidakkah kita renungkan pula
bahwa seseorang akan
dikumpulkan dengan orang yang
ia cintai dan yang dijadikan idola.
Dalam hadits riwayat Ath
Thobroni, dari ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻟﺎ ﻳﺤﺐ ﺃﺣﺪ ﻗﻮﻣﺎ ﺇﻟﺎ ﺣﺸﺮ ﻣﻌﻬﻢ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ
“Tidaklah seseorang mencintai
suatu kaum melainkan dia akan
dikumpulkan bersama mereka
pada hari kiamat nanti. ”[3]
Bagaimana jika yang dicintai dan
diidolakan adalah seorang
penyanyi dan itu non muslim?!
Semoga bisa jadi renungan!
Seharusnya yang jadi idola dan
yang dicintai adalah para Nabi,
para sahabat dan orang sholih,
maka engkau akan bahagia
berkumpul bersama mereka.
Dalam riwayat dalam Shohih
Bukhari, Anas mengatakan,
ﻓﻤﺎ ﻓﺮﺣﻨﺎ ﺑﺸﻰﺀ ﻓﺮﺣﻨﺎ ﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻰ -
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ » - ﺃﻧﺖ ﻣﻊ ﻣﻦ
ﺃﺣﺒﺒﺖ . « ﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻨﺒﻰ -
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻭﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ،
ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻌﻬﻢ ﺑﺤﺒﻰ ﺇﻳﺎﻫﻢ ، ﻭﺇﻥ
ﻟﻢ ﺃﻋﻤﻞ ﺑﻤﺜﻞ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ
“Kami tidaklah pernah merasa
gembira sebagaimana rasa
gembira kami ketika mendengar
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam: Anta ma’a man ahbabta
(Engkau akan bersama dengan
orang yang engkau cintai). ”
Anas pun mengatakan,
ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻨﺒﻰ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -
ﻭﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ، ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻌﻬﻢ
ﺑﺤﺒﻰ ﺇﻳﺎﻫﻢ ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺃﻋﻤﻞ ﺑﻤﺜﻞ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ
“Kalau begitu aku mencintai
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar.
Aku berharap bisa bersama
dengan mereka karena
kecintaanku pada mereka,
walaupun aku tidak bisa beramal
seperti amalan mereka. ”[4]
Orang Tua yang Sudah Tidak
Ambil Peduli
Remaja-remaja bisa jadi rusak
seperti ini, itu pun karena sikap
orang tua mereka yang tidak
ambil peduli. Tidak sedikit orang
tua yang tidak lagi
memperhatikan shalat anaknya.
Ketika ada acara TV atau ada
acara konser, tidak pernah ortu
mengajak anaknya untuk
melaksanakan shalat lima waktu.
Orang tua tidak lagi peduli
anaknya bisa baca Al Qur ’an
atau tidak. Ortu lebih senang jika
anaknya ikut les bahasa Inggris,
les piano daripada tiap sore
mesti ke masjid untuk ikut TPA
mempelajari kitab suci Al Qur ’an.
Ortu pun tidak punya rasa
peduli, terserah saja anaknya
ingin digandeng oleh lelaki siapa
saja. Nantinya ketika sudah
terjadi perzinaan barulah datang
penyesalan.
Padahal selaku orang tua
diperintahkan untuk menjaga diri
dan anak-anak dari jilatan
neraka. Allah Ta ’ala berfirman,
ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻗﻮﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺃﻫﻠﻴﻜﻢ
ﻧﺎﺭﺍ
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api
neraka. ” (QS. At Tahrim: 6). ‘Ali
bin Abi Tholib menjelaskan
maksud ayat ini, “Ajarkanlah
kebaikan untuk dirimu dan
keluargamu. ” Ibnu ‘Abbas
menjelaskan, “Beramallah
dengan melakukan ketaatan
pada Allah dan jauhilah berbuat
maksiat pada-Nya.
Perintahkanlah pula keluargamu
untuk berdzikir (banyak
mengingat Allah) sehingga Allah
menyelamatkan kalian dari
neraka. ”[5]
Kepala rumah tangga (ayah)
yang membiarkan perbuatan
maksiat pada keluarganya itulah
yang disebutkan dalam hadits
sebagai ad dayyuts. Dalam hadits
riwayat An Nasai, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺛﻠﺎﺛﺔ ﻟﺎ ﻳﻨﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺍﻟﻌﺎﻕ ﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺘﺮﺟﻠﺔ
ﻭﺍﻟﺪﻳﻮﺙ
“Tiga orang yang tidak akan
dilihat oleh Allah ‘azza wa jalla
pada hari kiamat yaitu: (1) orang
yang durhaka pada orang tua,
(2) wanita yang menyerupai laki-
laki, (3) ad dayyuts. ”[6]Ad
dayyuts adalah seorang suami
atau bapak yang membiarkan
terjadinya perbuatan buruk
dalam keluarganya. [7]
Apalagi jika kita menilik
tembang-tembang itu sendiri
termasuk perbuatan mungkar
dan maksiat sebagaimana
disepakati oleh para ulama
madzhab. Ibnu Taimiyah
rahimahullah mengatakan,
“ Tidak ada satu pun dari empat
ulama madzhab yang berselisih
pendapat mengenai haramnya
alat musik. ”[8] Ibnu Mas’ud
mengatakan, “Nyanyian
menumbuhkan kemunafikan
dalam hati sebagaimana air
menumbuhkan sayuran. ”[9]
Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata,
“Nyanyian adalah suatu hal yang
sia-sia yang tidak kusukai karena
nyanyian itu adalah seperti
kebatilan. Siapa saja yang sudah
kecanduan mendengarkan
nyanyian, maka persaksiannya
tertolak. ”[10]
Semoga Allah memperbaiki
keadaan remaja saat ini untuk
kembali taat pada Allah dan juga
memberi taufik pada setiap
orang tua untuk memperhatikan
anak-anak mereka dalam
ketaatan.
Wallahu waliyyut taufiq.
My best friend request
(Amrullah), finished @
Panggang-Gunung Kidul, 20
Jumadal Ula 1432 H (23/04/2011)
Artikel www.remajaislam.com
[1] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal
Hikam, hal. 225.
[2] HR. Al Hakim dalam Al
Mustadroknya, dikatakan oleh
Adz Dzahabiy dalam At Talkhish
berdasarkan syarat Bukhari-
Muslim. Hadits ini dikatakan
shohih oleh Syaikh Al Albani
dalam Al Jami ’ Ash Shogir
[3] HR. Thobroni dalam Ash
Shogir dan Al Awsath. Perowinya
adalah perowi yang shahih
kecuali Muhammad bin Maimun
Al Khiyath, namun ia
ditsiqohkan. Lihat Majma ’ Az
Zawaid no. 18021.
[4] HR. Bukhari no. 3688.
[5] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,
14/58.
[6] HR. An Nasai no. 2562 dan
Ahmad 2/134. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini
hasan shahih. Syaikh Syu ’aib Al
Arnuth mengatakan bahwa
sanad hadits ini hasan.
[7] Fathul Bari, 10/406.
[8] Majmu’ Al Fatawa,
11/576-577.
[9] Lihat Talbis Iblis, Ibnul Jauzi,
hal. 289, Darul Kutub Al ‘Arobi,
cetakan pertama, 1405 H
[10] Lihat Talbis Iblis, 283.
Pilih Ganteng atau Taqwa,,??
By: Ria Fariana
Irfan Bachdim, Justin Beiber,
Keanu Reeves, Tom Cruise,
Leonardo de Caprio, Dude
Herlino, dan masih banyak
deretan nama cowok lainnya.
Kata banyak orang, mereka
cakep, ganteng, tampan bin
kasep. Kok kata orang? Karena
apa yang menurut kata orang
banyak, belum tentu saya
sependapat dengan mereka.
Suka-suka donk!
Semua nama tersebut adalah
deretan selebritis yang terkenal
di bidangnya masing-masing.
Dari semua nama tersebut,
hanya Irfan Bachdim saja yang
background-nya adalah sepak
bola. Selebihnya adalah
kalangan artis dan bintang
sinetron/film. Tak heran, karena
bidang ini (baca: entertainment)
memang mengharuskan wajah
cakep sebagai modal utama bila
ingin terkenal.
Kalau yang tak punya wajah
cakep, gimana donk? Kalau
nekad pingin terkenal di dunia
selebritis, tanpa modal cakep
dan body seksi maka kamu
harus punya kebalikannya.
Apaan tuh? Sorry, gak tega
bener sebetulnya mau bilang
kalo kebalikan wajah cakep
adalah wajah (maaf) ancur. Coba
aja kamu perhatikan nama-nama
semisal Mandra dan Tukul.
Mereka selalu mentertawakan
diri sendiri dengan banyolan
yang intinya pengakuan bahwa
wajah mereka sendiri jauh dari
harapan (akhirnya bisa nemu
padanan kata yg sopan untuk
istilah wajah ancur hehehe).
Tapi ngemeng-ngemeng (baca:
ngomong-ngomong), apakah
wajah cakep atau ganteng itu
segitu pentingnya sih buat
manusia terutama remaja seusia
kamu? Apakah tak ada faktor
lain yang bisa dilihat dari seorang
cowok selain tampilan fisiknya
semata?
Ganteng, penting nggak sih?
Bisa dipastikan hampir 100% dari
kamu menjawab PENTING. Biar
bagaimanapun, hal pertama
yang bakal diperhatikan orang
adalah wajah dan penampilan.
So pasti, kamu bakal bangga
kalo berdampingan dengan
cowok cakep dibandingkan
dengan cowok jelek. Diajak
jalan-jalan oke, dikenalkan ke
teman-teman bangga, diajak
kondangan bisa nambah PD.
Kayaknya asyik banget punya
pendamping yang ganteng abis.
Masalahnya, definisi ganteng itu
yang kayak gimana sih? Apakah
yang kayak Kaenu Reeves? Atau
Tom Cruise, Irfan Bachdim,
Teuku Wisnu, atau siapa pun itu
yang biasa nongol di TV karena
modal tampangnya dianggap
oke punya?
Ternyata ganteng menurut kamu
belum tentu sama menurut
temanmu. Begitu juga ganteng
menurut saya, belum tentu
kamu sependapat juga. Jadi
sebetulnya, semua cowok itu
ganteng, sama kayak semua
cewek itu cantik. At least,
menurut ibu bapak masing-
masing. Coba mana ada ortu
yang nyesel punya anak karena
wajah anaknya jelek trus malah
muji-muji anak tetangga? Kalo
pun ada itu ortu yang menghina
diri sendiri namanya hehehe…
Back to topic, tentang ganteng
tidaknya seorang cowok. Tak ada
standar baku rumus
kegantengan seseorang itu.
Artinya, cakep itu relatif dan
jelek itu mutlak hehehe…just
kidding. Maksudnya, gak usah
jutek kalo pendapat kalian
berbeda satu sama lain untuk
menilai kegantengan seorang
cowok. Udah deh, yakin aja
bahwa cowok yang paling
ganteng saat ini adalah bapak
kamu. Hayoo…berani gak kamu
bilang bapak kamu gak ganteng?
Ibumu aja sampe kesengsem dan
mau nikah kok sama beliau.
Cowok ganteng berikutnya
adalah yang jadi suami kamu
kelak. Ya iyalah, gak mungkin
banget suami kamu cantik kan?
Jadi gak usah kurang kerjaan
sekarang ini dengan membikin
tabel kegantengan seseorang.
Biarpun ganteng, toh mereka
juga gak kenal sama kamu. Lebih
parah lagi adalah apabila
ganteng cuma wajah tapi
kelakuan naudzubillah. Idih…
enggak banget!
....Meskipun ganteng itu
penting tapi jangan sampai
kamu melupakan faktor
lain semisal kualitas otak
dan akhlak seseorang....
Jadi meskipun ganteng itu
penting tapi jangan sampai kamu
melupakan faktor lain semisal
kualitas otak dan akhlak
seseorang. Menjadi ganteng tak
bisa dipilih, tapi mempunyai otak
dan akhlak yang berkualitas itu
adalah pilihan yang harus
melalui proses tertentu untuk
mencapainya. Dan factor inilah
yang lebih pantas mendapat
apresiasi dibandingkan wajah
rupawan yang tak ada upaya
apa pun dilakukan untuk
meraihnya.
Ganteng bukan jaminan
Kamu tahu Mas Nunu alias
Keanu Reeves yang main film
Speed dan The Matrix? Cewek
mana yang gak kesengsem sama
kegantengan nih cowok? Tapi
tahukah kamu kalo Mas Nunu
ini ternyata hombreng alias
homo alias lagi dia suka dengan
sesama cowok dan melakukan
hubungan seksual juga dengan
cowok. Hiii….kucing cowok aja
juga males banget naksir sesama
kucing cowok. Lha ini manusia
yang punya akal, lha kok malah
jeruk makan jeruk!
Irfan Bachdim, seantero rakyat
Indonesia tersepona (baca:
terpesona) wajah gantengnya
yang kebetulan dikombinasikan
dengan skill pintar menggiring
bola. Tapi tahukan kamu selera
cewek yang menjadi pacar si
Irfan ini? Jennifer Kurniawan,
pacar si Irfan Bachdim ini
berprofesi sebagai model semi
telanjang yaitu hanya memakai
pakaian dalam.
Ganteng ternyata bukan jaminan
untuk melihat kualitas seseorang.
Ganteng adalah tampilan fisik
yang seringkali mengecoh
banyak orang untuk perbuatan
buruk di baliknya. Ganteng
adalah sebuah anugrah fisik
yang sudah ‘given’ alias takdir
dari Allah. Seseorang gak bakal
bisa memilih punya wajah cakep
seperti Nabi Yusuf misalnya.
Apapun kondisi fisik kita,
mancung tidaknya hidung kita,
memble tidaknya bibir kita, lentik
tidaknya bulu mata itu adalah
sesuatu yang tidak bisa dipinta.
Lagipula tak bakal ada hisab atas
diri manusia hanya karena
wajahnya nggak ganteng dan
hidungnya pesek.
....Ganteng ternyata bukan
jaminan untuk melihat
kualitas seseorang. Apalagi,
kegantengan seseorang itu
tidak abadi....
Masih banyak contoh kasus lain
yang menunjukkan bahwa
kegantengan seseorang itu tidak
abadi. Selayaknya harta yang
cuma barang titipan,
kegantengan seseorang itu Cuma
pinjaman dan amanah dari Allah
untuk dijaga dengan baik.
Karena Cuma barang pinjaman,
maka bila sewaktu-waktu yang
punya barang meminta hak-Nya
kembali maka kita semua harus
siap. Dan bila kegantengan ini
yang dijadikan acuan untuk
memilih pendamping maka siap-
siap saja kamu akan kecewa
selayaknya istri Gugun tersebut.
Namun bila kualitas diri dan
keimanan seseorang yang
dijadikan pilihan, maka ketika
ketampanan itu direnggut oleh
penyakit atau takdir yang lain,
maka tak akan mudah seseorang
itu berpaling.
Don’t judge a book by its cover,
kata orang bule. Jangan menilai
sesuatu hanya dari tampilan
luarnya saja, itu terjemahan
bebasnya. Orang bertampang
jauh dari ganteng, belum tentu
hati dan akhlaknya tidak
seganteng wajahnya. Begitu juga
sebaliknya. Betapa banyak di
luar sana, laki-laki yang
memanfaatkan kegantengannya
untuk menipu para gadis pemuja
fisik semata. Si gadis dirayu
dengan pesona fisik yang
dimilikinya kemudian dinodai dan
dicampakkan. So, berhati-hatilah
kamu dengan tampilan ganteng
namun kelakuan tak seganteng
wajahnya itu.
Takwa adalah utama
Waktu saya masih ABG dulu
(cie...serasa udah uzur nih
jadinya hehehe:P) saya sudah
punya standar ganteng
tersendiri. Biar kata semua
teman bilang si A ganteng, saya
bertahan dengan pendapat saya
bahwa si B lebih ganteng
daripada si A. Itu karena sedari
remaja saya tumbuh menjadi
sosok yang punya prinsip.
Ganteng menurut saya adalah
sosok cowok yang cerdas dan
luas wawasannya. Biar kata
kayak Keanu Reeves atau Tom
Cruise tapi kalo diajak ngomong
tulalit, dia jadi gak ganteng blas
di mata saya. Begitu sebaliknya,
biar kata dia wajahnya kayak
Tukul tapi kalo tuh cowok
cerdas, luas wawasan, aktif
organisasi, baik, suka menolong,
prilaku sopan dan terpuji, maka
cowok kayak gini yang jauh lebih
oke dibandingkan yang pertama
tadi. Seiring pemahaman Islam
yang makin bagus, saya punya
syarat mutlak bagi cowok untuk
dibilang ganteng. Apakah itu?
Yaitu nurut sama Allah dan
Rasul-Nya alias bertakwa.
Disebutkan dalam surat At-
Taubah 30-31 bahwa seorang
budak yang hitam legam tapi
beriman jauh lebih baik daripada
orang kafir meskipun wajahnya
rupawan. Udah deh, nurut sama
petunjuk Allah ini dijamin
bahagia dunia akhirat. Betapa
banyak mereka yang mempunyai
pendamping berwajah rupawan
tapi keluarganya malah hancur
berantakan. Inilah akibatnya
apabila sebuah amal tidak
dilandasi dengan ketakwaan tapi
hanya berdasar hawa nafsu
semata.
Nah, karena kamu-kamu
sekarang masih sibuk sekolah
gak usah sok sibuk mikirin cowok
ganteng. Belajar aja yang rajin
karena jodoh sudah ada yang
ngatur. Kalo untuk urusan
ngefans, pilih sosok yang emang
pantas untuk difans-i. Jangan
sembarangan karena
sesungguhnya seseorang itu
bersama dengan yang dicintai.
Males banget kan kalo ternyata
kamu salah memilih idola trus
idolamu itu masuk neraka dan
kamu ikut nyebur ke dalamnya.
Hiii..nggak keren jadinya!
....Takwa adalah standar
setiap muslim dan mukmin
yang memang peduli
terhadap urusan dirinya
baik dunia dan
akhiratnya....
Takwa adalah standar setiap
muslim dan mukmin yang
memang peduli terhadap urusan
dirinya baik dunia dan
akhiratnya. Gak asal ikut-ikutan
saja tanpa tahu kenapa ngefans
sama si ini dan si itu. Karena
sungguh, setiap amal baik itu
perbuatan ataupun perkataan
dan yang terbersit di dalam hati
manusia, semua akan dimintai
pertanggungjawaban nanti di
hadapan Allah.
Energi masa mudamu lebih baik
disalurkan untuk hal-hal yang
jauh lebih berguna daripada
ngefans sama sosok-sosok
ganteng tapi gak jelas kualitas
otak, akhlak apalagi imannya.
Misalnya saja, ngefans sama
pejuang di Palestina sana yang
berusaha mengusir Israel
penjajah. Ngefans dengan
mereka yang getol beramar
makruf nahi mungkar demi
tegaknya Islam di muka bumi.
Dan tentunya ngefans di atas
semua itu ditujukan pada
Rasulullah Muhammad SAW dan
seluruh keluarga dan para
sahabatnya. Dijamin surga semua
tuh. Gak rugi pokoknya kalo
kamu ngefans sama sosok yang
tepat seperti itu.
Jadi, mulai sekarang jatuhkan
pilihanmu pada pilihan yang
tepat ya. Lebih baik memilih
ganteng tapi bertakwa daripada
sudahlah tak ganteng tak
bertakwa lagi. Aduh…rugi
kuadrat tuh. Intinya, factor
takwa harus menjadi prioritas
dibandingkan kegantengan
ketika kamu ngefans pada
seseorang atau memilih
pendamping kelak. Muslimah
smart so pasti tak akan salah
pilih. Pasti itu! [voa-islam.com]
Irfan Bachdim, Justin Beiber,
Keanu Reeves, Tom Cruise,
Leonardo de Caprio, Dude
Herlino, dan masih banyak
deretan nama cowok lainnya.
Kata banyak orang, mereka
cakep, ganteng, tampan bin
kasep. Kok kata orang? Karena
apa yang menurut kata orang
banyak, belum tentu saya
sependapat dengan mereka.
Suka-suka donk!
Semua nama tersebut adalah
deretan selebritis yang terkenal
di bidangnya masing-masing.
Dari semua nama tersebut,
hanya Irfan Bachdim saja yang
background-nya adalah sepak
bola. Selebihnya adalah
kalangan artis dan bintang
sinetron/film. Tak heran, karena
bidang ini (baca: entertainment)
memang mengharuskan wajah
cakep sebagai modal utama bila
ingin terkenal.
Kalau yang tak punya wajah
cakep, gimana donk? Kalau
nekad pingin terkenal di dunia
selebritis, tanpa modal cakep
dan body seksi maka kamu
harus punya kebalikannya.
Apaan tuh? Sorry, gak tega
bener sebetulnya mau bilang
kalo kebalikan wajah cakep
adalah wajah (maaf) ancur. Coba
aja kamu perhatikan nama-nama
semisal Mandra dan Tukul.
Mereka selalu mentertawakan
diri sendiri dengan banyolan
yang intinya pengakuan bahwa
wajah mereka sendiri jauh dari
harapan (akhirnya bisa nemu
padanan kata yg sopan untuk
istilah wajah ancur hehehe).
Tapi ngemeng-ngemeng (baca:
ngomong-ngomong), apakah
wajah cakep atau ganteng itu
segitu pentingnya sih buat
manusia terutama remaja seusia
kamu? Apakah tak ada faktor
lain yang bisa dilihat dari seorang
cowok selain tampilan fisiknya
semata?
Ganteng, penting nggak sih?
Bisa dipastikan hampir 100% dari
kamu menjawab PENTING. Biar
bagaimanapun, hal pertama
yang bakal diperhatikan orang
adalah wajah dan penampilan.
So pasti, kamu bakal bangga
kalo berdampingan dengan
cowok cakep dibandingkan
dengan cowok jelek. Diajak
jalan-jalan oke, dikenalkan ke
teman-teman bangga, diajak
kondangan bisa nambah PD.
Kayaknya asyik banget punya
pendamping yang ganteng abis.
Masalahnya, definisi ganteng itu
yang kayak gimana sih? Apakah
yang kayak Kaenu Reeves? Atau
Tom Cruise, Irfan Bachdim,
Teuku Wisnu, atau siapa pun itu
yang biasa nongol di TV karena
modal tampangnya dianggap
oke punya?
Ternyata ganteng menurut kamu
belum tentu sama menurut
temanmu. Begitu juga ganteng
menurut saya, belum tentu
kamu sependapat juga. Jadi
sebetulnya, semua cowok itu
ganteng, sama kayak semua
cewek itu cantik. At least,
menurut ibu bapak masing-
masing. Coba mana ada ortu
yang nyesel punya anak karena
wajah anaknya jelek trus malah
muji-muji anak tetangga? Kalo
pun ada itu ortu yang menghina
diri sendiri namanya hehehe…
Back to topic, tentang ganteng
tidaknya seorang cowok. Tak ada
standar baku rumus
kegantengan seseorang itu.
Artinya, cakep itu relatif dan
jelek itu mutlak hehehe…just
kidding. Maksudnya, gak usah
jutek kalo pendapat kalian
berbeda satu sama lain untuk
menilai kegantengan seorang
cowok. Udah deh, yakin aja
bahwa cowok yang paling
ganteng saat ini adalah bapak
kamu. Hayoo…berani gak kamu
bilang bapak kamu gak ganteng?
Ibumu aja sampe kesengsem dan
mau nikah kok sama beliau.
Cowok ganteng berikutnya
adalah yang jadi suami kamu
kelak. Ya iyalah, gak mungkin
banget suami kamu cantik kan?
Jadi gak usah kurang kerjaan
sekarang ini dengan membikin
tabel kegantengan seseorang.
Biarpun ganteng, toh mereka
juga gak kenal sama kamu. Lebih
parah lagi adalah apabila
ganteng cuma wajah tapi
kelakuan naudzubillah. Idih…
enggak banget!
....Meskipun ganteng itu
penting tapi jangan sampai
kamu melupakan faktor
lain semisal kualitas otak
dan akhlak seseorang....
Jadi meskipun ganteng itu
penting tapi jangan sampai kamu
melupakan faktor lain semisal
kualitas otak dan akhlak
seseorang. Menjadi ganteng tak
bisa dipilih, tapi mempunyai otak
dan akhlak yang berkualitas itu
adalah pilihan yang harus
melalui proses tertentu untuk
mencapainya. Dan factor inilah
yang lebih pantas mendapat
apresiasi dibandingkan wajah
rupawan yang tak ada upaya
apa pun dilakukan untuk
meraihnya.
Ganteng bukan jaminan
Kamu tahu Mas Nunu alias
Keanu Reeves yang main film
Speed dan The Matrix? Cewek
mana yang gak kesengsem sama
kegantengan nih cowok? Tapi
tahukah kamu kalo Mas Nunu
ini ternyata hombreng alias
homo alias lagi dia suka dengan
sesama cowok dan melakukan
hubungan seksual juga dengan
cowok. Hiii….kucing cowok aja
juga males banget naksir sesama
kucing cowok. Lha ini manusia
yang punya akal, lha kok malah
jeruk makan jeruk!
Irfan Bachdim, seantero rakyat
Indonesia tersepona (baca:
terpesona) wajah gantengnya
yang kebetulan dikombinasikan
dengan skill pintar menggiring
bola. Tapi tahukan kamu selera
cewek yang menjadi pacar si
Irfan ini? Jennifer Kurniawan,
pacar si Irfan Bachdim ini
berprofesi sebagai model semi
telanjang yaitu hanya memakai
pakaian dalam.
Ganteng ternyata bukan jaminan
untuk melihat kualitas seseorang.
Ganteng adalah tampilan fisik
yang seringkali mengecoh
banyak orang untuk perbuatan
buruk di baliknya. Ganteng
adalah sebuah anugrah fisik
yang sudah ‘given’ alias takdir
dari Allah. Seseorang gak bakal
bisa memilih punya wajah cakep
seperti Nabi Yusuf misalnya.
Apapun kondisi fisik kita,
mancung tidaknya hidung kita,
memble tidaknya bibir kita, lentik
tidaknya bulu mata itu adalah
sesuatu yang tidak bisa dipinta.
Lagipula tak bakal ada hisab atas
diri manusia hanya karena
wajahnya nggak ganteng dan
hidungnya pesek.
....Ganteng ternyata bukan
jaminan untuk melihat
kualitas seseorang. Apalagi,
kegantengan seseorang itu
tidak abadi....
Masih banyak contoh kasus lain
yang menunjukkan bahwa
kegantengan seseorang itu tidak
abadi. Selayaknya harta yang
cuma barang titipan,
kegantengan seseorang itu Cuma
pinjaman dan amanah dari Allah
untuk dijaga dengan baik.
Karena Cuma barang pinjaman,
maka bila sewaktu-waktu yang
punya barang meminta hak-Nya
kembali maka kita semua harus
siap. Dan bila kegantengan ini
yang dijadikan acuan untuk
memilih pendamping maka siap-
siap saja kamu akan kecewa
selayaknya istri Gugun tersebut.
Namun bila kualitas diri dan
keimanan seseorang yang
dijadikan pilihan, maka ketika
ketampanan itu direnggut oleh
penyakit atau takdir yang lain,
maka tak akan mudah seseorang
itu berpaling.
Don’t judge a book by its cover,
kata orang bule. Jangan menilai
sesuatu hanya dari tampilan
luarnya saja, itu terjemahan
bebasnya. Orang bertampang
jauh dari ganteng, belum tentu
hati dan akhlaknya tidak
seganteng wajahnya. Begitu juga
sebaliknya. Betapa banyak di
luar sana, laki-laki yang
memanfaatkan kegantengannya
untuk menipu para gadis pemuja
fisik semata. Si gadis dirayu
dengan pesona fisik yang
dimilikinya kemudian dinodai dan
dicampakkan. So, berhati-hatilah
kamu dengan tampilan ganteng
namun kelakuan tak seganteng
wajahnya itu.
Takwa adalah utama
Waktu saya masih ABG dulu
(cie...serasa udah uzur nih
jadinya hehehe:P) saya sudah
punya standar ganteng
tersendiri. Biar kata semua
teman bilang si A ganteng, saya
bertahan dengan pendapat saya
bahwa si B lebih ganteng
daripada si A. Itu karena sedari
remaja saya tumbuh menjadi
sosok yang punya prinsip.
Ganteng menurut saya adalah
sosok cowok yang cerdas dan
luas wawasannya. Biar kata
kayak Keanu Reeves atau Tom
Cruise tapi kalo diajak ngomong
tulalit, dia jadi gak ganteng blas
di mata saya. Begitu sebaliknya,
biar kata dia wajahnya kayak
Tukul tapi kalo tuh cowok
cerdas, luas wawasan, aktif
organisasi, baik, suka menolong,
prilaku sopan dan terpuji, maka
cowok kayak gini yang jauh lebih
oke dibandingkan yang pertama
tadi. Seiring pemahaman Islam
yang makin bagus, saya punya
syarat mutlak bagi cowok untuk
dibilang ganteng. Apakah itu?
Yaitu nurut sama Allah dan
Rasul-Nya alias bertakwa.
Disebutkan dalam surat At-
Taubah 30-31 bahwa seorang
budak yang hitam legam tapi
beriman jauh lebih baik daripada
orang kafir meskipun wajahnya
rupawan. Udah deh, nurut sama
petunjuk Allah ini dijamin
bahagia dunia akhirat. Betapa
banyak mereka yang mempunyai
pendamping berwajah rupawan
tapi keluarganya malah hancur
berantakan. Inilah akibatnya
apabila sebuah amal tidak
dilandasi dengan ketakwaan tapi
hanya berdasar hawa nafsu
semata.
Nah, karena kamu-kamu
sekarang masih sibuk sekolah
gak usah sok sibuk mikirin cowok
ganteng. Belajar aja yang rajin
karena jodoh sudah ada yang
ngatur. Kalo untuk urusan
ngefans, pilih sosok yang emang
pantas untuk difans-i. Jangan
sembarangan karena
sesungguhnya seseorang itu
bersama dengan yang dicintai.
Males banget kan kalo ternyata
kamu salah memilih idola trus
idolamu itu masuk neraka dan
kamu ikut nyebur ke dalamnya.
Hiii..nggak keren jadinya!
....Takwa adalah standar
setiap muslim dan mukmin
yang memang peduli
terhadap urusan dirinya
baik dunia dan
akhiratnya....
Takwa adalah standar setiap
muslim dan mukmin yang
memang peduli terhadap urusan
dirinya baik dunia dan
akhiratnya. Gak asal ikut-ikutan
saja tanpa tahu kenapa ngefans
sama si ini dan si itu. Karena
sungguh, setiap amal baik itu
perbuatan ataupun perkataan
dan yang terbersit di dalam hati
manusia, semua akan dimintai
pertanggungjawaban nanti di
hadapan Allah.
Energi masa mudamu lebih baik
disalurkan untuk hal-hal yang
jauh lebih berguna daripada
ngefans sama sosok-sosok
ganteng tapi gak jelas kualitas
otak, akhlak apalagi imannya.
Misalnya saja, ngefans sama
pejuang di Palestina sana yang
berusaha mengusir Israel
penjajah. Ngefans dengan
mereka yang getol beramar
makruf nahi mungkar demi
tegaknya Islam di muka bumi.
Dan tentunya ngefans di atas
semua itu ditujukan pada
Rasulullah Muhammad SAW dan
seluruh keluarga dan para
sahabatnya. Dijamin surga semua
tuh. Gak rugi pokoknya kalo
kamu ngefans sama sosok yang
tepat seperti itu.
Jadi, mulai sekarang jatuhkan
pilihanmu pada pilihan yang
tepat ya. Lebih baik memilih
ganteng tapi bertakwa daripada
sudahlah tak ganteng tak
bertakwa lagi. Aduh…rugi
kuadrat tuh. Intinya, factor
takwa harus menjadi prioritas
dibandingkan kegantengan
ketika kamu ngefans pada
seseorang atau memilih
pendamping kelak. Muslimah
smart so pasti tak akan salah
pilih. Pasti itu! [voa-islam.com]
Jumat, 22 April 2011
Batasan Pergaulan Antara Pria dan Wanita
Al-Hamdulillah, segala puji bagi
Allah. Shalawat dan salam untuk
Rasulullah, beserta keluarga,
para sahabat dan orang yang
loyal kepadanya.
Islam menetapkan beberapa
kriteria syar'i pergaulan antara
laki-laki dan perempuan untuk
menjaga kehormatan,
melindungi harga diri dan
kesuciannya. Kriteria syar'i itu
juga berfungsi untuk mencegah
perzinahan dan sebagai tindakan
prefentif terjadinya kerusakan
masal. Di antaranya, Islam
mengharamkan ikhtilath
(bercampur laki-laki dan
perempuan dalam satu tempat)
dan khalwat (berduaan antara
laki-laki dan perempuan),
memerintahkan adanya sutrah
(pembatas) yang syar'i dan
menundukkan pandangan,
meminimalisir pembicaraan
dengan lawan jenis sesuai
dengan kebutuhan, tidak
memerdukukan dan
menghaluskan perkataan ketika
bercakap dengan mereka, dan
keriteria lainnya. Perkara-perkara
ini, menjadi kaidah yang penting
untuk kebaikan semuanya. Tidak
seperti ocehan para penyeru
ikhtilath, sesunguhnya perkara
ini berbeda antara satu dengan
lainnya, atau satu kebudayaan
dengan lainnya, dan pengakuan
lainnya yang tidak sesuai dengan
kenyataan dan realita.
Interaksi dan komunikasi antara
laki-laki dan perempuan
sebenarnya boleh-boleh saja,
dengan syarat wanitanya tetap
mengenakan hijabnya, tidak
memerdukan suaranya, dan
tidak berbicara di luar
kebutuhan. Adapun jika
wanitanya tidak menutup diri
serta melembutkan suaranya,
mendayu-dayukannya, bercanda,
bergurau, atau perbuatan lain
yang tidak layak, maka
diharamkan. Bahkan bisa
menjadi pintu bencana, kuburan
penyesalan, dan menjadi
penyebab terjadinya banyak
kerusakan dan keburukan.
Wajib berhati-hati, karena syetan
terkadang menipu seseorang
dengan merasa agamanya kuat
tidak terpengaruh dengan
percakapan itu. Padahal dia
sedang terjerumus pada jerat
kebinasaan dan berada di atas
jalan kesesatan. Realita adalah
saksi terbaik. Betapa banyak
orang menentang petunjuk Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam
dengan melanggar larangannya
akhirnya ia tercampak di atas
keburukan.
Barangsiapa yang tidak memiliki
hajat untuk berinteraksi dengan
lawan jenis, maka menjauhinya
lebih baik dan selamat. Jika ada
kebutuhan, wajib bagi semua
kaum muslimin untuk menetapi
ketentuan syar'i, di antaranya:
1. Ghadlul Bashar
(menundukkan pandangan)
berdasarkan firman Allah Ta'ala:
ﻗﻞ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﻐﻀﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ
ﻭﻳﺤﻔﻈﻮﺍ ﻓﺮﻭﺟﻬﻢ ﺫﻟﻚ ﺃﺯﻛﻰ ﻟﻬﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﺧﺒﻴﺮ ﺑﻤﺎ ﻳﺼﻨﻌﻮﻥ
"Katakanlah kepada orang laki-
laki yang beriman: "Hendaklah
mereka menahan
pandangannya, dan memelihara
kemaluannya; yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka
perbuat." (QS. An-Nuur: 30)
2. Tidak berduaan dengan
wanita asing (bukan mahram
dan bukan istrinya).
Dalam Shahihul Bukhari, dari
Ibnu Abbas radliyallah 'anhu,
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda:
ﻻ ﻳﺨﻠﻮﻥ ﺭﺟﻞ ﺑﺎﻣﺮﺃﺓ ﺇﻻ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﺫﻭ ﻣﺤﺮﻡ
"Tidak boleh seorang laki-laki
berduaan dengan seorang
wanita kecuali dia (wanita tadi)
ditemani mahramnya."
3. Berusaha agar tidak
ikhtilath dengan gadis yang
bisa menyebabkan fitnah.
Dari Abu Sa'id bin Musayyib'd al-
Khudri radliyallah 'anhu, bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
ﺇﻥ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﻠﻮﺓ ﺧﻀﺮﺓ، ﻭﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
ﻣﺴﺘﺨﻠﻔﻜﻢ ﻓﻴﻬﺎ، ﻓﻴﻨﻈﺮ ﻛﻴﻒ ﺗﻌﻤﻠﻮﻥ،
ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Sesungguhnya dunia itu manis
dan indah. Allah menjadikan
kalian berkuasa atasnya, untuk
melihat apa yang kalian perbuat.
Bertakwalah terhadap dunia
dan wanita." (HR. Muslim).
Dalam Shahihain, dari Usamah,
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda :
ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺖ ﺑﻌﺪﻱ ﻓﺘﻨﺔ ﺃﺿﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ
ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Tidak lah aku tinggalkan suatu
fitnah yang lebih berbahaya bagi
laki-laki daripada fitnah wanita."
4. Tidak bersalaman dengan
wanita yang bukan mahram,
karena diharamkan.
Dalam Al-Mu'jam Al-Kabir milik
Imam Ath-Thabrani, dari Ma'qil
bin Yasar berkata, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
bersbda:
ﻟﺄﻥ ﻳﻄﻌﻦ ﻓﻲ ﺭﺃﺱ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺑﻤﺨﻴﻂ ﻣﻦ
ﺣﺪﻳﺪ ﺧﻴﺮ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﺲ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻻ ﺗﺤﻞ
ﻟﻪ
“Andaikata kepala salah seorang
dari kalian ditusuk dengan jarum
besi, itu lebih baik baginya
daripada menyentuh wanita yang
tidak halal baginya. ”
5. Allah telah
memerintahkan beberapa
adab yang agung kepada para
istri Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam dan segenap wanita
umat ini masuk di dalamnya.
ﻓﻠﺎ ﺗﺨﻀﻌﻦ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻓﻴﻄﻤﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ
ﻣﺮﺽ ﻭﻗﻠﻦ ﻗﻮﻟﺎ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ
"Maka janganlah kamu tunduk
dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya, dan
ucapkanlah perkataan yang
baik."(QS. Al-Ahzab: 32)
Dalam ayat itu, Allah Ta'ala
mengabarkan bahwa hati yang
sakit tidak bisa bertahan dan
bersabar diri dari sebab kecil
yang mengundang keharaman,
walau hanya suara yang halus
dan lembut. Karena sudah
menjadi sarana keharaman maka
dilarang, mereka diwajibkan
untuk tidak melembutkan
perkataan ketika berbicara
dengan laki-laki. Karena sarana
memiliki hukum seperti tujuan.
(PurWD/islamway)
*Tulisan Syaikh Khalid Abdul
Mun'im Rifa'i
Allah. Shalawat dan salam untuk
Rasulullah, beserta keluarga,
para sahabat dan orang yang
loyal kepadanya.
Islam menetapkan beberapa
kriteria syar'i pergaulan antara
laki-laki dan perempuan untuk
menjaga kehormatan,
melindungi harga diri dan
kesuciannya. Kriteria syar'i itu
juga berfungsi untuk mencegah
perzinahan dan sebagai tindakan
prefentif terjadinya kerusakan
masal. Di antaranya, Islam
mengharamkan ikhtilath
(bercampur laki-laki dan
perempuan dalam satu tempat)
dan khalwat (berduaan antara
laki-laki dan perempuan),
memerintahkan adanya sutrah
(pembatas) yang syar'i dan
menundukkan pandangan,
meminimalisir pembicaraan
dengan lawan jenis sesuai
dengan kebutuhan, tidak
memerdukukan dan
menghaluskan perkataan ketika
bercakap dengan mereka, dan
keriteria lainnya. Perkara-perkara
ini, menjadi kaidah yang penting
untuk kebaikan semuanya. Tidak
seperti ocehan para penyeru
ikhtilath, sesunguhnya perkara
ini berbeda antara satu dengan
lainnya, atau satu kebudayaan
dengan lainnya, dan pengakuan
lainnya yang tidak sesuai dengan
kenyataan dan realita.
Interaksi dan komunikasi antara
laki-laki dan perempuan
sebenarnya boleh-boleh saja,
dengan syarat wanitanya tetap
mengenakan hijabnya, tidak
memerdukan suaranya, dan
tidak berbicara di luar
kebutuhan. Adapun jika
wanitanya tidak menutup diri
serta melembutkan suaranya,
mendayu-dayukannya, bercanda,
bergurau, atau perbuatan lain
yang tidak layak, maka
diharamkan. Bahkan bisa
menjadi pintu bencana, kuburan
penyesalan, dan menjadi
penyebab terjadinya banyak
kerusakan dan keburukan.
Wajib berhati-hati, karena syetan
terkadang menipu seseorang
dengan merasa agamanya kuat
tidak terpengaruh dengan
percakapan itu. Padahal dia
sedang terjerumus pada jerat
kebinasaan dan berada di atas
jalan kesesatan. Realita adalah
saksi terbaik. Betapa banyak
orang menentang petunjuk Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam
dengan melanggar larangannya
akhirnya ia tercampak di atas
keburukan.
Barangsiapa yang tidak memiliki
hajat untuk berinteraksi dengan
lawan jenis, maka menjauhinya
lebih baik dan selamat. Jika ada
kebutuhan, wajib bagi semua
kaum muslimin untuk menetapi
ketentuan syar'i, di antaranya:
1. Ghadlul Bashar
(menundukkan pandangan)
berdasarkan firman Allah Ta'ala:
ﻗﻞ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﻐﻀﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ
ﻭﻳﺤﻔﻈﻮﺍ ﻓﺮﻭﺟﻬﻢ ﺫﻟﻚ ﺃﺯﻛﻰ ﻟﻬﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﺧﺒﻴﺮ ﺑﻤﺎ ﻳﺼﻨﻌﻮﻥ
"Katakanlah kepada orang laki-
laki yang beriman: "Hendaklah
mereka menahan
pandangannya, dan memelihara
kemaluannya; yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka
perbuat." (QS. An-Nuur: 30)
2. Tidak berduaan dengan
wanita asing (bukan mahram
dan bukan istrinya).
Dalam Shahihul Bukhari, dari
Ibnu Abbas radliyallah 'anhu,
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda:
ﻻ ﻳﺨﻠﻮﻥ ﺭﺟﻞ ﺑﺎﻣﺮﺃﺓ ﺇﻻ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﺫﻭ ﻣﺤﺮﻡ
"Tidak boleh seorang laki-laki
berduaan dengan seorang
wanita kecuali dia (wanita tadi)
ditemani mahramnya."
3. Berusaha agar tidak
ikhtilath dengan gadis yang
bisa menyebabkan fitnah.
Dari Abu Sa'id bin Musayyib'd al-
Khudri radliyallah 'anhu, bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
ﺇﻥ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﻠﻮﺓ ﺧﻀﺮﺓ، ﻭﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
ﻣﺴﺘﺨﻠﻔﻜﻢ ﻓﻴﻬﺎ، ﻓﻴﻨﻈﺮ ﻛﻴﻒ ﺗﻌﻤﻠﻮﻥ،
ﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Sesungguhnya dunia itu manis
dan indah. Allah menjadikan
kalian berkuasa atasnya, untuk
melihat apa yang kalian perbuat.
Bertakwalah terhadap dunia
dan wanita." (HR. Muslim).
Dalam Shahihain, dari Usamah,
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda :
ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺖ ﺑﻌﺪﻱ ﻓﺘﻨﺔ ﺃﺿﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ
ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Tidak lah aku tinggalkan suatu
fitnah yang lebih berbahaya bagi
laki-laki daripada fitnah wanita."
4. Tidak bersalaman dengan
wanita yang bukan mahram,
karena diharamkan.
Dalam Al-Mu'jam Al-Kabir milik
Imam Ath-Thabrani, dari Ma'qil
bin Yasar berkata, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
bersbda:
ﻟﺄﻥ ﻳﻄﻌﻦ ﻓﻲ ﺭﺃﺱ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺑﻤﺨﻴﻂ ﻣﻦ
ﺣﺪﻳﺪ ﺧﻴﺮ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﺲ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻻ ﺗﺤﻞ
ﻟﻪ
“Andaikata kepala salah seorang
dari kalian ditusuk dengan jarum
besi, itu lebih baik baginya
daripada menyentuh wanita yang
tidak halal baginya. ”
5. Allah telah
memerintahkan beberapa
adab yang agung kepada para
istri Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam dan segenap wanita
umat ini masuk di dalamnya.
ﻓﻠﺎ ﺗﺨﻀﻌﻦ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻓﻴﻄﻤﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ
ﻣﺮﺽ ﻭﻗﻠﻦ ﻗﻮﻟﺎ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ
"Maka janganlah kamu tunduk
dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya, dan
ucapkanlah perkataan yang
baik."(QS. Al-Ahzab: 32)
Dalam ayat itu, Allah Ta'ala
mengabarkan bahwa hati yang
sakit tidak bisa bertahan dan
bersabar diri dari sebab kecil
yang mengundang keharaman,
walau hanya suara yang halus
dan lembut. Karena sudah
menjadi sarana keharaman maka
dilarang, mereka diwajibkan
untuk tidak melembutkan
perkataan ketika berbicara
dengan laki-laki. Karena sarana
memiliki hukum seperti tujuan.
(PurWD/islamway)
*Tulisan Syaikh Khalid Abdul
Mun'im Rifa'i
Umat Muslim Haram Merayakan Valentine's Day
Oleh: Ust. Zen Yusuf Al
Choodlry
Fenomena perayaan Valentine's
Day tidaklah terlalu asing di
beberapa kota besar di
Indonesia, seperti Jakarta,
Bandung, Surabaya, Yogyakarta,
dan kota-kota lainnya. Para
remaja, walau baru kelas satu
SMP, sudah mengenal budaya
setan ini. Mereka biasa
merayakannya dengan
mengadakan lomba saling
merayu antara lawan jenis, saling
memberikan bunga dan hadiah
kepada pacarnya, mengadakan
pesta musik yang terkadang
disertai minuman keras tanpa
mempedulikan terjadinya
percampuran pria dan wanita
non-mahram. Bahkan, acara ini
oleh mereka dijadikan ajang
untuk mengekspresikan hawa
nafsu kepada lawan jenis,
misalnya mencium pipi,
memegang tangan, sampai
melakukan perbuatan yang
kelewat batas, naudzu billahi min
dzalik. Lucunya, perayaan ini pun
rupanya tidak hanya dilakukan
oleh anak muda. Bapak-bapak,
Ibu-ibu, dan tante-tante pun
tidak ketinggalan 'bertaklid'
merayakan budaya sesat ini.
Lebih memprihatinkan lagi,
budaya ini telah menjarah
remaja Islam, remaja yang
diwanti-wanti oleh Nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam untuk selalu mengikat
perilakunya dengan ajaran Islam
dan tidak membebek kepada
cara hidup orang kafir, malah
larut dalam perayaan jahiliah ini
dengan meninggalkan akidah
Islam.
Budaya perayaan
Valentine's Day telah
menjarah remaja
Islam . . .membebek
kepada cara hidup orang
kafir dalam perayaan
jahiliah ini dengan
meninggalkan akidah Islam.
Mereka yang melakukan
perayaan ini berdalih dengan
kasih sayang. Padahal, pesta
semalam suntuk dalam rangka
ber-Valentine's Day diikuti
dengan perbuatan dan tindakan
yang bertentangan dengan
moral dan agama (khususnya
agama Islam) tidak akan
melahirkan kasih sayang yang
sejati. Kasih sayang yang
dilahirkannya hanyalah kasih
sayang semu dan palsu. Bukan
kasih sayang, mungkin lebih
tepat disebut hawa nafsu.
Ber-Valentine's Day
tidak akan melahirkan
kasih sayang yang sejati. . .
Bukan kasih sayang,
mungkin lebih tepat
disebut hawa nafsu.
Sejarah Singkat Valentine's
Day
Valentin, atau Valentinus yang di
Indonesia beberapa waktu
terakhir ini mulai dipopulerkan
secara luas dengan istilah
Valentin (tanpa e atau huruf s)
sebetulnya nama seorang martir
(orang Kristen yang terbunuh
karena mempertahankan ajaran
agama yang dianutnya). Valentin
yang sebenarnya adalah nama
seorang tokoh agama Kristen
yang karena kesalehan dan
kedermawanannya diberi gelar
Saint atau Santo disingkat
dengan St., yang mempunyai
tempat istimewa di dalam ajaran
agama ini. Panggilan atau gelar
ini dilekatkan pula kepada tokoh
Kristen yang lainnya, seperti St.
Paul, St. Peter, St. Agustine dan
sebagainya. St. hanya
dihubungkan dengan nama
seorang penganjur dan
pemimpin besar agama Kristen,
dan karena itu tidak dapat
diberikan kepada sembarang
pemeluk agama ini, yang tingkat
keagamaannya masih rendah.
St. Valentin ini karena
pertentangannya dengan Kaisar
CLAUDIUS II, penguasa Romawi
pada waktu itu, berakhir dengan
pembunuhan atas dirinya pada
abad ketiga, tepatnya pada
tanggal 14 Februari tahun 270
Masehi. Menurut kepercayaan
Kristen, kematian Valentin ini
dikategorikan martir membela
agamanya, sebagaimana orang
Islam menyebut syahid bagi
seorang muslim yang terbunuh
di medan jihad.
Kematian yang tragis, kesalehan,
dan kedermawanan Valentin ini
tidak dapat dilupakan oleh para
pengikutnya di belakang.
Valentine dijadikan simbol bagi
ketabahan, keberanian, dan
kepasrahan seorang Kristen
menghadapi kenyataan
hidupnya. Namanya dipuja dan
diagungkan dan hari
kematiannya diperingati oleh
pengikutnya dalam setiap
upacara keagamaan yang
dianggap sesuai dengan peristiwa
tragis itu. Upacara peringatan
yang pada mulanya bersifat
religius itu dimulai pada abad
ketujuh Masehi dan berlangsung
sampai abad keempat belas, dan
setelah abad itu signifikansi
keagamaannya mulai hilang dan
tertutup oleh upacara dan
ceremony yang non-agamis.
Hari Valentin, sebagaimana
dikatakan di atas, adalah hari
kematian Valentine yang
kemudian diperingati oleh para
pengikutnya setiap tanggal 14
Februari. Kemudian hari
Valentine ini dihubungkan pula
dengan pesta atau perjamuan
kasih sayang bangsa Romawi
kuno yang disebut supercalia
yang biasanya jatuh pada tanggal
15 Februari. Setelah orang
Romawi masuk Kristen, maka
pesta supercalia itu secara
religius dikaitkan dengan
kematian atau upacara kematian
St. Valentine.
Penerimaan Valentine sebagai
model kasih sayang tulus diduga
seperti berasal dari kepercayaan
orang Eropa, bahwa masa kasih
sayang mulai bersemi bagi
burung jantan dan burung
betina pada tanggal 14 Februari
setiap tahunnya. Perkiraannya
atau kepercayaannya ini lalu
berkembang menjadi pengertian
umum bahwa sebaiknya pihak
pemuda mencari seorang
pemudi (wanita) untuk
menjadikan pasangannya dan
sebaliknya pada tanggal
tersebut. Bersamaan dengan itu,
mereka menyarankan untuk
saling tukar tanda mata atau
cadeau (kado) sebagai lambang
terbinanya kasih sayang di antara
mereka. Namun, Valentine ini
lebih dipopularkan lagi oleh
orang-orang Amerika dalam
bentuk greeting card (kartu
ucapan selamat) terutama sejak
berakhirnya Perang Dunia I.
Valentine ini lebih
dipopularkan lagi oleh
orang-orang Amerika
dalam bentuk greeting
card (kartu ucapan
selamat) terutama sejak
berakhirnya Perang Dunia
I.
Hukum Merayakan Valentine's
Day
Keinginan untuk ikut-ikutan
memang ada dalam diri manusia,
akan tetapi hal tersebut menjadi
tercela dalam Islam apabila
orang yang diikuti berbeda
dengan kita dari sisi keyakinan
dan pemikiran. Apalagi, bila
mengikuti dalam perkara akidah,
ibadah, syiar dan kebiasaan.
Padahal, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam telah melarang
untuk mengikuti tata cara
peribadatan selain Islam, artinya,
"Barang siapa meniru suatu
kaum, maka ia termasuk dari
kaum tersebut." (HR At-Tirmizi).
Abu Waqid meriwayatkan,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam saat keluar menuju
Perang Khaibar, beliau melewati
sebuah pohon milik orang-orang
musyrik, yang disebut dengan
Dzaatu Anwaath, biasanya
mereka menggantungkan
senjata-senjata mereka di pohon
tersebut. Para sahabat berkata,
'Wahai Rasulullah, buatkan
untuk kami Dzaatu Anwaath,
sebagaimana mereka mempunyai
Dzaatu Anwaath.' Maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, 'Maha Suci
Allah, ini seperti yang diucapkan
kaum Nabi Musa, 'Buatkan
untuk kami tuhan sebagaimana
mereka mempunyai tuhan-
tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di
tangan-Nya, sungguh kalian
akan mengikuti kebiasaan orang-
orang yang ada sebelum
kalian'." (HR At-Tirmizi, ia
berkata, hasan sahih).
Berkasih-sayang versi valentinan
ini haruslah diketahui terlebih
dahulu hukumnya, lalu
diputuskan apakah akan
dilaksanakan atau ditinggalkan.
Dengan melihat dan memahami
asal-usul serta fakta pelaksanaan
Valentine's Day, sebenarnya
perayaan ini tidak ada sangkut
pautnya sedikit pun dengan
corak hidup seorang muslim.
Tradisi tanpa dasar ini lahir dan
berkembang dari segolongan
manusia (kaum/bangsa) yang
hidup dengan corak yang sangat
jauh berbeda dengan corak
hidup berdasarkan syariat Islam
yang agung.
Sangat jelas bahwa Valentine
Day adalah budaya orang kafir,
yang kita (umat Islam) dilarang
untuk mengambilnya. Kita
dilarang menyerupai budaya
yang lahir dari peradaban kaum
kafir, yang jelas-jelas
bertentangan dengan akidah
Islam. Sungguh, ikut merayakan
hari valentin adalah tindakan
haram dan tercela.
Valentine Day adalah
budaya orang kafir, yang
kita (umat Islam) dilarang
untuk mengambilnya.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah
rahimahullah berkata,
"Memberikan ucapan selamat
terhadap acara ritual orang kafir
yang khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa perbuatan
tersebut haram. Semisal
memberi selamat atas hari raya
dan puasa mereka, dengan
mengucapkan, "Selamat hari
raya" dan sejenisnya. Bagi yang
mengucapkannya, kalaupun
tidak sampai pada kekafiran,
paling tidak itu merupakan
perbuatan haram. Berarti ia
telah memberi selamat atas
perbuatan mereka yang
menyekutukan Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Bahkan, perbuatan
tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala
dan lebih dimurkai daripada
memberi selamat atas perbuatan
minum khamar atau membunuh.
Banyak orang yang terjerumus
dalam suatu perbuatan tanpa
menyadari buruknya perbuatan
tersebut. Seperti orang yang
memberi selamat kepada orang
lain atas perbuatan maksiat,
bid'ah, atau kekufuran. Padahal,
dengan itu ia telah menyiapkan
diri untuk mendapatkan
kemarahan dan kemurkaan
Allah Subhanahu wa Ta'ala."
. . . Memberikan ucapan
selamat terhadap acara
ritual orang kafir yang
khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa
perbuatan tersebut
haram . . . .
Syekh Muhammad bin Shaleh
Al-Utsaimin ketika ditanya
tentang Valentine's Day
mengatakan, "Merayakan hari
Valentine itu tidak boleh, karena
alasan berikut. Pertama, ia
merupakan hari raya bid'ah yang
tidak ada dasar hukumnya di
dalam syariat Islam. Kedua, ia
dapat menyebabkan hati sibuk
dengan perkara-perkara
rendahan seperti ini yang sangat
bertentangan dengan petunjuk
para salaf saleh (pendahulu
kita)--semoga Allah meridhai
mereka. Maka, tidak halal
melakukan ritual hari raya
mereka, baik dalam bentuk
makan-makan, minum-minum,
berpakaian, saling tukar hadiah,
ataupun lainnya. Hendaknya
setiap muslim merasa bangga
dengan agamanya, tidak menjadi
orang yang tidak mempunyai
pegangan dan ikut-ikutan.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala melindungi kaum muslimin
dari segala fitnah (ujian hidup)
yang tampak ataupun yang
tersembunyi, dan semoga
meliputi kita semua dengan
bimbinga-Nya."
Mengekornya kaum muslimin
terhadap gaya hidup orang kafir
akan membuat mereka senang
dan dapat melahirkan kecintaan
dan keterikatan hati. Allah
berfirman (yang artinya), "Hai
orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpinmu;
sebagian mereka adalah
pemimpin bagi sebagian yang
lain. Barang siapa di antara
kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim." (QS.
Al-Maidah: 51).
"Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari Akhirat,
saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-
Mujadilah: 22)
Mengekornya kaum
muslimin terhadap gaya
hidup orang kafir akan
membuat mereka senang
dan dapat melahirkan
kecintaan dan keterikatan
hati.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala senantiasa menjadikan
hidup kita penuh dengan
kecintaan dan kasih sayang yang
tulus, yang menjadi jembatan
untuk masuk ke dalam surga
yang hamparannya seluas langit
dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita
termasuk dalam golongan
orang-orang yang disebutkan
dalam hadis Qudsi, Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman
yang artinya, "Kecintaan-Ku
adalah bagi mereka yang saling
mencintai karena Aku, saling
berkorban karena Aku, dan yang
saling mengunjungi karena
Aku." (HR Ahmad). Wallahu
a'lam.
Sumber:
1. The standart International
Dictionary, jilid 18 halaman 5090.
The Encyclopedia Americana, jilid
27 halaman 859. (dari
www.isnet.org/archive-milis/
archive99).
2. Valentine's Day Bukan Ajaran
Islam, Drs. Nur'i Yakin Mch, SH,
M.Hum.
3. www.alsofwah.or.id
4. www.hidayatullah.com
[PurWD/voa-islam.com]
Choodlry
Fenomena perayaan Valentine's
Day tidaklah terlalu asing di
beberapa kota besar di
Indonesia, seperti Jakarta,
Bandung, Surabaya, Yogyakarta,
dan kota-kota lainnya. Para
remaja, walau baru kelas satu
SMP, sudah mengenal budaya
setan ini. Mereka biasa
merayakannya dengan
mengadakan lomba saling
merayu antara lawan jenis, saling
memberikan bunga dan hadiah
kepada pacarnya, mengadakan
pesta musik yang terkadang
disertai minuman keras tanpa
mempedulikan terjadinya
percampuran pria dan wanita
non-mahram. Bahkan, acara ini
oleh mereka dijadikan ajang
untuk mengekspresikan hawa
nafsu kepada lawan jenis,
misalnya mencium pipi,
memegang tangan, sampai
melakukan perbuatan yang
kelewat batas, naudzu billahi min
dzalik. Lucunya, perayaan ini pun
rupanya tidak hanya dilakukan
oleh anak muda. Bapak-bapak,
Ibu-ibu, dan tante-tante pun
tidak ketinggalan 'bertaklid'
merayakan budaya sesat ini.
Lebih memprihatinkan lagi,
budaya ini telah menjarah
remaja Islam, remaja yang
diwanti-wanti oleh Nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam untuk selalu mengikat
perilakunya dengan ajaran Islam
dan tidak membebek kepada
cara hidup orang kafir, malah
larut dalam perayaan jahiliah ini
dengan meninggalkan akidah
Islam.
Budaya perayaan
Valentine's Day telah
menjarah remaja
Islam . . .membebek
kepada cara hidup orang
kafir dalam perayaan
jahiliah ini dengan
meninggalkan akidah Islam.
Mereka yang melakukan
perayaan ini berdalih dengan
kasih sayang. Padahal, pesta
semalam suntuk dalam rangka
ber-Valentine's Day diikuti
dengan perbuatan dan tindakan
yang bertentangan dengan
moral dan agama (khususnya
agama Islam) tidak akan
melahirkan kasih sayang yang
sejati. Kasih sayang yang
dilahirkannya hanyalah kasih
sayang semu dan palsu. Bukan
kasih sayang, mungkin lebih
tepat disebut hawa nafsu.
Ber-Valentine's Day
tidak akan melahirkan
kasih sayang yang sejati. . .
Bukan kasih sayang,
mungkin lebih tepat
disebut hawa nafsu.
Sejarah Singkat Valentine's
Day
Valentin, atau Valentinus yang di
Indonesia beberapa waktu
terakhir ini mulai dipopulerkan
secara luas dengan istilah
Valentin (tanpa e atau huruf s)
sebetulnya nama seorang martir
(orang Kristen yang terbunuh
karena mempertahankan ajaran
agama yang dianutnya). Valentin
yang sebenarnya adalah nama
seorang tokoh agama Kristen
yang karena kesalehan dan
kedermawanannya diberi gelar
Saint atau Santo disingkat
dengan St., yang mempunyai
tempat istimewa di dalam ajaran
agama ini. Panggilan atau gelar
ini dilekatkan pula kepada tokoh
Kristen yang lainnya, seperti St.
Paul, St. Peter, St. Agustine dan
sebagainya. St. hanya
dihubungkan dengan nama
seorang penganjur dan
pemimpin besar agama Kristen,
dan karena itu tidak dapat
diberikan kepada sembarang
pemeluk agama ini, yang tingkat
keagamaannya masih rendah.
St. Valentin ini karena
pertentangannya dengan Kaisar
CLAUDIUS II, penguasa Romawi
pada waktu itu, berakhir dengan
pembunuhan atas dirinya pada
abad ketiga, tepatnya pada
tanggal 14 Februari tahun 270
Masehi. Menurut kepercayaan
Kristen, kematian Valentin ini
dikategorikan martir membela
agamanya, sebagaimana orang
Islam menyebut syahid bagi
seorang muslim yang terbunuh
di medan jihad.
Kematian yang tragis, kesalehan,
dan kedermawanan Valentin ini
tidak dapat dilupakan oleh para
pengikutnya di belakang.
Valentine dijadikan simbol bagi
ketabahan, keberanian, dan
kepasrahan seorang Kristen
menghadapi kenyataan
hidupnya. Namanya dipuja dan
diagungkan dan hari
kematiannya diperingati oleh
pengikutnya dalam setiap
upacara keagamaan yang
dianggap sesuai dengan peristiwa
tragis itu. Upacara peringatan
yang pada mulanya bersifat
religius itu dimulai pada abad
ketujuh Masehi dan berlangsung
sampai abad keempat belas, dan
setelah abad itu signifikansi
keagamaannya mulai hilang dan
tertutup oleh upacara dan
ceremony yang non-agamis.
Hari Valentin, sebagaimana
dikatakan di atas, adalah hari
kematian Valentine yang
kemudian diperingati oleh para
pengikutnya setiap tanggal 14
Februari. Kemudian hari
Valentine ini dihubungkan pula
dengan pesta atau perjamuan
kasih sayang bangsa Romawi
kuno yang disebut supercalia
yang biasanya jatuh pada tanggal
15 Februari. Setelah orang
Romawi masuk Kristen, maka
pesta supercalia itu secara
religius dikaitkan dengan
kematian atau upacara kematian
St. Valentine.
Penerimaan Valentine sebagai
model kasih sayang tulus diduga
seperti berasal dari kepercayaan
orang Eropa, bahwa masa kasih
sayang mulai bersemi bagi
burung jantan dan burung
betina pada tanggal 14 Februari
setiap tahunnya. Perkiraannya
atau kepercayaannya ini lalu
berkembang menjadi pengertian
umum bahwa sebaiknya pihak
pemuda mencari seorang
pemudi (wanita) untuk
menjadikan pasangannya dan
sebaliknya pada tanggal
tersebut. Bersamaan dengan itu,
mereka menyarankan untuk
saling tukar tanda mata atau
cadeau (kado) sebagai lambang
terbinanya kasih sayang di antara
mereka. Namun, Valentine ini
lebih dipopularkan lagi oleh
orang-orang Amerika dalam
bentuk greeting card (kartu
ucapan selamat) terutama sejak
berakhirnya Perang Dunia I.
Valentine ini lebih
dipopularkan lagi oleh
orang-orang Amerika
dalam bentuk greeting
card (kartu ucapan
selamat) terutama sejak
berakhirnya Perang Dunia
I.
Hukum Merayakan Valentine's
Day
Keinginan untuk ikut-ikutan
memang ada dalam diri manusia,
akan tetapi hal tersebut menjadi
tercela dalam Islam apabila
orang yang diikuti berbeda
dengan kita dari sisi keyakinan
dan pemikiran. Apalagi, bila
mengikuti dalam perkara akidah,
ibadah, syiar dan kebiasaan.
Padahal, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam telah melarang
untuk mengikuti tata cara
peribadatan selain Islam, artinya,
"Barang siapa meniru suatu
kaum, maka ia termasuk dari
kaum tersebut." (HR At-Tirmizi).
Abu Waqid meriwayatkan,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam saat keluar menuju
Perang Khaibar, beliau melewati
sebuah pohon milik orang-orang
musyrik, yang disebut dengan
Dzaatu Anwaath, biasanya
mereka menggantungkan
senjata-senjata mereka di pohon
tersebut. Para sahabat berkata,
'Wahai Rasulullah, buatkan
untuk kami Dzaatu Anwaath,
sebagaimana mereka mempunyai
Dzaatu Anwaath.' Maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, 'Maha Suci
Allah, ini seperti yang diucapkan
kaum Nabi Musa, 'Buatkan
untuk kami tuhan sebagaimana
mereka mempunyai tuhan-
tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di
tangan-Nya, sungguh kalian
akan mengikuti kebiasaan orang-
orang yang ada sebelum
kalian'." (HR At-Tirmizi, ia
berkata, hasan sahih).
Berkasih-sayang versi valentinan
ini haruslah diketahui terlebih
dahulu hukumnya, lalu
diputuskan apakah akan
dilaksanakan atau ditinggalkan.
Dengan melihat dan memahami
asal-usul serta fakta pelaksanaan
Valentine's Day, sebenarnya
perayaan ini tidak ada sangkut
pautnya sedikit pun dengan
corak hidup seorang muslim.
Tradisi tanpa dasar ini lahir dan
berkembang dari segolongan
manusia (kaum/bangsa) yang
hidup dengan corak yang sangat
jauh berbeda dengan corak
hidup berdasarkan syariat Islam
yang agung.
Sangat jelas bahwa Valentine
Day adalah budaya orang kafir,
yang kita (umat Islam) dilarang
untuk mengambilnya. Kita
dilarang menyerupai budaya
yang lahir dari peradaban kaum
kafir, yang jelas-jelas
bertentangan dengan akidah
Islam. Sungguh, ikut merayakan
hari valentin adalah tindakan
haram dan tercela.
Valentine Day adalah
budaya orang kafir, yang
kita (umat Islam) dilarang
untuk mengambilnya.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah
rahimahullah berkata,
"Memberikan ucapan selamat
terhadap acara ritual orang kafir
yang khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa perbuatan
tersebut haram. Semisal
memberi selamat atas hari raya
dan puasa mereka, dengan
mengucapkan, "Selamat hari
raya" dan sejenisnya. Bagi yang
mengucapkannya, kalaupun
tidak sampai pada kekafiran,
paling tidak itu merupakan
perbuatan haram. Berarti ia
telah memberi selamat atas
perbuatan mereka yang
menyekutukan Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Bahkan, perbuatan
tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala
dan lebih dimurkai daripada
memberi selamat atas perbuatan
minum khamar atau membunuh.
Banyak orang yang terjerumus
dalam suatu perbuatan tanpa
menyadari buruknya perbuatan
tersebut. Seperti orang yang
memberi selamat kepada orang
lain atas perbuatan maksiat,
bid'ah, atau kekufuran. Padahal,
dengan itu ia telah menyiapkan
diri untuk mendapatkan
kemarahan dan kemurkaan
Allah Subhanahu wa Ta'ala."
. . . Memberikan ucapan
selamat terhadap acara
ritual orang kafir yang
khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa
perbuatan tersebut
haram . . . .
Syekh Muhammad bin Shaleh
Al-Utsaimin ketika ditanya
tentang Valentine's Day
mengatakan, "Merayakan hari
Valentine itu tidak boleh, karena
alasan berikut. Pertama, ia
merupakan hari raya bid'ah yang
tidak ada dasar hukumnya di
dalam syariat Islam. Kedua, ia
dapat menyebabkan hati sibuk
dengan perkara-perkara
rendahan seperti ini yang sangat
bertentangan dengan petunjuk
para salaf saleh (pendahulu
kita)--semoga Allah meridhai
mereka. Maka, tidak halal
melakukan ritual hari raya
mereka, baik dalam bentuk
makan-makan, minum-minum,
berpakaian, saling tukar hadiah,
ataupun lainnya. Hendaknya
setiap muslim merasa bangga
dengan agamanya, tidak menjadi
orang yang tidak mempunyai
pegangan dan ikut-ikutan.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala melindungi kaum muslimin
dari segala fitnah (ujian hidup)
yang tampak ataupun yang
tersembunyi, dan semoga
meliputi kita semua dengan
bimbinga-Nya."
Mengekornya kaum muslimin
terhadap gaya hidup orang kafir
akan membuat mereka senang
dan dapat melahirkan kecintaan
dan keterikatan hati. Allah
berfirman (yang artinya), "Hai
orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpinmu;
sebagian mereka adalah
pemimpin bagi sebagian yang
lain. Barang siapa di antara
kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim." (QS.
Al-Maidah: 51).
"Kamu tidak akan mendapati
sesuatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari Akhirat,
saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-
Mujadilah: 22)
Mengekornya kaum
muslimin terhadap gaya
hidup orang kafir akan
membuat mereka senang
dan dapat melahirkan
kecintaan dan keterikatan
hati.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala senantiasa menjadikan
hidup kita penuh dengan
kecintaan dan kasih sayang yang
tulus, yang menjadi jembatan
untuk masuk ke dalam surga
yang hamparannya seluas langit
dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita
termasuk dalam golongan
orang-orang yang disebutkan
dalam hadis Qudsi, Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman
yang artinya, "Kecintaan-Ku
adalah bagi mereka yang saling
mencintai karena Aku, saling
berkorban karena Aku, dan yang
saling mengunjungi karena
Aku." (HR Ahmad). Wallahu
a'lam.
Sumber:
1. The standart International
Dictionary, jilid 18 halaman 5090.
The Encyclopedia Americana, jilid
27 halaman 859. (dari
www.isnet.org/archive-milis/
archive99).
2. Valentine's Day Bukan Ajaran
Islam, Drs. Nur'i Yakin Mch, SH,
M.Hum.
3. www.alsofwah.or.id
4. www.hidayatullah.com
[PurWD/voa-islam.com]
Langganan:
Postingan (Atom)